Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU

Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU : Nemanja Vidic merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki lini pertahanan Manchester United (MU). Bergabung sejak 2006, dia lalu memutuskan hengkang dari Old Trafford, kandang MU, pada 2014 silam.

Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU

Lima gelar Liga Inggris, tiga Piala FA dan trofi Liga Champions mampu digondolnya ketika berkostum ‘Setan Merah’. Vidic juga sempat dipercaya menyandang bak kapten tim sebelum meninggalkan Old Trafford.

Bicara soal performa, Vidic pada era-nya sungguh luar biasa. Bersama Rio Ferdinand, dia menjadi pilar utama di pertahanan dan sangat sulit ditembus penyerang lawan.

Selain kemampuan serta pengalaman, ternyata ada faktor lain yang membuat Vidic sulit dilewati musuh, yaitu harga diri sebagai seorang pemain bertahan.

Vidic berpikir, bila gawang timnya bobol, maka itu sudah merusak harga diri penggawa lini belakang. Dan oleh sebab itu, sebisa mungkin dia berjuang menghindarkan gawang tim dikoyak, meski harus mengorbankan diri sendiri.

“Harga diri. Hidung patah bisa Anda obati, tapi ketika musuh membobol gawang tim saya (MU), maka tidak ada yang mampu memperbaikinya,” kata Vidic dikutip Daily Mail.

Setelah menuai banyak pujian, kinerja pertahanan Manchester United (MU) kini mulai dipertanyakan. Apalagi setelah Setan Merah menderita kekalahan 1-2 dari Huddersfield Town pada pekan kesembilan Liga Inggris 2017/2018, Sabtu (21/10/2017).

Pertahanan solid sebelumnya jadi kunci kesuksesan MU mengukir tren positif. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi, tim yang ditangani Jose Mourinho tersebut baru empat kali kebobolan. Dalam periode itu, Setan Merah juga mampu menciptakan 33 gol.

Tren positif ini membuat MU menekan Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris, melaju ke 16 besar Piala Liga Inggris, dan memuncaki klasemen Grup A Liga Champions. Kini, catatan positif itu harus ternoda di markas Huddersfield, The John Smith’s Stadium.

Saat melawan Huddersfield, terlihat betul betapa rapuhnya pertahanan Setan Merah. Dua gol yang tercipta akibat buruknya lini belakang MU, khususnya pada Victor Lindelof. Nemanja Vidic yang pernah memperkuat MU selama 8 tahun mencoba memberikan saran.

“Pertandingan sudah berubah. Pelatih ingin pemain belakang bisa melakukan segalanya. Bisa bermain, mengambil bola dari belakang, menjadi pemain tengah sekaligus pemain bertahan. Tak mudah melakukan semuanya karena Anda harus mengubah mentalitas Anda,” tegas Vidic, dikutip Manchester Evening News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *