3 Orang Tewas Dan Empat Luka Akibat Kereta Batubara Menabrak Terios

3 Orang Tewas Dan Empat Luka Akibat Kereta Batubara Menabrak Terios : Kereta batubara hajar kendaraan Terios. Akibatnya, dua orang tewas di tempat dan satu di rumah sakit, serta empat lainnya luka-luka. Kereta pengangkut baturara tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Merak.

3 Orang Tewas Dan Empat Luka Akibat Kereta Batubara Menabrak Terios

Tabrakan ini terjadi persis di pintu perlintasan kereta api, di Kampung Pladen, RT 01/05, Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel, Sabtu dini hari (13/1) sekitar pukul  04:00

“Tabrakan terjadi  saat kendaraan ingin pengemudi menyerobot pintu palang kereta api,  hingga tidak mengetahui adanya kereta pengakut batu bara dari arah Jakarta menuju Merak akan melintas,” kata Heru, warga sekitar.

Kemungkinan besar pengemudi terburu-buru dan ingin cepat menyeberang rel kereta tersebut saat sampai di tengah pintu perlintasan ternyata ada kereta yang akan melintas sehingga tidak dapat menghindari lagi hingga terjadi tabrakan.

Kendaraan Daihatsu Terios warna Hitam sempat terlempar dan terseret ke arah kebon kosong sekitar pintu perlintasan terhenti setelah tersngkut diposong pisang.

Warga yang mendengar suara benturan keras kemudian datang ke lokasi dan mencoba melihat kejadian serta membantu mengevakuasi korban yang ada di dalam mobil tersebut.

“Kalau tidak salah ada dua orang yang meninggal, dua luka parah dan dua lagi luka ringan,” katanya. Korban langsung dibawa ke rumah sakit Prapatan Duren untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Tiga meninggal

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho maupun  Kapolsek Ciputat Kompol Donny Wibisono, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Menurut dia, korban meninggal dunia di tempat ada dua orang, satu meninggal dunia di rumah sakit, satu luka berat dan kritis serta dua lagi luka ringan, ujarnya mereka yang luka-luka kini mendapatkan perawatan di RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Ketiga korban yang meninggal dunia antara lain Nazawa (17, pelajar), alamat Pondok Ranji Jalan Rusa IV RT 3/4  Ciputat, Tangsel; Andrian (27, karyawan swasta) warga Jalan Sumber Hidup I RT 6/4 Kedaung, Pamulang; dan  Yuliyanti (30,  ibu rumah tangga) , warga Jalan Pendowo, Gg H.Niin Rt.006/009 Limo Depok.

Untuk yang luka berat dan kritis masih dalam perawatan di RSU Tangerang yaitu Nurlela (17), pelajar, beralamat Villa Mutiara I Blok A.E no.11 RT.1/4, Sawah baru, Ciputat, dan Jeniar Mulya (20) beralamat  Gg.Masjid Darusalam RT 5/3 Kedaung , Pamulang.

Yang mengalami  luka ringan adalah Anton Ibrahim (22) pengemudi Gojek), alamat Gg Masjid Darusalam RT 6/4 , Kedaung, Pamulang.

Pengendara Motor Melakukan Aksi Pencabulan Terhadap Wanita Muda

Pengendara Motor Melakukan Aksi Pencabulan Terhadap Wanita Muda : Seorang wanita menjadi korban kejahatan pelecehan seksual  dengan modus  meras payudara terjadi di Gang Kuningan, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jumat (12/1/2018).

Pengendara Motor Melakukan Aksi Pencabulan Terhadap Wanita Muda

Wanita muda berusia 21 tahun ini tidak tahu harus berbuat apa, setelah peristiwa pencabulan yang menimpa dirinya sempat viral di media sosial.

Anggota  Polsek Beji quick respon segera mendatangi rumah korban untuk mencari informasi.

Menurut anggota Bhabinkamtibmas Kemiri Muka, Aiptu Rojuddin, peristiwa terjadi waktu siang saat korban sedang jalan di lokasi kejadian sambil bermain HP. Tiba-tiba dari arah belakang korban ada pengendara motor Honda Vario langsung berhenti di samping korban setelah itu pelaku langsung memeras payudara korban.

“Pelaku langsung kabur ke arah keluar Jalan Margonda setelah melakukan aksi cabulnya ,” ujar Aiptu Rojuddin yang  didampingi petugas Inafis Polresta Depok dipimpin Kanit Identifikasi Iptu Sutiyasno di lokasi.

Peristiwa tersebut sempat terekam oleh cctv milik salah satu gedung yang ada disekitar lokasi. “Dalam rekaman cctv tersebut pelaku sendiri menggunakan motor honda vario B 3720 EAB atau EAS,” ungkapnya.

Sementara itu Rojuddin meminta kepada masyarakat terkait kasus modus kejahatan pencabulan modus payudara ini agar lebih waspada dan berhati-hati jika seorang diri khususnya wanita berjalan di lokasi yang sepi.

“Modus kejahatan remas payudara ini sudah beberapa kali terjadi  di Gang Kober Kelurahan Pondok Cina. Sebelumnya yang menjadi korban salah satu alumni sebuah perguruan saat sedang jalan,” paparnya.

“Tadi tim inafis Polresta Depok udah datang ke lokasi untuk cek TKP dipimpin Kanit Identitikasi Iptu Sutiyasno bersama petugas SPKT Polres. Setelah itu korban langsung dibawa ke Polres untuk buat laporan.”

Mantri Gadungan Diringkus Akibat 12 Warga Keracunan Obat

Mantri Gadungan Diringkus Akibat 12 Warga Keracunan Obat : Petugas Satuan Reskrim Polres Pandeglang menangkap, R (50), warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Pria yang mengaku sebagai mantri ini diamankan karena diduga menjadi penyebab 12 orang keracunan setelah mengkonsumsi obat yang diberikan olehnya.

Mantri Gadungan Diringkus Akibat 12 Warga Keracunan Obat

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengaku telah menerima laporan dari warga adanya 12 warga yang keracunan pasca berobat kepada R. Setelah dilakukan penyelidikan Polres Pandeglang menemukan 10 jenis obat keras dari terduga R, yang harus didapat menggunakan resep dokter.

Pelaku R sendiri ditangkap di kediamannya di Jiput usai melakukan pengobatan terhadap warga Kampung Kadukendi, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes hingga menyebabkan keracunan.

“Memang R ini berpraktik seolah-olah sebagai mantri atau dokter. Dari hasil interogasi kami, R ini hanya lulusan SMP, tapi ia belajar pengobatan dari temannya di Jakarta,” kata Indra kepada wartawan, Selasa (3/1/2018).

Menurut Indra, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pandeglang, bahwa terduga tidak pernah mengajukan izin untuk membuka praktik pengobatan. “R ini tidak membuka praktik, dia hanya berkeliling setelah menerima telpon dari pasiennya,” ujarnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman mengaku masih melakukan pemeriksaan intensif kepada terduga R. “Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan apakah bersalah atau tidak,” ucapnya.

Pelaku R sendiri membenarkan tidak memiliki ijin pengobatan dari Dinkes maupun PPNI Pandeglang, ia mengaku mendapat obat tersebut dari apotek tanpa resep dari dokter. “Saya sudah 5 tahun melakukan pengobatan atas panggilan warga, dulu saya pernah menjadi asisten dokter di Jakarta,” akunya.

Oknum Debt Collektor Membuat Ulah

Oknum Debt Collektor Membuat Ulah : Oknum debt collektor kembali membuat ulah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Kali ini, dua oknum penagih hutang itu melakukan pengeroyokan terhadap seorang penumpang mobil Honda Jazz hingga korban mengalami luka serius.

Oknum Debt Collektor Membuat Ulah

Kejadian sendiri terjadi pada Jumat, (29/12/2017) saat korban Vanny Virangga (32) melintas di Jalan Taman Palem Lestari, Jakarta Barat. Tiba-tiba ia dihadang oleh dua orang pria pengendara motor yang mengaku sebagai orang suruhan salah satu perusahaan finance dan menuduh korban telah menunggak cicilan mobil.

“Awalnya antara korban dan pelaku sempat ngomong baik-baik. Namun, ketika korban masuk ke mobil, pelaku datang lagi dan langsung melakukan pengeroyokan,” kata Kapolsek Kali Deres, Kompol Efendi saat dikonfirmasi, Sabtu, (30/12/2017).

Akibat aksi brutal para pelaku, korban mengalami luka yang cukup serius yakni pendarahan di bagian kepala. “Korban mengalami luka robek di kening dan kepala akibat dipukul dengan kunci motor,” ucap Efendi.

Setelah mendapat laporan Polsek Kali Deres langsung memburu pelaku dan tidak butuh waktu lama dua pelaku yang diketahui DT alias JH (37) dan TO dibekuk.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk sopir korban yang saat itu mengendarai mobil milik korban. Atas perbuatannya itu, keduanya terancam dengan jeratan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan atau Kekerasan Secara Bersama-sama.

“Sesuai dengan arahan Bapak Kapolres, kami pun berkomitmen untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalan serta tidak mentolerir aksi-aksi premanisme. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tegas Efendi.

Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas

Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas : Kebrutalan geng motor kembali berulah, para pelaku bersenjata tajam celurit menyatroni warung tegal (Warteg) Kharisma Bahari di kawasan Cinere, Kota Depok, Selasa (26/12/2017), selain merampok pelaku juga membacok korban yang sedang makan.

Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas

Berdasar keterangan pemilik warteg, Kalimatusadiyah,34,  peristiwa diketahui sekitar pukul 03:30 Wib, ketika dirinya bersama seorang putra dan dua pegawainya sedang jaga melayani pembeli yang makan. Tiba-tiba masuk enam orang masing-masing membawa celurit sambil mengancam.

“Pada saat kejadian tiga orang yang sedang makan diancam pelaku sambil menggunakan celurit untuk menyerahkan hape. Setelah merampas hape pelaku lalu mengambil motor Yamaha MX milik satu korban juga,”ujarnya kepada Pos Kota saat ditemui di rumah sekaligus tempat usaha Warteg Kharisma Bahari Blok 49, Jalan Limo Raya,  (depan kantor Samsat Cinere), Cinere Kota Depok.

Ibu satu anak ini bersama putra suami serta kedua pegawai merasa ketakutan melihat para pelaku menghampiri dengan membawa senjata tajam, Sadiyah bersama lainnya langsung bersembunyi ke lantai dua.

“Saya bersembunyi menyelamatkan diri di dalam kamar mandi, sedangkan suami serta putra dan pegawai di lantai dua segala ruangan yang bisa buat sembunyi,”katanya.

Setelah pelaku mencuri HP serta korban milik korban, lanjut Sadiyah, langsung membacok sekitar punggung salah satu korban setelah memecahkan kaca etalase makanan, dan kaca depan dengan celurit.

“Pelaku juga mengambil uang penjualan semalam Rp 250 ribu pecahan Rp50 ribu serta recehan dari dalam laci. Setelah itu langsung memecahkan kaca depan dan etalase lauk pauk baru pergi menggunakan tiga motor,”ungkapnya.

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 : Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, menangkap seorang pedagang helm di Jalan Raya Pekayon RW 06 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (20/12) pagi.

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88

Pria berinisial M, ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, dalam satu penggerebekan oleh sepasukan anggota Densus 88, “Ada lima mobil minibus yang datang dan semuanya bersenjata laras panjang,” jelas Yadi Alamsyah, 40, satu warga yang sempat melihat seseorang dibawa ke dalam mobil petugas.

Menurut Yadi, saat itu dia mendengar suara letusan seperti bunyi senjata api, namun saat dia kembali dan mengambil Ponselnya bermaksud mengabadikan peristiwa itu, dihalau, “Saya disuruh jalan dan pasukan bersenjata lengkap juga mengatur arus lalulintas,” ujar Yadi.

Sementara beberapa warga mengatakan, pria yang belum diketahui identitasnya lengkapnya itu baru tiga bulan berdagang di kios yang dikontrak tersebut.

Dudi, 34, karyawan toko yang berada di sisi kios toko helm mengatakan, ada lima mobil minibus sekitar pukul 06:30, mereka, menurut Dudi berseragam lengkap dengan membawa senjata laras panjang. Mereka lalu masuk ke dalam kios yang ditempati terduga teroris.

“Petugas juga sempat membawa beberapa barang milik penjual helm itu dan meninggalkan lokasi pukul 09.00 WIB,” katanya.

Pria terduga teroris itu diciduk oleh Densus 88, baru tinggal sekitar tiga bulan. Dia bersama dengan istrinya mengontrak kios berukuran sekitar 3X5 meter untuk berjualan helm. Informasi didapat, M berasal dari Jambi.

“Orangnya memang agak asing, jadi agak segan untuk menegur atau menyapa,” kata Dudi.

Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto membenarkan terkait penangkapan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Pihaknya hanya membantu pengamanan luar.

“Jelasnya minta ke ke Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono),” kata Indarto .

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas : Kedapatan menyembunyikan ganja di dalam kulkas dan di karpet, MTI,26, warga Kedaton, Kota Bandar Lampung dan tiga pelanggannya, diamankan petugas Satuan Reserse narkoba Polresta Bandar Lampung, di rumahnya masing-masing, pada Jumat (15/12/2017).

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol. Indra Herlianto mengatakan, pihaknya telah mengamankan tersangka di Mapolresta Bandar Lampung.

“Tersangka merupakan bandar ganja yang beroperasi di wilayah Bandar Lampung,”kata Indra Herlianto.

Saat di introgasi, tersangka MTI mengakui perbuatannya dan hanya mengedarkan ganja di Kota Bandar Lampung. Tersangka sudah dua kali membeli ganja dari Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Way Hui, Bandar Lampung. Oleh tersangka ganja tersebut, selain digunakan sendiri juga untuk di jual kepada pelanggannya.

“Tersangka membeli ganja dari Napi seharga Rp 1.400.000,- per 0,5 Kg, kemudian dijual kepada pelanggannya bernama, Adetaviano Dani Sahputra seharga Rp. 1.900.000,- per 0,5 Kg. Jika ditotal, tersangka mendapatkan keuntungannya sebesar Rp. 500.000 per 0,5 Kg,”ujar Indra Herlianto.

Dari pengakuan tersangka MTI, kemudian petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas kembali mengamankan tersangka ADS ,25, warga Perumnas Way Halim, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, AP ,24, warga Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, dan FF,26, warga Kedaton, Bandar Lampung.

Dari rumah tersangka MTI diamankan barang bukti berupa, satu gelas bening berisikan ganja kering yang disimpan di dalam kulkas, satu bungkus pelastik berisikan daun ganja kering dan 1 linting daun ganja kering di selipan karpet dalam ruang tamu.

Dari rumah tersangka ADS diamankan barang bukti berupa, 1 puntung ganja di dalam kotak rokok dan 1 puntung ganja di asbak.

Dari rumah tersangka AP diamankan barang bukti berupa, 1 buah kertas warna coklat yang berisikan batang ganja kering di dalam kotak sampah di depan kamar, dan 7 lembar potongan kertas warna coklat di bupet TV dan dari tersangka rumah tersangka FV diamankan barang bukti berupa, 5 lembar kertas coklat bekas bungkus daun ganja kering saat memecah daun ganja kering.

Akibat perbuatannya, tersangka MTI dan tiga pelanggannya bakal dijerat pasal Pasal 114 ayatt (1) sub Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk : Jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menghimbau kepada pemakai kendaraan roda dua atau sepeda motor khususnya para pengendara ojek on line untuk tidak berkendaraan dalam kondisi atau keadaan mengantuk karena dapat membahayakan dirinya serta mengakibatkan kecelakaan.

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk

Hal ini ditegaskan Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lalu Hedwin, setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan tunggal seorang pengemudi ojek online yang tengah melaju di Jalan Raya Boulevard, Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong menabrak mobil jenis Honda Mobilio yang parkir di pinggir jalan.

“Korban atau pengendara ojek online masih dalam keadaan berdiri di sepeda motor yang telah menabrak bagian belakang mobil Honda MObilio yang terparkir,” ujarnya walaupun banyak mengeluarkan darah korban masih selamat dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sejumlah saksi mata mengatakan pengemudi sepeda motor yang diduga ojek online diduga dalam keadaan mengantuk karena mobil yang ditabrak dari arah belakang sedang berhenti di pinggir jalan. Korban masih menggunakan jaket mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan sepeda motor mengalami rusak di bagian roda depan untuk mobil yang ditabrak selain mengalami penyok di bagian belakang juga pecah kaca belakang diduga akibat benturan.

Kasusnya tengah ditangani Lantas Polres Tangsel, ujarnya yang mengimbau agar pengemudi sepeda motor jika mengantuk hendaknya beristirahat terlebih dulu untuk menghindari kecelakaan dan terjatuh dari sepeda motor yang melaju kencang.

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko : Perampokan berdarah terjadi di toko Indomart Pandan Lamper di Jalan Gajah, Semarang, Jumat (8/12/2017) dinihari, Agung Koko Prakosa,21, karyawan bagian kasir setempat tewas ditusuk senjata tajam.

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko

Korban yang diduga kuat melawan saat dirampok itu tewas dengan empat luka tusuk ditubuhnya. Uang tunai senilai Rp2 juta yang ada dalam brankas lenyap disikat pelaku .

Hingga berita ini diturunkan, perampokan brutal ini masih dalam pengusutan aparat Polrestabes Semarang. Perampokan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB .

Menurut sejumlah saksi, pelaku masuk toko berpura-pura ingin menukar uang. Korban sama sekali tak menaruh curiga dan bermaksud melayani pelaku. Selanjutnya korban berjalan ke ruang brankas untuk melayani lelaki tak dikenal itu.

Saat di ruang brankas inilah diduga korban dipaksa menyerahkan uang yang ada dalam brankas yang saat itu jumlahnya mencapai Rp2 juta. Korban yang warga Dukuh Nggagung RT 9 RW 1, Desa Sendangsoko, Jakenan, Pati itu diduga melawan sehingga pelaku kalap .

Korban akhirnya roboh ke lantai setelah  dibantai dengan empat kali tusukan senjata tajam. Dua tusukan menembus bagian dada dan dua tusukan lain menembus bagian lambung korban .Korban tewas seketika di lokasi kejadian .

Korban ditemukan rekannya dalam kondisi tergeletak di lantai bersimbah darah.Uang Rp 2 juta dalam brankas hilang, diduga dibawa pelaku .

Sejumlah petugas Polrestabes Semarang langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Jenazah Agung dibawa polisi ke RS Bhayangkara.

.“Pelaku masih dalam penyelidikan. Doakan saja semoga segera ditangkap,” kata Kapolsek Gayamyari, Kompol Wahyuni Sri Lestari.

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran : Isak tangis dengan raut wajah penuh penyesalan tergambar dari 21 siswa yang diamankan polisi. Sambil meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi tawuran, para siswa dari beberapa SMA di Kota Tangerang itu menciumi kaki kedua orangtuanya.

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran

Seketika ruang Rupatama Mapolres Tangerang Kota, pada Jumat (1/11) petang itu berubah menjadi hujan isak tangis. Para orangtua tak henti-hentinya mengusap air mata menyaksikan putra mereka mencium tangan lalu bersujud menciumi kaki.

“Bapak ibu maafkan Fadli ya. Fadli janji tak lagi ikut tawuran,” ucap siswa kelas 3 sebuah SMA ini. “Fadli kapok, dan tak akan mengulangi lagi.”

Seketika remaja berusia 17 tahun itu mencium kedua tangan bapak ibunya. Sesaat kemudian Fadli bersujud dan menciumi kedua kaki orangtuanya. “Saya maafkan. Ingat, jangan lagi tawuran. Tinggalkan itu. Saatnya merajut cita-cita mu,” ucap bapaknya terharu.

Sebelumnya para pelajar ini terlibat tawuran dengan siswa lain di Jalan Raya Serang Pasar Cikupa, Tangerang. Dalam ‘perang massal’ itu sejumlah pengendara ketakutan dan berusaha menghindar sehingga antrean panjang kendaraan terjadi di kawasan tersebut.

Beruntung tak berlangsung lama setelah puluhan polisi membubarkan tawuran tersebut. Sebanyak 21 pelajar diamankan dan digelandang ke Mapolres Tangerang Kota.

Kapolres AKBP Sabilul Alif punya cara berbeda dalam menghukum mereka. Dia mengundang Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan orangtua serta guru para pelajar yang terlibat tawuran tersebut untuk berdiskusi.

Polisi lalu menghukum para pelajar dengan menyuruh mereka bersujud kepada orangtua masing-masing meminta maaf. “Saya melihat raut kesedihan dari orangtua saat putra mereka sungguh-sunguh memohon maaf,” ujar AKBP Sabilul Alif.

Ia berharap maaf yang disampaikan para pelajar kepada orang tuanya bukan sekadar lip service. “Semoga itu dari nurani para pelajar yang menyesali perbuatannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lukman mengaku terpukul, malu dan merasa bersalah karena peristiwa tawuran pelajar masih terjadi. Dia pun mengajak orang tua dan pihak sekolah bersungguh-sungguh mendidik pelajar.

“Ini pukulan telak bagi kami. Sedih dan kecewa karena pendidikan kita seperti ini,” ujarnya seraya menegaskan, akan memanggil kepala sekolah bersangkutan memintai pertanggungjawaban.

Menurutnya, pihak sekolah tidak bisa lepas tangan atas peristiwa itu. “Kami akan tegas. Bila perlu kami rekomendasikan bagi sekolah swasta yang anak didiknya terlibat tawruan dicabut izinnya. Sedangkan, bagi sekolah negeri, kepala sekolahnya kami mutasikan,” tegasnya.