Penggunaan Chip Magnet Pada Kartu Debet Serta Kredit Agar Lebih Aman

Penggunaan Chip Magnet Pada Kartu Debet Serta Kredit Agar Lebih Aman : Polisi dan Bank Indonesia (BI) dorong pihak perbankan menambah sistem keamanan magnet pada kartu kredit dan debit nasabahnya dengan sistem keamanan chip.

Penggunaan Chip Magnet Pada Kartu Debet Serta Kredit Agar Lebih Aman

Hal itu untuk mencegah terjadinya kebocoran data atau menjadi korban skimming.

“Sudah ada kartu  ATM, yang  keamanannya menggunakan chip ada juga yang masih menggunakan sistem magnet yang ada garis hitamnya. Bank Indonesia harus mendorong seluruh ATM menggunakan atau mengganti dengan chip,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di kantornya, Sabtu (17/3/2018).

Dalam kesempatan sama, Eva Pangabean selaku Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan sistem pembayaran BI juga mengatakan hal senada.

Menurutnya, BI selaku otoritas di bidang sistem pembayaran selalu memberi kebijakan regulasi dan mendorong perbankan melalui ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan untuk memberikan pengamanan baik di penggunaan transaksi menggunakan kartu kredit maupun kartu debit.

“Makanya nanti teman-teman bisa melihat bahwa sekarang di kartu kartu ATM atau debit sudah menggunakan chip untuk keamanannya, ” kata Eva. “Jadi dengan teknologi chip itu memang akan sulit dilakukan pemalsuan terhadap data yang ada.”

Selain itu, BI juga selalu mendatangi perbankan untuk terus memastikan sistem deteksi dalam perbankan sudah berkerja dengan maksimal untuk menangkal kegiatan yang merugikan nasabahnya.

“Bank Indonesia tidak bisa jalan sendiri melindungi nasabah, tapi  harus ada kerjasama yang baik dari perbankan di mana pihak perbankan adalah selaku penyedia jasa nya, sistem pembayaran, termasuk peralatan yang dipakai,” kata Eva.

Pembobol ATM BRI Berhasil Dibekuk Polisi

Pembobol ATM BRI Berhasil Dibekuk Polisi : Komplotan pembobol kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dibekuk Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Tangerang dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/3/2018).

Pembobol ATM BRI Berhasil Dibekuk Polisi

Komplotan ini dalam melakukan aksinya menggunakan modus skimming dengan alat skimmer yakni meng-cloning data nasabah bank kedalam kartu ATM kosong dan menguras harta korbannya.

Setelah penelusuran selama satu satu minggu tim Unit IV Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan Akp Rovan Richard Mahenu para pelaku ditangkap di empat lokasi yakni DE PARK Cluster Kayu Putih Blok AB 6, Serpong, Tanggerang, Bohemia Vilage I, Serpong, Tanggerang, Hotel Grand Serpong, Tangerang, dan Hotel De’ Max Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat.

Lima pelaku yang berhasil ditangkap yakni Caitanovici Andrean Stepan (28), Raul Kalai alias Lucian Meagu (28), Ionel Robert Lupu (28) ketiganya adalah Warga Negara Rumania, kemudian Ferenc Hugyec (27) Warga Negara Hungaria, dan Milah Karmilah (30) seorang wanita Warga Negara Indonesia.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Aris Supriyono, menjelaskan para pelaku melancarkan aksinya sejak Juli 2017 dengan membuat sendiri alat skimer dan alat pendukung lainnya yang dipasang di beberapa ATM di wilayah Bali, Bandung, Jogjakarta, Tangerang, dan Jakarta.

“Data yang di dapat dari alat skimmer digandakan di kartu ATM kosong kemudian digunakan dengan cara datang ke ATM, memasukkan nomer PIN, selanjutnya para tersangka menarik tunai uang yang ada di ATM,” kata Aris dalam keterangannya, Jumat (16/3/2018).

Meski belum disebut jumlah uang yang berhasil dikuras oleh komplotan ini selama beraksi, namun diduga puluhan nasabah baik dari Bank BRI maupun bank swasta lainnya telah menjadi korban para pelaku. “Semua bank lokal Indonesia. Uang hasil kejahatan digunakan untuk keperluan sehari-hari” kata Aris.

Saat ini, para pelaku masih telah ditahan di Polda Metro Jaya sedangkan polisi masih melakukan pemeriksaan intensif dan mengembangkan kasus tersebut.

Polisi juga sudah menginformasikan kepada pihak BRI dan bank swasta lain yang menjadi korban kejahatan komplotan ini. Dari pihak bank tengah melakukan investigasi internal untuk mencari tahu nilai kerugian nasabah maupun sistem internal.

Dari para tersangka diamankan beberapa barang bukti yakni 1 Deepskimmer, 1 Encoder, 3 SPY Cam, 1.447 kartu ATM berisi data curian nasabah, 21 kartu ATM Member Card, 4 Kanopi Pin Pet, 6 SD Card, 5 unit Handphone, 19 karet mulut ATM (bezel), 1 laptop, 6 modem, 5 Hardisk, 5 Flasdisk, 2 Cripto Hardware Walet, 2 Double Tip, 5 lem bakar, 3 lem power glue, kabel carger modifikasi, 1 solder, 1 penggaris, 1 DVD, 3 perdana, 3 active speaker modifikasi untuk membawa kartu ATM cloning, 1 bor porteble dan sejumlah alat untuk membuat deep skimmer.

Wanita Diduga Stress Melukai Seorang Ustad

Wanita Diduga Stress Melukai Seorang Ustad : Ustad Abdul Rochman, korban penusukan di Masjid Darul Mustaqin, Perumahan Bumi Sawangan Indah (BSI) 1, Sawangan, Kota Depok, Minggu (11/3/2018), sudah diperbolehkan dokter RSUD untuk rawat jalan.

Wanita Diduga Stress Melukai Seorang Ustad

Berdasarkan pengakuan korban yang juga dikenal di lingkungan sebagai guru mengaji kalangan anak-anak remaja ini, ustad Abdul tidak menyangka peristiwa seperti ini akan terjadi kepada dirinya.

“Sebelum kejadian pelaku SM alias Vivi,39, sebelum kejadian malamnya sekitar pukul 00.30 WIB, mendatangi rumahnya dengan cara mengedor-gedor pagar. Tapi tidak saya gubris saya bilang udah engga usah,”ujar korban kepada Pos Kota saat dikonfirmasi di rumahnya yang baru pulang dari rumah sakit.

Karena tidak digubris oleh korban, akhirnya pelaku yang diketahui janda ini langsung pergi. “Lalu pada pukul 04:30 WIB, saya bersama putranya berangkat solat berjamaah ke masjid yang TKP berjarak hanya beberapa meter dari rumah. Di saat akan Salat Subuh, putra saya teriak bapak..bapak..setelah menengok tiba-tiba dari belakang korban menyerang menggunakan sebilah pisau hingga tertusuk di bawah bagian kuping sebelah kiri dan setelah itu tidak tahu lagi kejadiannya,”tambahnya.

Sewaktu kejadian, lanjut Abdul, jemaah tidak ada yang tahu bahwa pelaku datang dengan membawa pisau

Selain itu pelaku menurut Abdul memang dikenal di sekitar warga lingkungan perumahan mempunyai kelainan jiwa. “Kalau dibilang stres berat gimana ya, orangnya juga masih melakukan salat jamaah dengan warga dan kenal sama orang. Mudah-mudahan pelaku dapat diproses lebih lanjut dan tidak tinggal di sini lagi,”ucapnya.

Sementara itu Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menambahkan pelaku akan dilakukan pemeriksaan kejiwaannya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Pelaku memang sering ditegur oleh korban lantaran sering meludahi orang lain. Selain itu pelaku juga dikenal warga sering memarahu anak-anak sekitar lingkungan perumahan sekitar,”ujarnya usai meninjau lokasi TKP kepada sejumlah awak media.

“Korban dikenal sebagai tokoh masyarakat di lingkungan perumahan BSI. Sempat juga menegur pelaku untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi. Tadi malam pelaku sempat datang juga ke rumah korban, tapi karena larut malam diminta datang paginya. Namun yang terjadi pelaku malah menyerang korban yang sedang solat,” katanya

Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengungkapkan saat melakukan aksinya pelaku masih mengenakan mukena. Saat beraksi sempat diketahui oleh putra korban yang lagi mengambil wudhu mau solat.

“Karena sudah dekat akhirnya melukai pipi kanan korban. Kemudian korban mengamankan pelaku dibantu para jamaah,” jelas Didik

Kondisi korban saat ini, lanjut Didik, sudah mendapat perawatan medis sedangkan pelaku telah diamankan di Polsek Sawangan. “Selanjutnya kami akan melakukan observasi ke Rumah Sakit Polri untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku. Hal ini perlu karena informasi yang kami peroleh pelaku memliki penyakit kejiwaan karena sering memarahi orang tanpa sebab. Ini yg sering diamati masyarakat.”

Cemburu Adalah Motif Mantan Istri Ini Dibakar Hidup-Hidup

Cemburu Adalah Motif Mantan Istri Ini Dibakar Hidup-Hidup : Membakar seorang perempuan hidup-hidup, pria ini kini jadi buronan polisi Polsek Cileungsi. Lelaki inisial B yang dengan begitu tega membakar Yeni alias Rina yang tak lain wanita yang diduga pernah mengisi hidupnya dalam berumah tangga ini, karena dilandasi motif cemburu.

Cemburu Adalah Motif Mantan Istri Ini Dibakar Hidup-Hidup

AKP Ita Puspita Lena, Kasubag Humas Polres Bogor mengatakan, korban kini masih dirawat [bukan tewas-red] akibat mengalami luka bakar di tubuhnya yang serius.

AKP Ita Puspita menegaskan, pelaku kini masih dalam pengejaran karena kabur usai melakukan aksinya. “Motifnya cemburu. Pelaku itu mantan suami korban,” ujarnya.

Menurut AKP Ita Puspita Lena, Kapolsek Cileungsi masih melakukan pengumpulan bukti dan olah TKP dilokasi pembakaran.

Korban Yeni alias Rina pernah berumahtangga dengan pelaku B.

Korban dibakar pelaku di rumahnya di Kampung Cikerewis, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Korban dibakar oleh pelaku pada hari Kamis (8/3/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut AKP Ita Puspita, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi -saksi di lokasi didapatkan kondisi kamar kontrakan sudah berantakan, kasur dan alat-alat sudah terbakar.

Polisi juga melihat terdapat plastik bekas wadah bensin, tembok dinding kamar roboh. “Korban luka sudah dibawa ke RS Mery Cileungsi,”tandas AKP Ita Puspita.

Saat peringatan Hari Perempuan Internasional, wanita ini justru mengalami kejadian tragis. Bukannya mendapat sanjungan justru mendapat perlakuan keji dari lelaki yang pernah mencintainya. Wanita ini tewas dibakar hidup-hidup oleh mantan suaminya.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Cikerewis, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

AKP Ita Puspita Lena, Kasubag Humas Polres Bogor mengatakan, Kapolsek Cileungsi hingga Kamis malam masih melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi pembakaran.

Dugaan sementara Yeni alias Rina dibakar seorang laki-laki berinisial B. Pelaku menurut keterangan saksi-saksi, ternyata merupakan mantan suami korban.

Dalam Waktu Dua Bulan 327 Mobil Diderek Di Daerah Jaksel

Dalam Waktu Dua Bulan 327 Mobil Diderek Di Daerah Jaksel : Selama dua bulan Junuari hingga Februari 2018 Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek 327 mobil yang parkir di trotoar dan bahu jalan. Dari jumlah itu total restribusi penderekan ini mencapai sekitar Rp Rp 163.500.000.

Dalam Waktu Dua Bulan 327 Mobil Diderek Di Daerah Jaksel

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto mengakui pihaknya dalam dua bulan terakhir ini menderak 317 kendaraan baik pribadi maupun angkutan umum. Seluruh kendaraan yang ditindak ini para pemilik diwajibkan membayar retribusi Penderekan Rp 50 ribu.

“Tindakan tegas penderekan dan denda Rp500 ribu ini kami lakukan dengan tujuan agar pemilik kendaraan jera dan tidak melakukan pelanggaran. Selain itu dengan penindakan tegas ini tujuannya untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki,”terang Christianto, Jumat (2/3).

Diakui oleh Kasudin Perhubungan, memang setiap hari pihaknya dibantu dengan pihak polisi dan TNI terus melakukan penyisiran sejumlah lokasi yang dianggap banyak pelaku pelanggaran. Titik-titik pelanggaran paling banyak ini terjadi di daerah Tebet, Jalan MT Haryono, Ragunan, Jalan TB Simatupang, Jl. Widiya Chandra ,Jalan Minangkabau, Lenteng Agung, dan lainnya.

Penderekan ini dilakukan dalam rangka menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Dari jumlah 317 kendaraan yang diderak ini berasal dari 29 titik parkir liar yang ada di akarta Selayan.

“Rata-ratan dalam sehari kami menderek belasan hingga dua puluhan. Seluruh kendaraan yang ditindak ini rata-rata menempati trotoar untuk parkir liar,”tambahnya.

Razia parkir liar ini juga dilakukan sebagai upaya menegakan Perda 5 tahun 2014 Tentang Transportasi sekaligus memberikan edukasi kepada pengguna jalan untuk tidak menggunakan hak-hak pejalan kaki, bahu jalan dan mengurangi simpul kemacetan akibat parkir liar.

Christianto, menghimbau kepada para pengendara jangan memarkir kendaraan disembarangan tempat terutama trotoar. Apabila hal ini tetap dilakukan pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

Budiyono Pengandara Motor Yang Tewas Tertabrak Camry

Budiyono Pengandara Motor Yang Tewas Tertabrak Camry : Budiyono (37), seorang pengendara motor tewas setelah kendaraannya tertabrak mobil Toyota Camry B-1395-SAG yang hilang kendali dari arah berlawanan di Jalan Metro Pondok Indah, tepatnya di Underpass Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3/2018) dini hari.

Budiyono Pengandara Motor Yang Tewas Tertabrak Camry

Atas insiden tersebut, Budiyono yang mengendarai Yamaha Jupiter B-6492-KGO tewas dengan luka parah dibagian kepala, sementara penumpangnya Sabar (20) masih tidak sadarkan diri dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah.

Kasubdit Bingakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, mengatakan insiden kecelakaan itu sendiri bermula saat pengemudi Toyota Camry yang diketahui bernama Airlangga Dinendra Sofjan (19) seorang mahasiswa melaju dari arah utara ke arah selatan.

“Sesampainya di Underpass Pondok Indah karena kurang hati-hati sehingga menabrak pembatas jalan dan menyebrang dijalur yang berlawanan dan menabrak kendaraan Kijang Innova yang dikemudikan oleh saudara Ristanto dan kemudian menabrak motor yang dikendarai oleh saudara Budiyono,” kata Budiyanto kepada poskotanews.com, Sabtu (3/3/2018).

Tidak hanya itu, mobil Toyota Camry juga menabrak mobil Toyota Innova B-1765-ZKO yang dikendarai Catur Yuli Purwanto dari arah berlawanan.

Sementara Panit Laka Sat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Mulyadi, menjelaskan akibat kecelakaan itu Budiyono meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah dengan luka dibagian kepala.

Budiyono dan Sabar merupakan kakak beradik yang tercatat sebagai warga Desa Pasegeran RT: 04/02, Pandanarum, Banjar Negara, Jawa Tengah, keduanya berprofesi sebagai tukang servis AC.

“Betul, belum sadar (penumpang motor-Red), yang meninggal pengendaranya (Budiyono) dan yang di bonceng adiknya (Sabar), karyawan pembersih AC,” kata Mulyadi kepada poskotanews.com.

Sementara pelaku atau pengemudi Toyota Camry, Airlangga Dinendra Sofjan adalah warga Jalan Kencana Permai II/24 RT: 005/015, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Korban hanya mengalami luka sobek didagu dan dirawat di RS Pondok Indah.

“Saya belum bisa memastikan mengantuk, atau mabuk, karena tersangka (Airlangga) masih di rawat di RS Pondok Indah, yang pasti pengemudi saat mengemukakan kendaraannya tidak konsentrasi dan tidak hati-hati sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” kata Mulyadi.

Indonesia Memerangi Narkoba

Indonesia Memerangi Narkoba : Indonesia menerapkan status darurat narkoba. Hal ini terjadi karena Indonesia dipandang sebagai pasar yang besar oleh bandar-bandar besar narkoba.

Indonesia Memerangi Narkoba

Masuknya narkoba ke wilayah Indonesia, kerap kali melalui perairan dan pelabuhan tikus di wilayah pesisir kepulauan Indonesia.

Penangkapan sabu 1,3 ton di Banten dan 1,6 ton di Batam Kepulauan Riau yang digagalkan oleh penegak hukum dan TNI-AL adalah bukti wilayah perairan kerap menjadi pintu gerbang masuknya narkoba ke Indonesia.

Kombes Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metreo Jaya menjelaskan bahwa untuk mengawasi wilayah laut Indonesia yang begitu luas tak cukup hanya mengandalkan polisi. Menurutnya perlu adanya dukungan masyarakat untuk mengawasi wilayah laut, bukan sebaliknya.

Oleh sebab itu, Argo ,enegaskan pentingnya membangun hubungan baik dengan masyarakat nelayan di setiap wilayah pesisir kepulauan Indonesia. “Iya memang kita punya BNN, Bea Cukai, TNI-AL dan Bakamla, tapi wilayah laut kita luas. Kita butuh dukungan masyarakat, makanya kita membangun partnership sama nelayan, kalau ngagak gitu sulit” ujarnya.

Selain itu, Argo juga menjelaskan bahwa jalar laut yang kerap dijadikan pintu masuk narkoba tak pasti dan selalu berganti. “Untuk memetakan wilayah yang rawan itu gak pasti, selalu putus, karena meraka juga tahu mana yang harus diawasi, mereka cari tahu juga informasinya, makanya penting kita jalin hubungan baik sama masyarakat nelayan,” katanya.

Siap Mati Jika Bawa Narkoba Ke Indonesia

Siap Mati Jika Bawa Narkoba Ke Indonesia : Pemberantasan narkoba di Indonesia semakin beringas. Kali ini, penangkapan terbesar dilakukan melalui operasi gabungan TNI, Polri, BNN, dan Ditjen Bea Cukai.

Siap Mati Jika Bawa Narkoba Ke Indonesia

TNI AL  menggunakan KRI Sigurot 864 di perairan selat Phillip yang merupakan perbatasan Singapura- Batam, menangkap ikan  bernama “MV Sunrise Glory” yang sebelumnya bernama “Shun De Man 66” dan “Shun De Ching” yang membawa  satu ton sabu pada 7 Februari 2017.

Personil TNI AL curiga karena saat digeledah,  Kapal Ikan ini tidak berbau Ikan sama sekali. Mereka malah  menemukan setumpuk bungkusan-bungkusan putih yang awalnya disangka sebagai gula, ternyata sabu.

Penyelundupan melalui jalur laut ini dilakukan oleh jaringan internasional yang berbasis di Taiwan. Jaringan ini juga terkait dengan kelompok asal Filiphina yang sudah ditangkap tempo hari.

Narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 ton dan 37 kilogram dibawa menggunakan kapal ikan yang dikemudikan oleh 4 warga negara Taiwan.

Namun, 4 tersangka tersebut mengaku tidak mengenal satu sama lain sebelumnya. “Betapa besarnya jaringan ini, mereka berasal dari beberapa jaringan dan digabung menjadi satu, mereka baru saling mengenal di kapal,” tutur Kepala BNN, Irjen. Pol Budi Waseso.

Atas perbuatannya yang membawa barang haram senilai 2 triliyun rupiah itu, 4 tersangka yang terlihat menunduk itu diancam hukuman mati. “Gak ada rehabilitasi untuk orang-orang seperti ini, berani bawa narkoba ke sini (Indonesia), berarti sudah siap mati,” tegas pak Buwas.

Peredaran Narkotika Di Kampung Boncos

Peredaran Narkotika Di Kampung Boncos : Jajaran Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat terus memberantas peredaran narkotika di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat. Tercatat. Dalam sebulan terahir, 27 tersangka dari 21 kasus ditangkap.

Peredaran Narkotika Di Kampung Boncos

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan dari penangkapan tersebut sebanyak 600 gram sabu, 421 butir ekstasi, dan 340 butir happy five diamankan dari kampung padat penduduk tersebut.

“Dari hasil evaluasi kampung ini masih marak dari peredaran narkoba. Terbukti dari barang bukti yang kami amankan mengalami peningkatan. Kemarin kita sita 64 gram, kita bisa menangkap 27 tersangka,” kata Hengki di kantornya, Kamis (8/2/2018).

Dari 27 tersangka yang ditangkap diketahui berperan sebagai pemasok narkoba yang edarkan di Kampung Boncos, beberapa tersangka diantaranya yakni RM, S, AF, RD, T, M, dan HY yang berhasil ditangkap di lima lokasi dan waktu berbeda.

“Ada yang ditangkap di Serpong, Bojong, Babakan Madang, Bogor, dan di parkiran depan RS Royal Taruma Grogol. Barang buktinya pun juga beragam jumlahnya. Untuk yang paling banyak yang di lokasi Serpong, itu barang buktinya SS 295 gram,” kata Hengki.

Untuk memutus jaringan narkoba di kawasan Boncos, lanjut Hengki, bukan perkara yang mudah jika dibandingkan dengan Kampung Ambon yang sama-sama menjadi ladang empuk bagi bandar narkoba.

Lokasi Kampung Boncos yang berada di pemukiman padat penduduk dengan kondisi banyak gang sempit menjadi salah satu kendala. Pasalnya, kondisi tersebut sering dimanfaatkan para peminat narkoba dikawasan tersebut untuk melarikan diri. Bahkan, kurang kooperatifnya masyarakat membuat sejumlah bandar gagal ditangkap karena kabar penggerebekan sering bocor.

“Ambon one stop servis yang artinya pakai di dalam dan tidak dibawa keluar. Sedangkan, Boncos bisa digunakan diluar entah dibawa untuk pesta dimana,” kata Hengki.

Polisi Menggerebek Rumah Penjual Jimat Di Depok

Polisi Menggerebek Rumah Penjual Jimat Di Depok : Anggota Polsek Pancoranmas menggerebek tempat diduga perkumpulan MZA (MK) di Gang Pancoran, Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018) pukul 23.00 WIB. Barang bukti yang disita petugas sejumlah jimat.

Polisi Menggerebek Rumah Penjual Jimat Di Depok

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan laporan masyarakat banyak anak-anak remaja berkumpul tengah malam di sebuah rumah.

Menanggapi laporan tersebut anggota Bhabinkamtibmas serta Babinsa wilayah setempat melakukan pengecekan benar bahwa di lokasi dijadikan sebagai tempat pengisian Khodam ilmu kebatinan dengan menjual jimat.

“Anggota mengamankan 19 orang rata-rata usia masih remaja dari dalam rumah. Salah seorang diantaranya AM, 18, diduga guru ngaji ********* juga diamankan petugas dari lokasi penggerebekan petugas,”ujarnya kepada Pos Kota, Kamis (8/2/2018) pagi.

Mantan anggota Sat Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok ini, mengaku berdasarkan pengakuan AM kepada anggota telah memiliki murid sebanyak 18 orang rata-rata masih remaja.

“Pelaku baru 3 minggu mengontrak lalu membuka praktek pengisian khodam ilmu kebatinan yaitu dengan menjual jimat berupa batu maupun wapak dengan harga mulai Rp40 hingga 200 ribu,”katanya.

Jimat-jimat yang dijual AM, lanjut Kompol Roni, memiliki khasiat berupa jimat pengasihan, wapak serba guna, dan jimat kewibawaan.

“Pelaku membeli jimat yang akan akan diisi ilmu tersebut di Jatinegara seharga Rp20 ribu,”tuturnya.

Sementara itu pelaku membantah bahwa pengajian yang dipimpinnya adalah bukan aliran atau bagian dari MK. Tetapi merupakan pengajian Asmaul Husna.

“Ilmu yang dipelajari AM berasal dari seorang guru di daerah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat,”tuturnya.

Kompol Roni masih menyelidiki terkait kasus tersebut apakah kelompok AM ini ada kaitan beberapa kasus tawuran yang sering terjadi di daerah Cipayung.

“Ke 18 murid AM berasal dari daerah Ratu Jaya, dan Kampung Baru Cagar Alam, masih ada di Polsek dimintai keterangan petugas.

Selain itu barang bukti yang disita yaitu Wapak atau Isim ada 15 buah, tiga batu cincin, minyak wangi, dan uang tunai Rp13 ribu,”tutupnya.