Mahasiswi Diperkosa Oleh Kenalan Pria Dari Medsos

Mahasiswi Diperkosa Oleh Kenalan Pria Dari Medsos : Polisi kembali memeriksa mahasiswi menjadi korban kasus dugaan pemerkosaan oleh pria kenalannya berinisial TK, via aplikasi media sosial di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mahasiswi Diperkosa Oleh Kenalan Pria Dari Medsos

Menurut S, pihaknya telah dipanggil oleh Polres Jakut pada (16/3/2018) kemarin. “Itu melengkapi keterangan-keterangan saya sewaktu terjadinya yang dialami saya,” tuturnya, Jumat (22/3/2018) kepada wartawan di Jakarta Selatan.

Ia juga meminta kepolisian dengan rasa keadilan untuk menuntaskan kasus yang menimpanya dan menahan pelaku memperdayainya dengan mencekoki sake hingga tak sadarkan diri. “Sedangkan saya sudah berkali-kali diperiksa. Saya minta pelaku ditangkap dan diadili,” ucap korban berkulit putih ini.

Sementara itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Parahyangan, M. Jaya menegaskan, kasus pidana yang menimpa seorang mahasiswi S, pihak Polres Jakarta Utara harus mengusut secara tuntas, agar pelaku segera ditahan dan diadili. Apalagi pelaku masih berkeliaran bebas di luar.

Merujuk Pasal 1 KUHAP ayat 26, berbunyi saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri, dia lihat sendiri dan dia alami sendiri.

Kemudian Pasal 184 ayat 1 KUHAP berbunyi alat bukti sah adalah keterangan saksi, ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. “Dengan demikian setidak-tidaknya minimum 3 alat bukti sudah tersedia, yaitu keterangan saksi, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Dengan adanya alat bukti tersebut polisi seyogyanya segera menangkap, menahan sampai dengan memproses perkara ini di muka persidangan,” tegas Jaya.

Ia juga mengingatkan untuk juga mengutamakan kepentingan korban (victim), karena dalam perkara seperti ini pelaku cenderung memberikan keterangan bohong dan menyesatkan, hal ini guna menghindarkan terjadinya korban-korban lain dari para predator seks.

Seperti diketahui lantaran kasusnya belum ditanggapi Polres Jakarta Utara, S, 21, bersama penasihat hukum melayangkan surat perlindungan Hukum ke Polda Metro Jaya bersama Penasihat Hukum korban Azam Khan, berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor TBL/1126/K/IX/2017/PJ/RESJU Polres Jakarta Utara pada 25 September 2017 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *