Kemampuan Menerjemah Kecerdasan Buatan Dari Microsoft

Kemampuan Menerjemah Kecerdasan Buatan Dari Microsoft : Para peneliti dari sejumlah perusahaan telah mengembangkan kecerdasan buatan dengan cukup masif. Salah satu perusahaan yang menaruh perhatian dalam pengembangan teknologi ini adalah Microsoft.

Kemampuan Menerjemah Kecerdasan Buatan Dari Microsoft

Beberapa hari lalu, tim peneliti dari Microsoft baru saja mengumumkan sebuah capaian yang luar biasa. Dikutip dari Tech Crunch, JumatĀ  (16/3/2018), mereka berhasil menciptakan sistem mesin penerjemah pertama dengan tingkat akurasi setara manusia.

Adapun proses penerjemahan ini dilakukan pada artikel berita dan dipakai untuk menerjemahkan bahasa Mandarin ke Inggris. Perusahaan menyebut sistem kecerdasan buatan ini sudah diuji coba berulang kali dengan 2.000 sampel dari beragam koran online.

Untuk mendukung uji coba, tim peneliti sengaja merekrut seorang konsultan bahasa asing. Hal ini dilakukan untuk membandingkan akurasi hasil terjemahan sistem dengan manusia.

Kesuksesan Microsoft harus diakui merupakan capaian yang luar biasa. Terlebih, penerapan mesin penerjemah dengan kecerdasan buatan semacam ini merupakan masalah yang masih terus diupayakan oleh peneliti dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

“Mesin penerjemah yang memiliki kemampuan setara manusia merupakan mimpi yang dimiliki tiap orang. Namun, kami tak sadar dapat mencapai hal tersebut begitu cepat,” tutur kepala Microsoft di bidang pengembangan mesin penerjemah, Xuedong Huang.

Dapat Mendukung Penelitian Lain

Membuat mesin memahami bahasa dalam skala semacam ini memang lebih rumit dari sekadar pengenalan suara. Sebab, kemampuan mesin untuk mengerti sebuah artikel sangat terbatas.

Hingga saat ini, kemampuan paling optimal dari mesin penerjemah adalah menyampaikan garis besar dari sebuah artikel. Namun, untuk mengetahui apa yang dimaksud dari sebuah artikel ini masih dibutuhkan manusia, meski penyampaian dari tiap orang dapat berbeda.

Terobosan Microsoft ini juga memungkinkan adanya pengembangan lebih lanjut, mulai dari proses penerjemahan yang lebih alami dan lancar. Microsoft juga menambahkan metode pelatihan baru di dalam sistem untuk meningkatkan kemampuan.

Nantinya, terobosan ini juga tak akan terbatas pada kemampuan mesin penerjemah. Assistant managing director of Microsoft Research Asia Ming Zhou menuturkan terobosan ini dapat mendukung penelitan lain di bidang kecerdasan buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *