Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi : Kasus penipuan perumahan berimbas pada penghuni rumah gelombang pertama. Sebanyak 17 kepala keluarga di Perumahan Griya Sentra Pesona VII,  Sukabumi, Bandar Lampung, melapor dan minta perlindungan ke Polresta Bandar Lampung.

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Zarkasyi dan ke 16 warga Perum Griya Sentra Pesona VII, meminta kepada Kapolresta Bandar Lampung, agar bisa menyelesaikan persoalan tersebut karena khawatir terjadi aksi anarkhis.

Menurut Ghinda Ansori Wayka selaku Kuasa Hukum, 17 warga Perum Griya Sentra Pesona VII terkait dengan permasalahan direktur perumahan yang menipu milyaran yang para konsumen perumahan.

Ada empat hal yang yang disampaikan yakni, pada saat membuat perjanjian antara PT. GSP dengan 17 Kliennya dinyatakan, bahwa tanah yang akan dibangun adalah tanah milik PT. GSP. Akan tetapi pada saat ini lokasi tanah perumahan Kliennya di pasang plang oleh Abdurachman yang mengklaim sebagai pemilik sertifikat hak milik (SHM) Nomor 13605, dan yang kedua kliennya ada yang sudah lunas dan ada juga yang masih mengangsur pembayarannya. Setelah dikonfirmasi ke PT. GSP, ternyata tanah tersebut dalam proses jual beli dengan harga Rp 2,5 Miliar.

Sedangkan PT. GSP, baru membayar Rp. 1,1 miliar kepada Bapak Abdurachman, sehingga masih kekurangan Rp 1,4 Miliar dan nilai Rp 1,1 miliar yang telah dibayarkan oleh PT. GSP tersebut, saat ini menurut Abdurachman sudah hangus atau dianggap tidak ada pembayaran sama sekali, kemudian ketiga Kliennya sudah beberapa kali diperingatkan oleh Bapak Abdurachman untuk mengosongkan dan pergi dari perumahan tersebut, karena tanahnya belum dibayar lunas oleh PT. GSP, terakhir berdasarkan data Kliennya telah menyetor dana baik sebagai uang muka maupun angsuran kepada PT. GSP dengan total dana yang disetorkan Rp 2,1 miliar.

“Perlu diketahui, klien kami sebagai konsumen (pembeli) beritikad baik dan tidak tahu menahu soal ada pihak lain di perumahan tersebut, karena sejak penandatanganan surat perjanjian dijelaskan bahwa tanah tersebut milik PT. GSP. Itu yang kami sampaikan atau laporkan. Untuk itu mohon kiranya, Bapak Kapolresta bandar Lampung dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut dan melindungi 17 klien kami sebagai antisipasi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena saat ini dilokasi sudah di pasang plang,”ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol. Harto Agung Cahyono menerangkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT. GSP.

“Tersangka, akan berupaya mengembalikan uang konsumen PT GSP. Meski demikian proses hukumnya tetap berjalan,”terangnya.

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas : Sepuluh pelaku pencurian dengan kekerasan, dibekuk secara  beruntun oleh tim Reskrim Polres Bogor. Satu diantaranya terpaksa ditembak karena melawan.

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas

Aksi sepuluh kawanan penjahat yang tergabung dalam kelompok Moonriker ini, bahkan melukai perempuan yang  melawan saat motornya hendak dirampas di jalan raya.

Maraknya aksi geng motor di wilayah Kabupaten Bogor berdasarkan laporan dari masyarakat, membuat Unit Resmob Satreskrim Polres Bogor melakukan tindakan.

Dari pengejaran yang dilakukan selama tiga minggu, sepuluh pelaku ditangkap dibeberapa tempat secara terpisah di Kabupaten Bogor.

“Laporan masyarakat, kami tindak lanjuti. Penyelidikan anggota, anggota berhasil menemukan basecamp geng motor yang menamakan dirinya Moonraker yang berlokasi di daerah Parung Kuda Karadenan Kabupaten Bogor. Selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap salah satu anggota geng motor tersebut,” kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kapolda Jawa Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Bogor Senin (20/11/2017).

Pelaku YH (31) yang ditangkap, lalu bercerita, jika aksi kelompok mereka berjumlah sepuluh orang.

Pengembangan dari pengakuan pelaku YH,  selanjutnya petugas berturut-turut, menangkap pelaku lainnya dirumahnya masing-masing.

Menurut Irjen Agung Budi, ketua geng motor Moonraker berinisial H (25), ditangkap di rumah kontrakannya didaerah Cikaret.

Pada penangkapan H, polisi terpaksa melepaskan timah panas ke arah kaki pelaku, karena melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Karena melawan dengan senjata tajam dan sudah berhadap-hadapan dengan petugas, akhirnya dilakukan upaya melumpuhkan,” kata Irjen Agung.

Sebelum melancarkan aksinya, H selaku ketua geng motor, mengumpulkan anak buahnya dan memberikan arahan sekaligus membagikan senjata tajam.

Mereka kemudian berkonvoi untuk mencari korban di jalan raya. Target utama, daerah sepi dan gelap.

“Setelah menemukan sasaran, selanjutnya para pelaku melakukan penyerangan secara bersama-sama dan tidak segan-segan melakukan pembacokan kepada korban untuk merampas sepeda motor dan barang-barang milik korban. Ada perempuan yang sudah menjadi korban dari aksi sadis para pelaku,” ujar jenderal bintang dua ini.

Dari pengakuan ke penyidik, kelompok curas ini sudah melakukan perampasan sepeda motor sebanyak 15 kali diwilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

Polisi juga berhasil meringkus 4 penadah motor hasil curian, “Pelaku penadah mengaku menerima motor dari ketua geng H lebih dari sepuluh kali,” ungkap Kapolda.

Bersama para tersangka, petugas menyita barang bukti 1 buah tongkat baseball, 6 senjata tajam jenis celurit, 1 senjata tajam jenis Samurai, 1 helm, 1 buah laptop merk Lenovo, 12 STNK, 11 unit. Para tersangka dijerat pasal berlapis dengan hukuman hingga 12 tahun.

“Untuk penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman kurungan penjara 5 tahun,” tandas Irjen Agung Budi.

Saat ditanya, tidak ada efek jera pelaku kejahatan, karena hukuman yang ringan, Kapolda mengaku, saat di kepolisian, penyidik sudah memakai hukuman maksimal. Namun saat diputus di pengadilan, ternyata dibawah tuntutan yang diharapkan.

“Tanya hakim, kenapa pelaku kejahatan sadis, vonisnya ringan. Kalau dari polisi, sudah maksimal,”tandasnya.

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor : Sepasang muda-mudi asal Jakarta, merampok di minimarket di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Awalnya, aksi mereka berjalan mulus. Namun setelah menggasak uang tunai dari brankas, mereka tertangkap saat berada diluar.

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor

Kapolsek Gunung Sindur, Kompol Asep Supriadi, Kamis malam mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap yakni, Jonatan 19, warga Jalan Bukit Duri Kecamatan Tebet Kodya Jakarta Selatan dan kekasihnya Na 17, tinggal di Jalan Subur Kebayoran Lama Kodya Jakarta Selatan.

Perampokan terjadi Rabur pukul 23.10 WIB. Pelaku yang mengendarai motor melaju dari Kampung Waru Parung dalam perjalanan pulang ke Ciputat dengan melintas lewat Gunung Sindur.

Setiba di simpang Prumpung, kedua pelaku belok ke arah Parung. Tepat di TKP, pelaku pura-pura akan belanja.

Namun setelah melihat keadaan sepi di dalam Alfamart, Jonatan menodong golok ke petugas kasir. Pelaku juga membentak petugas, sambil meminta menyerahkan uang dalam laci.

Permintaan pelaku ditolak petugas kasir dengan mengatakan, uang sudah di dalam brankas.

Pelaku lalu menuju ruang penyimpanan brankas. Di sini pelaku memerintahkan Piyan, kasir untuk membuka kunci brankas.

Dibawah ancaman, korban lalu membuka brankas. Setelah uang diambil, pelaku keluar.

Apes bagi pelaku, karena saat hendak kabur, tepat di teras Alfamat, ia ditangkap karyawan yang lain.

Melihat kekasihnya ditangkap, Natanca lari ke pinggir kebun. Upayanya meloloskan diri gagal. Ia berhasil ditangkap masyarakat.

Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Gunung Sindur. Petugas mengamankan barang bukti berupa, 1 golok, 1 sepeda motor merek Yamaha Jupiter MX warna hitam nopol B 6110 PPM dan uang tunai sebesar Rp 7.150.000. “Masih diperiksa,”tandas Kompol Asep.

Dua Maling Kambing Diamuk Oleh Warga

Dua Maling Kambing Diamuk Oleh Warga : Dua warga Kabupaten Tangerang, jadi bulan-bulan masyarakat setelah dipergoki tengah menyembelih kambing milik Tarman, 45, warga Kampung Bojong, Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Minggu (5/11/2017) sore.

Dua Maling Kambing Diamuk Oleh Warga

Nyawa dua spesialis pencurian hewan ternak ini berhasil diselamatkan petugas Polsek Tanara dan langsung digelandang ke Mapolsek Tanara.

Kedua tersangka yaitu Roni, 42, warga Desa Ranca Labu, Kecamatan Kemiri dan Udin, 43, warga Desa Jungkal, Kecamatan Rajeg. Dari tersangka ini polisi mengamankan barang bukti 1 ekor kambing, karung goni dan motor Honda Beat B 6228 GZH yang digunakan untuk sarana mengangkut.

“Dari keterangan warga, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan membawa daging kambing. Identitas tersangka yang kabur sudah kita ketahui,” terang Kapolsek Tanara, AKP Tohirudin menghubungi poskotanews.com, Senin (6/11/2017).

Kapolsek menjelaskan peristiwa pencurian di Kampung Bojong yang juga berbatasan Kabupetan Serang dengan Tangerang bermula ketika Tarman hendak membawa pulang kambing-kambingnya yang diangon. Saat itu, Tarman mengetahui dua kambingnya tidak ada.

Karena hilang, korban akhirnya mencari sampai akhirnya Tarman memergoki 3 warga tak dikenal sedang menguliti kambingnya.

“Melihat aksinya dipergoki si pemilik kambing, para pelaku ini berusaha melarikan diri. Begitu pelaku kabur, korban pun meneriaki maling hingga akhirnya warga setempat ikut mengejar dan berhasil menangkap dua pelaku,” kata Kapolsek.

Saat warga melampiaskan kekesalannya, kata Kapolsek, petugas polsek yang kebetulan ada tak jauh dari lokasi mengetahui kejadian itu. Petugas segera mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dari tangan warga. Satu pelaku yang terluka, dilarikan petugas ke puskesmas setempat untuk diberikan pengobatan.

“Kedua tersangka kini kita amankan dan jika kondisinya sudah normal akan kita minta keterangan,” ujar Kapolsek.

Para Pelaku Pengganjal ATM Berhasil Ditangkap Di Daerah Cibinong

Para Pelaku Pengganjal ATM Berhasil Ditangkap Di Daerah Cibinong : Kepolisian Satreskrim Polres Bogor menangkap pelaku pencurian uang di ATM dengan modus mesin menggunakan batang korek api.

Para Pelaku Pengganjal ATM Berhasil Ditangkap Di Daerah Cibinong

Aksi pelaku menggasak uang korban di ATM Center Bank BRI depan minimarket Superindo  di Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, berlangsung Minggu (29/10/2017).  Korban yang menderita kerugian atas kejadian  pada pukul 10.30 WIB, lalu melapor ke kepolisian.

Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) dan bukti petunjuk CCTV serta keterangan saksi, petugas melakukan pengejaran atas pelaku. Pelaku  dengan inisial AS 38, akhirnya ditangkap. Dalam pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika didampingi Kasat Reskrim, AKP Bimantoro Kurniawan dan Kasubag Humas, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, pelaku dalam aksinya menguras uang korban, memakai modus mengganjal mesin ATM dengan batang korek api dan tusuk gigi.

Setelah batang korek diganjal, pelaku lalu menunggu korban datang, guna menarik uang tunai. Saat korban mengalami kesulitan akibat kartunya tertahan, pelaku AS datang. Ia berpura-pura membantu korban.

Saat bersamaan, pelaku langsung menukar kartu ATM korban dengan ATM yang pelaku siapkan dengan model dan bentuk yang sama. Saat menukar kartu ATM asli dengan kartu ATM lain, pelaku meninggalkan korban. Tak lama, muncul H 45, rekan pelaku lain.

“Pelaku H tugasnya mengalihkan perhatian korban. Ia mengaku petugas bank dan  berperan menyuruh korban mengetik nomor PIN. Usai mengetahui PIN dari ATM korban, mereka menarik uang, setelah korban sudah pergi,” kata AKBP Dicky Jumat (3/11/2017).

Dua bandit yang sudah mengetahui nomor PIN korban,  kemudian janjian bertemu di  Indomaret Cikaret.  “Disinilah keduanya langsung menguras uang dari rekening melalui ATM yang dicuri tersebut,” ujar AKBP Dicky.

Dalam pemeriksaan, kedua bandit ini mengakui, sudah 30 kali melakukan pencurian dengan modus serupa diwilayah Bogor dan sekitarnya. Bukti petunjuk yang mengarah kepada kedua pelaku, diakui Kapolres Bogor, didapat dari rekaman CCTV.

Bukti petunjuk dan keterangan saksi, petugas mendapat gambaran. Sekitar pukul 19.30 WIB, pelaku H ditangkap didaerah Citeureup Bogor.

Interogasi di lapangan, pelaku AS ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Tamansari. Kedua pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Bogor.

Barang bukti yang diamankan yakni, 20 kartu ATM, 5 buku tabungan, 2 dus tusuk gigi, 2 gunting, 1 lem aibon, 1 senjata airsoftgun, 1 unit kendaraan roda empat jenis Grand Livina dan rekaman CCTV. Kedua tersangka terancam Pasal 363 KUHP  dengan pidana penjara diatas lima tahun.

Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan

Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan : Peristiwa meledaknya pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang menjadi perhatian Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah. Sebab, sebanyak 12 warga Tegal, Jawa Tengah diketahui menjadi korban dalam tragedi maut pada Kamis (26/10/2017) lalu.

Wakil Bupati Tegal Mengunjungi Korban Pabrik Petasan

Umi Azizah bersama rombongannya kemudian berkunjung dan menemui warganya yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (31/10/2017) malam tadi.

“Total ada 12 orang yang jadi korban, 3 orang meninggal dunia. Dari korban yang sudah meninggal dunia ada 2 yang sudah teridentifikasi, sisanya belum teridentifikasi,” ujar Umi usai menemui tiga warganya di ruang Dahlia RSUD Kabupaten Tangerang.

Selain korban tewas, kata Umi, sebanyak 3 orang masih menjalani perawatan intensif, 1 orang menjalani rawat jalan, dan 5 orang lainnya telah kembali ke rumah lantaran luka bakar yang dideritanya ringan.

“Kami menapresiasi pihak RSUD Kabupaten Tangerang telah merawat warga kami, kami titipkan mereka agar mendapatkan pengananganan serius sampai sembuh,” imbuhnya.

Meledaknya pabrik petasan yang merenggut puluhan nyawa karyawan PT Panca Buana Cahaya Sukses membuat Umi Azizah prihatin. Pasalnya insiden itu menelan anak di bawah umur yang dipekerjakan di perusahaan tersebut.

“Ada satu warga Kabupaten Tegal masih di bawah umur dipekerjakan di pabrik petasan tersebut. Ia adalah Moh Tanzilalil Umam (16) warga RT 04/04, Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Tanzilalil menderita luka bakar mencapai 20 persen akibat insiden tersebut,” ungkap Umi Aziah.

Untuk itu kedepannya, Umi Azizah berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang lebih tegas menegakkan aturan yang telah ditetapkan. Tak hanya itu, pengawasan terhadap perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur lebih ditingkatkan lagi.

“Ya, itu yang sangat saya sayangkan, info yang kami dapatkan dari usia belasan tahun diperbolehkan bekerja disitu. Mestinya pemerintah harus memperketat aturan, harus kontrol tempat perusahaan jangan sampai ada lagi tenaga kerja di bawah umur,” tegas Umi menandaskan.

Polisi Masih Memburu Tersangka Penjambret Pembunuhan Karyawati BNI

Polisi Masih Memburu Tersangka Penjambret Pembunuhan Karyawati BNI : Kasus jambret yang menewaskan karyawati Bank BNI Pematangsiantar, Sumatera Utara Rara Sitta Stefanie menemui titik terang. Pasalnya, keberadaan pelaku sudah terdeteksi.

Polisi Masih Memburu Tersangka Penjambret Pembunuhan Karyawati BNI

Selain itu sepeda motor Matic Vario warna putih milik pelaku sudah diamankan. Begitu juga tas korban yang diambil pelaku ditemukan sekuriti di sekitar selokan SMAN 3 Pematangsiantar.

Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut di bawah pimpinan Kombes Pol Andi Rian, Sabtu (28/10) mengerahkan Unit Jatanras ke Pematangsiantar.

Kasubdit Jatanras Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu mengatakan pihaknya masih mengejar pelaku.

Setelah dua hari diperiksa di Polres Pematangsiantar, enam orang sebelumnya yang diamankan mengaku tidak terlibat penjambret Rara Sitta Stefanie. Namun, mereka menyebutkan ciri-ciri pelaku penjambret pegawai Bank BNI Pematangsiantar.

Rara yang merupakan pegawai BNI di kota tersebut diketahui meninggal dunia dijambret dan diseret-seret kawanan begal saat mempertahankan tasnya, Kamis (26/10) sekitar pukul 19.30 Wib.

Korban mengendarai sepeda motor hendak perjalanan pulang ke rumah kontrakannya di daerah Marihat, Pematangsiantar, Sumut.

Saat melintas di Jalan Sibolga menuju Jalan Melanthon sepeda motor korban dipepet kenderaan pelaku. Tas korban dijambret. Korban berusaha melakukan pengejaran. Rara terjatuh dan terus mempertahankan tasnya hingga terseret-seret di aspal. Akhirnya korban tewas. Jenajah korban dibawa ke Yogjakarta dan selanjutnya dikebumikan.

Sindikat Pencuri Di Bekasi Dengan kedok Berprofesi Sebagai PRT

Sindikat Pencuri Di Bekasi Dengan kedok Berprofesi Sebagai PRT :  Sindikat pencuri di rumah mewah berpura-pura menjadi pembantu rumah tangga (PRT) dibongkar jajaran Polrestro Bekasi Kota.

Sindikat Pencuri Di Bekasi Dengan kedok Berprofesi Sebagai PRT

“Seorang wanita dan satu laki-laki kami,” ujar AKBP Widjonarko, Waka Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (24/10). Kini tersangka SM, 27 dan SS, 35 masih diperiksa sedangkan, satu tersangka lain berinisial KS masih diekjar.

“Modus operandi pelaku yakni SM mengaku bernama Mika Susanti. Berbekal fotokopi KTP, perempuan asal Cirebon tersebut melamar kerja menjadi pembantu rumah tangga ,” ucapnya.

Widjonarko menjelaskan, SM diterima kerja di rumah Yusniarsi, 58, di Perumahan Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Tiga hari kemudian, saat majikannya pergi, tersangka menjalankan aksinya dengan menghubungi kedua rekannya, SS dan KS .

Ketiganya mereka membawa kabur barang-barang milik sang majikan. Polisi yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan. Ternyata, fotokopi KTP yang dipakai bukan milik tersangka, melainkan milik orang lain. Berbekal rekaman CCTV, polisi berusaha mencari para tersangka.

Hasilnya, dua tersangka SM dan SS ditangkap 20 Oktober lalu di tempat persembunyiannya di Jakarta Pusat, sedangkan SS di Jakarta Selatan, bahkan dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas.

“Tersangka mengaku sudah tujuh kali melakukan aksinya dengan modus melamar menjadi asisten rumah tangga di antaranya di Jakarta Barat, dan Jakarta Timur,” ungkapnya

“Barang bukti yang diamankan satu unit sepeda motor, perhiasan emas, dompet, serta televisi LED,” imbuh Widjonarko.

Perampok Menusuk Istri Karyawan BI Dan Wanita Pembantu

Perampok Menusuk Istri Karyawan BI Dan Wanita Pembantu : Perampok bersenjata tajam menyatroni rumah milik Komir (48), pegawai Bank Indonesia (BI) Telukbetung di Jalan Sitara Desa Merak Batin Natar, Lampung Selatan, Rabu( 18/10/2017) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Perampok Menusuk Istri Karyawan BI Dan Wanita Pembantu

Pelaku yang kepergok pemilik rumah, langsung menusuk perut istri Komir bernama Eni Dwiyani (46) dan seorang pekerja rumah tangga (PRT) bernama Uliyah (50).

Kedua korban yang luka serius dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Medika Natar (RSMN), Lampung Selatan.

Menurut saksi mata, Samsul Arif (30), saat terjadia perampokan ia mendengar teriakan minta tolong dari rumah milik korban. Saat itu juga ia bersama warga langsung mendatangi lokasi.

“Saya melihat Uliyah pembantunya Pak Komir, sudah berada di samping rumah dengan kondisi sudah terluka tusukan di perut, dada dan tangannya. Begitu juga Ibu Eni mengalami tiga luka tusuk di pinggulnya,” ucapnya.

Saat itu juga, kata Arif, dirinya bersama warga langsung mengepung rumah korban untuk mencari pelaku. Taklama berselang, Haris, warga Candimas, Natar berusaha kabur dari dalam rumah korban.

Namun dapat ditangkap dipersawahan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Massa yang geram, langsung menghakimi pelaku hingga babak belur.

“Beruntung polisi cepat datang mengamankan pelaku, saat itu juga petugas membawa pelaku ke Mapolsek Natar,”terangnya.

Menurutnya, meski sudah menangkap Aris, ia menduga masih ada pelaku lain yang bersembunyi di rumah korban. Sehingga warga bersama beberapa petugas kepolisian dan TNI mencarinya.

Namun setengah jam dilakukan pencarian, petugas tidak menemukan adanya pelaku lain.

Kapolsek Natar, Kompol Eko Nugroho mengatakan, bahwa tersangka mendappat informasi dari rekannya rumah tersebut menyimpan banyak uang. Hal tersebut diketahui tersangka, setelah mendapat informasi dari temannya Ansori.

“Tersangka Haris belum sempat menguras harta milik korban, karena aksinya dipergoki oleh asisten rumah tangga,”ujarnya saat di Mapolsek Natar.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita sebilah pisau garpu yang digunakan tersangka Haris menusuk kedua korban dan sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam Biru BE 4355 EN yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.

Eko mengutarakan, tersangka Haris masuk ke rumah korban seorang diri, saat penghuni rumah sedang lengah sekitar pukul 09.30 WIB. Kemudian, tersangka bersembunyi di balik pintu depan. Pada saat Uliyah (50) hendak menutup pintu, melihat tersangka sudah berada di balik pintu tersebut.

Secara spontan, Uliyah berteriak dan Haris langsung menusuk wanita pembantu itu dengan pisau garpu di perut . “Setelah menusuk kedua korban , tersangka Haris lari dan bersembunyi di loteng ,”terangnya.

Beruntung teriakan korban didengar oleh warga setempat. Saat itu juga, warga mengepung rumah keryawan BI itu tersangka yang berusaha kabur dari arah belakang menuju ke persawahan ditankap.

Menurutnya, kedua korban yang mengalami luka tusukan, rencananya akan dilakukan operasi malam ini sekitar pukul 19.00 WIB.

Penyelundupan 386 KG Ganja Kering Menewaskan Satu Orang Penyelundup

Penyelundupan 386 KG Ganja Kering Menewaskan Satu Orang Penyelundup : Unit Narkotika Polda Metro Jaya, menggagalkan penyelundupan ganja seberat 386 kilogram yang dikirim dari Aceh, melalui jalur darat. Satu orang bandar yang melawan petugas saat ditangkap, ditembak mati, sementara tiga lainnya ditangkap.

Penyelundupan 386 KG Ganja Kering Menewaskan Satu Orang Penyelundup

Bandar yang ditembak mati adalah Yls, alias JL, 35, sementara tiga lainnya yakni SYR alias RJL, 45, GSM alias GR, 39, dan SSD alias AGM, 48, diamankan petugas. Dalam aksi penyelundupan itu, pelaku memodifikasi bak truk untuk menyimpan ratusan kilogram ganja kering.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus itu dilakukan di tiga lokasi berbeda. Di mana awalnya, petugas mengamankan mobil Toyota Cayla yang dikemudikan SYR dan GSM di rest area tol Tangerang-Jakarta. “Dari mobil itu, kami menemukan ganja sebanyak 38,5 kilogram,” katanya, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (16/10).

Menurut Argo, usai kedua pelaku ditangkap, petugas langsung melakukan pengembangan. Terlebih, keduanya mengaku baru saja mengambil ganja dari truk yang tengah beristirahat di rest area. Tim yang bergerak cepat akhirnya mengamankan SSD yang merupakan sopir truk. “Awalnya kami sedikit kebingungan karena truk tersebut dalam keadaan kosong tanpa muatan,” ujarnya.

Berkat kejelian petugas, kata Argo, anggota akhirnya menemukan truk tersebut yang sudah dimodifikasi. Pasalnya, begitu truk Fuso itu dibongkar, pihaknya mendapati 347,761 kilogram ganja. “Dari truk itu, ada sekitar 315 paket ganja kering yang sudah dikemas pelaku,” ujarnya.

Tak puas dengan hasil tangkapannya, petugas pun mengincar pemesan. Dan 13 Oktober lalu, YLS ditangkap di rumahnya di kawasan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Si bandar yang sudah diamankan, dibawa untuk menunjukan rumah temannya di kawasan Cibinong. “Namun, saat pengembangan itu pelaku melawan dan mencoba merebut senjata petugas sehingga diberi tindakan tegas,” ungkap Argo.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan menambahkan, pelaku yang menjadi kurir menerima upah Rp80 juta untuk sekali antar dari Aceh ke Jakarta. “Namun, si pelaku baru menerima Rp20 juta ,” ujarnya.

Suwondo menambahkan, berdasarkan keterangan dan beberapa bukti lain, pihaknya tahu bahwa kegiatan ini berlangsung selama satu tahun. Pasalnya, upaya penyelundupan yang dilakukan pelaku terbilang cukup rapi. “Pelaku memodifikasi sejumlah bagian mobil agar mudah menyelundupkan paket ganja. Jadi di bawah baknya itu ada lagi bak buatan. Kita bongkar pakai linggis ada ganjanya di dalam,” pungkasnya.