Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi : Kasus penipuan perumahan berimbas pada penghuni rumah gelombang pertama. Sebanyak 17 kepala keluarga di Perumahan Griya Sentra Pesona VII,  Sukabumi, Bandar Lampung, melapor dan minta perlindungan ke Polresta Bandar Lampung.

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Zarkasyi dan ke 16 warga Perum Griya Sentra Pesona VII, meminta kepada Kapolresta Bandar Lampung, agar bisa menyelesaikan persoalan tersebut karena khawatir terjadi aksi anarkhis.

Menurut Ghinda Ansori Wayka selaku Kuasa Hukum, 17 warga Perum Griya Sentra Pesona VII terkait dengan permasalahan direktur perumahan yang menipu milyaran yang para konsumen perumahan.

Ada empat hal yang yang disampaikan yakni, pada saat membuat perjanjian antara PT. GSP dengan 17 Kliennya dinyatakan, bahwa tanah yang akan dibangun adalah tanah milik PT. GSP. Akan tetapi pada saat ini lokasi tanah perumahan Kliennya di pasang plang oleh Abdurachman yang mengklaim sebagai pemilik sertifikat hak milik (SHM) Nomor 13605, dan yang kedua kliennya ada yang sudah lunas dan ada juga yang masih mengangsur pembayarannya. Setelah dikonfirmasi ke PT. GSP, ternyata tanah tersebut dalam proses jual beli dengan harga Rp 2,5 Miliar.

Sedangkan PT. GSP, baru membayar Rp. 1,1 miliar kepada Bapak Abdurachman, sehingga masih kekurangan Rp 1,4 Miliar dan nilai Rp 1,1 miliar yang telah dibayarkan oleh PT. GSP tersebut, saat ini menurut Abdurachman sudah hangus atau dianggap tidak ada pembayaran sama sekali, kemudian ketiga Kliennya sudah beberapa kali diperingatkan oleh Bapak Abdurachman untuk mengosongkan dan pergi dari perumahan tersebut, karena tanahnya belum dibayar lunas oleh PT. GSP, terakhir berdasarkan data Kliennya telah menyetor dana baik sebagai uang muka maupun angsuran kepada PT. GSP dengan total dana yang disetorkan Rp 2,1 miliar.

“Perlu diketahui, klien kami sebagai konsumen (pembeli) beritikad baik dan tidak tahu menahu soal ada pihak lain di perumahan tersebut, karena sejak penandatanganan surat perjanjian dijelaskan bahwa tanah tersebut milik PT. GSP. Itu yang kami sampaikan atau laporkan. Untuk itu mohon kiranya, Bapak Kapolresta bandar Lampung dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut dan melindungi 17 klien kami sebagai antisipasi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena saat ini dilokasi sudah di pasang plang,”ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol. Harto Agung Cahyono menerangkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT. GSP.

“Tersangka, akan berupaya mengembalikan uang konsumen PT GSP. Meski demikian proses hukumnya tetap berjalan,”terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *