Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan

Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan : Peristiwa meledaknya pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang menjadi perhatian Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah. Sebab, sebanyak 12 warga Tegal, Jawa Tengah diketahui menjadi korban dalam tragedi maut pada Kamis (26/10/2017) lalu.

Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan

Umi Azizah bersama rombongannya kemudian berkunjung dan menemui warganya yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (31/10/2017) malam tadi.

“Total ada 12 orang yang jadi korban, 3 orang meninggal dunia. Dari korban yang sudah meninggal dunia ada 2 yang sudah teridentifikasi, sisanya belum teridentifikasi,” ujar Umi usai menemui tiga warganya di ruang Dahlia RSUD Kabupaten Tangerang.

Selain korban tewas, kata Umi, sebanyak 3 orang masih menjalani perawatan intensif, 1 orang menjalani rawat jalan, dan 5 orang lainnya telah kembali ke rumah lantaran luka bakar yang dideritanya ringan.

“Kami menapresiasi pihak RSUD Kabupaten Tangerang telah merawat warga kami, kami titipkan mereka agar mendapatkan pengananganan serius sampai sembuh,” imbuhnya.

Meledaknya pabrik petasan yang merenggut puluhan nyawa karyawan PT Panca Buana Cahaya Sukses membuat Umi Azizah prihatin. Pasalnya insiden itu menelan anak di bawah umur yang dipekerjakan di perusahaan tersebut.

“Ada satu warga Kabupaten Tegal masih di bawah umur dipekerjakan di pabrik petasan tersebut. Ia adalah Moh Tanzilalil Umam (16) warga RT 04/04, Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Tanzilalil menderita luka bakar mencapai 20 persen akibat insiden tersebut,” ungkap Umi Aziah.

Untuk itu kedepannya, Umi Azizah berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang lebih tegas menegakkan aturan yang telah ditetapkan. Tak hanya itu, pengawasan terhadap perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur lebih ditingkatkan lagi.

“Ya, itu yang sangat saya sayangkan, info yang kami dapatkan dari usia belasan tahun diperbolehkan bekerja disitu. Mestinya pemerintah harus memperketat aturan, harus kontrol tempat perusahaan jangan sampai ada lagi tenaga kerja di bawah umur,” tegas Umi menandaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *