Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas

Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas : Kebrutalan geng motor kembali berulah, para pelaku bersenjata tajam celurit menyatroni warung tegal (Warteg) Kharisma Bahari di kawasan Cinere, Kota Depok, Selasa (26/12/2017), selain merampok pelaku juga membacok korban yang sedang makan.

Warteg Disatroni Geng Motor, HP Serta Motor Pelanggan Dirampas

Berdasar keterangan pemilik warteg, Kalimatusadiyah,34,  peristiwa diketahui sekitar pukul 03:30 Wib, ketika dirinya bersama seorang putra dan dua pegawainya sedang jaga melayani pembeli yang makan. Tiba-tiba masuk enam orang masing-masing membawa celurit sambil mengancam.

“Pada saat kejadian tiga orang yang sedang makan diancam pelaku sambil menggunakan celurit untuk menyerahkan hape. Setelah merampas hape pelaku lalu mengambil motor Yamaha MX milik satu korban juga,”ujarnya kepada Pos Kota saat ditemui di rumah sekaligus tempat usaha Warteg Kharisma Bahari Blok 49, Jalan Limo Raya,  (depan kantor Samsat Cinere), Cinere Kota Depok.

Ibu satu anak ini bersama putra suami serta kedua pegawai merasa ketakutan melihat para pelaku menghampiri dengan membawa senjata tajam, Sadiyah bersama lainnya langsung bersembunyi ke lantai dua.

“Saya bersembunyi menyelamatkan diri di dalam kamar mandi, sedangkan suami serta putra dan pegawai di lantai dua segala ruangan yang bisa buat sembunyi,”katanya.

Setelah pelaku mencuri HP serta korban milik korban, lanjut Sadiyah, langsung membacok sekitar punggung salah satu korban setelah memecahkan kaca etalase makanan, dan kaca depan dengan celurit.

“Pelaku juga mengambil uang penjualan semalam Rp 250 ribu pecahan Rp50 ribu serta recehan dari dalam laci. Setelah itu langsung memecahkan kaca depan dan etalase lauk pauk baru pergi menggunakan tiga motor,”ungkapnya.

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 : Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, menangkap seorang pedagang helm di Jalan Raya Pekayon RW 06 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (20/12) pagi.

Pedagang Helm Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88

Pria berinisial M, ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, dalam satu penggerebekan oleh sepasukan anggota Densus 88, “Ada lima mobil minibus yang datang dan semuanya bersenjata laras panjang,” jelas Yadi Alamsyah, 40, satu warga yang sempat melihat seseorang dibawa ke dalam mobil petugas.

Menurut Yadi, saat itu dia mendengar suara letusan seperti bunyi senjata api, namun saat dia kembali dan mengambil Ponselnya bermaksud mengabadikan peristiwa itu, dihalau, “Saya disuruh jalan dan pasukan bersenjata lengkap juga mengatur arus lalulintas,” ujar Yadi.

Sementara beberapa warga mengatakan, pria yang belum diketahui identitasnya lengkapnya itu baru tiga bulan berdagang di kios yang dikontrak tersebut.

Dudi, 34, karyawan toko yang berada di sisi kios toko helm mengatakan, ada lima mobil minibus sekitar pukul 06:30, mereka, menurut Dudi berseragam lengkap dengan membawa senjata laras panjang. Mereka lalu masuk ke dalam kios yang ditempati terduga teroris.

“Petugas juga sempat membawa beberapa barang milik penjual helm itu dan meninggalkan lokasi pukul 09.00 WIB,” katanya.

Pria terduga teroris itu diciduk oleh Densus 88, baru tinggal sekitar tiga bulan. Dia bersama dengan istrinya mengontrak kios berukuran sekitar 3X5 meter untuk berjualan helm. Informasi didapat, M berasal dari Jambi.

“Orangnya memang agak asing, jadi agak segan untuk menegur atau menyapa,” kata Dudi.

Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto membenarkan terkait penangkapan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Pihaknya hanya membantu pengamanan luar.

“Jelasnya minta ke ke Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono),” kata Indarto .

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas : Kedapatan menyembunyikan ganja di dalam kulkas dan di karpet, MTI,26, warga Kedaton, Kota Bandar Lampung dan tiga pelanggannya, diamankan petugas Satuan Reserse narkoba Polresta Bandar Lampung, di rumahnya masing-masing, pada Jumat (15/12/2017).

Bandar Dan Tiga Pelanggan Diamankan Karena Ganja Disembunyikan Di Kulkas

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol. Indra Herlianto mengatakan, pihaknya telah mengamankan tersangka di Mapolresta Bandar Lampung.

“Tersangka merupakan bandar ganja yang beroperasi di wilayah Bandar Lampung,”kata Indra Herlianto.

Saat di introgasi, tersangka MTI mengakui perbuatannya dan hanya mengedarkan ganja di Kota Bandar Lampung. Tersangka sudah dua kali membeli ganja dari Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Way Hui, Bandar Lampung. Oleh tersangka ganja tersebut, selain digunakan sendiri juga untuk di jual kepada pelanggannya.

“Tersangka membeli ganja dari Napi seharga Rp 1.400.000,- per 0,5 Kg, kemudian dijual kepada pelanggannya bernama, Adetaviano Dani Sahputra seharga Rp. 1.900.000,- per 0,5 Kg. Jika ditotal, tersangka mendapatkan keuntungannya sebesar Rp. 500.000 per 0,5 Kg,”ujar Indra Herlianto.

Dari pengakuan tersangka MTI, kemudian petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas kembali mengamankan tersangka ADS ,25, warga Perumnas Way Halim, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, AP ,24, warga Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, dan FF,26, warga Kedaton, Bandar Lampung.

Dari rumah tersangka MTI diamankan barang bukti berupa, satu gelas bening berisikan ganja kering yang disimpan di dalam kulkas, satu bungkus pelastik berisikan daun ganja kering dan 1 linting daun ganja kering di selipan karpet dalam ruang tamu.

Dari rumah tersangka ADS diamankan barang bukti berupa, 1 puntung ganja di dalam kotak rokok dan 1 puntung ganja di asbak.

Dari rumah tersangka AP diamankan barang bukti berupa, 1 buah kertas warna coklat yang berisikan batang ganja kering di dalam kotak sampah di depan kamar, dan 7 lembar potongan kertas warna coklat di bupet TV dan dari tersangka rumah tersangka FV diamankan barang bukti berupa, 5 lembar kertas coklat bekas bungkus daun ganja kering saat memecah daun ganja kering.

Akibat perbuatannya, tersangka MTI dan tiga pelanggannya bakal dijerat pasal Pasal 114 ayatt (1) sub Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk : Jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menghimbau kepada pemakai kendaraan roda dua atau sepeda motor khususnya para pengendara ojek on line untuk tidak berkendaraan dalam kondisi atau keadaan mengantuk karena dapat membahayakan dirinya serta mengakibatkan kecelakaan.

Kasatlantas Menghimbau Untuk Tidak Berkendara Saat Mengantuk

Hal ini ditegaskan Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lalu Hedwin, setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan tunggal seorang pengemudi ojek online yang tengah melaju di Jalan Raya Boulevard, Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong menabrak mobil jenis Honda Mobilio yang parkir di pinggir jalan.

“Korban atau pengendara ojek online masih dalam keadaan berdiri di sepeda motor yang telah menabrak bagian belakang mobil Honda MObilio yang terparkir,” ujarnya walaupun banyak mengeluarkan darah korban masih selamat dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sejumlah saksi mata mengatakan pengemudi sepeda motor yang diduga ojek online diduga dalam keadaan mengantuk karena mobil yang ditabrak dari arah belakang sedang berhenti di pinggir jalan. Korban masih menggunakan jaket mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan sepeda motor mengalami rusak di bagian roda depan untuk mobil yang ditabrak selain mengalami penyok di bagian belakang juga pecah kaca belakang diduga akibat benturan.

Kasusnya tengah ditangani Lantas Polres Tangsel, ujarnya yang mengimbau agar pengemudi sepeda motor jika mengantuk hendaknya beristirahat terlebih dulu untuk menghindari kecelakaan dan terjatuh dari sepeda motor yang melaju kencang.

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko : Perampokan berdarah terjadi di toko Indomart Pandan Lamper di Jalan Gajah, Semarang, Jumat (8/12/2017) dinihari, Agung Koko Prakosa,21, karyawan bagian kasir setempat tewas ditusuk senjata tajam.

Perampokan Berdarah Yang Menewaskan Kasir Penjaga Toko

Korban yang diduga kuat melawan saat dirampok itu tewas dengan empat luka tusuk ditubuhnya. Uang tunai senilai Rp2 juta yang ada dalam brankas lenyap disikat pelaku .

Hingga berita ini diturunkan, perampokan brutal ini masih dalam pengusutan aparat Polrestabes Semarang. Perampokan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB .

Menurut sejumlah saksi, pelaku masuk toko berpura-pura ingin menukar uang. Korban sama sekali tak menaruh curiga dan bermaksud melayani pelaku. Selanjutnya korban berjalan ke ruang brankas untuk melayani lelaki tak dikenal itu.

Saat di ruang brankas inilah diduga korban dipaksa menyerahkan uang yang ada dalam brankas yang saat itu jumlahnya mencapai Rp2 juta. Korban yang warga Dukuh Nggagung RT 9 RW 1, Desa Sendangsoko, Jakenan, Pati itu diduga melawan sehingga pelaku kalap .

Korban akhirnya roboh ke lantai setelah  dibantai dengan empat kali tusukan senjata tajam. Dua tusukan menembus bagian dada dan dua tusukan lain menembus bagian lambung korban .Korban tewas seketika di lokasi kejadian .

Korban ditemukan rekannya dalam kondisi tergeletak di lantai bersimbah darah.Uang Rp 2 juta dalam brankas hilang, diduga dibawa pelaku .

Sejumlah petugas Polrestabes Semarang langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Jenazah Agung dibawa polisi ke RS Bhayangkara.

.“Pelaku masih dalam penyelidikan. Doakan saja semoga segera ditangkap,” kata Kapolsek Gayamyari, Kompol Wahyuni Sri Lestari.

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran : Isak tangis dengan raut wajah penuh penyesalan tergambar dari 21 siswa yang diamankan polisi. Sambil meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi tawuran, para siswa dari beberapa SMA di Kota Tangerang itu menciumi kaki kedua orangtuanya.

Cium Kaki Orangtua Sebagai Bentuk Hukuman Dari Para Siswa Yang Tawuran

Seketika ruang Rupatama Mapolres Tangerang Kota, pada Jumat (1/11) petang itu berubah menjadi hujan isak tangis. Para orangtua tak henti-hentinya mengusap air mata menyaksikan putra mereka mencium tangan lalu bersujud menciumi kaki.

“Bapak ibu maafkan Fadli ya. Fadli janji tak lagi ikut tawuran,” ucap siswa kelas 3 sebuah SMA ini. “Fadli kapok, dan tak akan mengulangi lagi.”

Seketika remaja berusia 17 tahun itu mencium kedua tangan bapak ibunya. Sesaat kemudian Fadli bersujud dan menciumi kedua kaki orangtuanya. “Saya maafkan. Ingat, jangan lagi tawuran. Tinggalkan itu. Saatnya merajut cita-cita mu,” ucap bapaknya terharu.

Sebelumnya para pelajar ini terlibat tawuran dengan siswa lain di Jalan Raya Serang Pasar Cikupa, Tangerang. Dalam ‘perang massal’ itu sejumlah pengendara ketakutan dan berusaha menghindar sehingga antrean panjang kendaraan terjadi di kawasan tersebut.

Beruntung tak berlangsung lama setelah puluhan polisi membubarkan tawuran tersebut. Sebanyak 21 pelajar diamankan dan digelandang ke Mapolres Tangerang Kota.

Kapolres AKBP Sabilul Alif punya cara berbeda dalam menghukum mereka. Dia mengundang Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan orangtua serta guru para pelajar yang terlibat tawuran tersebut untuk berdiskusi.

Polisi lalu menghukum para pelajar dengan menyuruh mereka bersujud kepada orangtua masing-masing meminta maaf. “Saya melihat raut kesedihan dari orangtua saat putra mereka sungguh-sunguh memohon maaf,” ujar AKBP Sabilul Alif.

Ia berharap maaf yang disampaikan para pelajar kepada orang tuanya bukan sekadar lip service. “Semoga itu dari nurani para pelajar yang menyesali perbuatannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lukman mengaku terpukul, malu dan merasa bersalah karena peristiwa tawuran pelajar masih terjadi. Dia pun mengajak orang tua dan pihak sekolah bersungguh-sungguh mendidik pelajar.

“Ini pukulan telak bagi kami. Sedih dan kecewa karena pendidikan kita seperti ini,” ujarnya seraya menegaskan, akan memanggil kepala sekolah bersangkutan memintai pertanggungjawaban.

Menurutnya, pihak sekolah tidak bisa lepas tangan atas peristiwa itu. “Kami akan tegas. Bila perlu kami rekomendasikan bagi sekolah swasta yang anak didiknya terlibat tawruan dicabut izinnya. Sedangkan, bagi sekolah negeri, kepala sekolahnya kami mutasikan,” tegasnya.

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Pasca Bentrok Massa Di Perumahan

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Pasca Bentrok Massa Di Perumahan : Pasca bentrok dua kelompok massa di Perum Billabong, Bojonggede, KabupatenBogor, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2017) lalu, pihak anggota Satreskrim Polresta Depok memasang garis kuning polisi di sepanjang lokasi pembongkaran gubug liar dan pos satu ormas yang juga dibongkar.

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Pasca Bentrok Massa Di Perumahan

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana, mengatakan dari peristiwa tersebut petugas telah mengamankan sebanyak 44 orang dari kelompok daerah tertentu diketahui telah membongkar gubug liar pos ormas sebagai salah satu pemicu bentrokan terjadi.

“Para kelompok ***** masih diperiksa lebih dalam oleh penyidik, kini masih ada di Polresta Depok,”ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi, Senin (27/11/2017).

Mantan Kapolsek Sunda Kelapa ini mengaku dapat kemungkinan para kelompok itu dijadikan sebagai tersangka. “Yang merusak adalah dari kelompok *****, dengan demikian dapat terancam dengan pasal 170 KUHP yaitu kekerasan secara bersama-sama dimuka umum terhadap barang,”katanya.

Perwira jebolan Akpol angkatan 2004 ini menambahkan ada kemungkinan dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan, ada kemungkinan tersangka bertambah,”tutupnya.

“Dari hasil pemeriksaan ke 44 orang dari kelompok *****, ada delapan orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu MKA, RL, AAL, ET, S, MA,MSL, dan B. Sedangkan barang bukti disita adalah potongan kayu dan bambu, bongkahan hebel, palu godam dan linggis.”

Sebelumnya, bentrok dua kelompok berbeda dengan ormas pecah setelah kelompok yang diduga suruhan pihak keamanan develover Perum Billabong, Bojonggede, KabupatenBogor, Sabtu (25/11) pagi, dipicu lantaran telah membongkar paksa sejumlah gubuk liar termasuk pos yang dijadikan tempat istirahat ormas dan viral telah merusak tempat ibadah juga.

Setelah ditelusuri polisi ternyata tidak ada pengerusakan tempat ibadah yang dimaksudkan. Dalam peristiwa itu, Gedung pertemuan Billabong kaca bagian depan dipecah massa yang akan menyerobot masuk.

Kelompok itu yang diselamatkan polisi dievakuasi dari dalam gedung menggunakan kendaraan taktis dari Brimob yaitu empat barakuda.

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi : Kasus penipuan perumahan berimbas pada penghuni rumah gelombang pertama. Sebanyak 17 kepala keluarga di Perumahan Griya Sentra Pesona VII,  Sukabumi, Bandar Lampung, melapor dan minta perlindungan ke Polresta Bandar Lampung.

Kasus Penipuan Perumahan, Warga Meminta Perlindungan Polisi

Zarkasyi dan ke 16 warga Perum Griya Sentra Pesona VII, meminta kepada Kapolresta Bandar Lampung, agar bisa menyelesaikan persoalan tersebut karena khawatir terjadi aksi anarkhis.

Menurut Ghinda Ansori Wayka selaku Kuasa Hukum, 17 warga Perum Griya Sentra Pesona VII terkait dengan permasalahan direktur perumahan yang menipu milyaran yang para konsumen perumahan.

Ada empat hal yang yang disampaikan yakni, pada saat membuat perjanjian antara PT. GSP dengan 17 Kliennya dinyatakan, bahwa tanah yang akan dibangun adalah tanah milik PT. GSP. Akan tetapi pada saat ini lokasi tanah perumahan Kliennya di pasang plang oleh Abdurachman yang mengklaim sebagai pemilik sertifikat hak milik (SHM) Nomor 13605, dan yang kedua kliennya ada yang sudah lunas dan ada juga yang masih mengangsur pembayarannya. Setelah dikonfirmasi ke PT. GSP, ternyata tanah tersebut dalam proses jual beli dengan harga Rp 2,5 Miliar.

Sedangkan PT. GSP, baru membayar Rp. 1,1 miliar kepada Bapak Abdurachman, sehingga masih kekurangan Rp 1,4 Miliar dan nilai Rp 1,1 miliar yang telah dibayarkan oleh PT. GSP tersebut, saat ini menurut Abdurachman sudah hangus atau dianggap tidak ada pembayaran sama sekali, kemudian ketiga Kliennya sudah beberapa kali diperingatkan oleh Bapak Abdurachman untuk mengosongkan dan pergi dari perumahan tersebut, karena tanahnya belum dibayar lunas oleh PT. GSP, terakhir berdasarkan data Kliennya telah menyetor dana baik sebagai uang muka maupun angsuran kepada PT. GSP dengan total dana yang disetorkan Rp 2,1 miliar.

“Perlu diketahui, klien kami sebagai konsumen (pembeli) beritikad baik dan tidak tahu menahu soal ada pihak lain di perumahan tersebut, karena sejak penandatanganan surat perjanjian dijelaskan bahwa tanah tersebut milik PT. GSP. Itu yang kami sampaikan atau laporkan. Untuk itu mohon kiranya, Bapak Kapolresta bandar Lampung dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut dan melindungi 17 klien kami sebagai antisipasi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena saat ini dilokasi sudah di pasang plang,”ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol. Harto Agung Cahyono menerangkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT. GSP.

“Tersangka, akan berupaya mengembalikan uang konsumen PT GSP. Meski demikian proses hukumnya tetap berjalan,”terangnya.

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas : Sepuluh pelaku pencurian dengan kekerasan, dibekuk secara  beruntun oleh tim Reskrim Polres Bogor. Satu diantaranya terpaksa ditembak karena melawan.

Tim Reskrim Polres Bogor Menangkap Sepuluh Pelaku Curas

Aksi sepuluh kawanan penjahat yang tergabung dalam kelompok Moonriker ini, bahkan melukai perempuan yang  melawan saat motornya hendak dirampas di jalan raya.

Maraknya aksi geng motor di wilayah Kabupaten Bogor berdasarkan laporan dari masyarakat, membuat Unit Resmob Satreskrim Polres Bogor melakukan tindakan.

Dari pengejaran yang dilakukan selama tiga minggu, sepuluh pelaku ditangkap dibeberapa tempat secara terpisah di Kabupaten Bogor.

“Laporan masyarakat, kami tindak lanjuti. Penyelidikan anggota, anggota berhasil menemukan basecamp geng motor yang menamakan dirinya Moonraker yang berlokasi di daerah Parung Kuda Karadenan Kabupaten Bogor. Selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap salah satu anggota geng motor tersebut,” kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kapolda Jawa Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Bogor Senin (20/11/2017).

Pelaku YH (31) yang ditangkap, lalu bercerita, jika aksi kelompok mereka berjumlah sepuluh orang.

Pengembangan dari pengakuan pelaku YH,  selanjutnya petugas berturut-turut, menangkap pelaku lainnya dirumahnya masing-masing.

Menurut Irjen Agung Budi, ketua geng motor Moonraker berinisial H (25), ditangkap di rumah kontrakannya didaerah Cikaret.

Pada penangkapan H, polisi terpaksa melepaskan timah panas ke arah kaki pelaku, karena melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Karena melawan dengan senjata tajam dan sudah berhadap-hadapan dengan petugas, akhirnya dilakukan upaya melumpuhkan,” kata Irjen Agung.

Sebelum melancarkan aksinya, H selaku ketua geng motor, mengumpulkan anak buahnya dan memberikan arahan sekaligus membagikan senjata tajam.

Mereka kemudian berkonvoi untuk mencari korban di jalan raya. Target utama, daerah sepi dan gelap.

“Setelah menemukan sasaran, selanjutnya para pelaku melakukan penyerangan secara bersama-sama dan tidak segan-segan melakukan pembacokan kepada korban untuk merampas sepeda motor dan barang-barang milik korban. Ada perempuan yang sudah menjadi korban dari aksi sadis para pelaku,” ujar jenderal bintang dua ini.

Dari pengakuan ke penyidik, kelompok curas ini sudah melakukan perampasan sepeda motor sebanyak 15 kali diwilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

Polisi juga berhasil meringkus 4 penadah motor hasil curian, “Pelaku penadah mengaku menerima motor dari ketua geng H lebih dari sepuluh kali,” ungkap Kapolda.

Bersama para tersangka, petugas menyita barang bukti 1 buah tongkat baseball, 6 senjata tajam jenis celurit, 1 senjata tajam jenis Samurai, 1 helm, 1 buah laptop merk Lenovo, 12 STNK, 11 unit. Para tersangka dijerat pasal berlapis dengan hukuman hingga 12 tahun.

“Untuk penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman kurungan penjara 5 tahun,” tandas Irjen Agung Budi.

Saat ditanya, tidak ada efek jera pelaku kejahatan, karena hukuman yang ringan, Kapolda mengaku, saat di kepolisian, penyidik sudah memakai hukuman maksimal. Namun saat diputus di pengadilan, ternyata dibawah tuntutan yang diharapkan.

“Tanya hakim, kenapa pelaku kejahatan sadis, vonisnya ringan. Kalau dari polisi, sudah maksimal,”tandasnya.

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor : Sepasang muda-mudi asal Jakarta, merampok di minimarket di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Awalnya, aksi mereka berjalan mulus. Namun setelah menggasak uang tunai dari brankas, mereka tertangkap saat berada diluar.

Muda-Mudi Asal Jakarta Coba Merampok Minimarket Yang Ada Di Bogor

Kapolsek Gunung Sindur, Kompol Asep Supriadi, Kamis malam mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap yakni, Jonatan 19, warga Jalan Bukit Duri Kecamatan Tebet Kodya Jakarta Selatan dan kekasihnya Na 17, tinggal di Jalan Subur Kebayoran Lama Kodya Jakarta Selatan.

Perampokan terjadi Rabur pukul 23.10 WIB. Pelaku yang mengendarai motor melaju dari Kampung Waru Parung dalam perjalanan pulang ke Ciputat dengan melintas lewat Gunung Sindur.

Setiba di simpang Prumpung, kedua pelaku belok ke arah Parung. Tepat di TKP, pelaku pura-pura akan belanja.

Namun setelah melihat keadaan sepi di dalam Alfamart, Jonatan menodong golok ke petugas kasir. Pelaku juga membentak petugas, sambil meminta menyerahkan uang dalam laci.

Permintaan pelaku ditolak petugas kasir dengan mengatakan, uang sudah di dalam brankas.

Pelaku lalu menuju ruang penyimpanan brankas. Di sini pelaku memerintahkan Piyan, kasir untuk membuka kunci brankas.

Dibawah ancaman, korban lalu membuka brankas. Setelah uang diambil, pelaku keluar.

Apes bagi pelaku, karena saat hendak kabur, tepat di teras Alfamat, ia ditangkap karyawan yang lain.

Melihat kekasihnya ditangkap, Natanca lari ke pinggir kebun. Upayanya meloloskan diri gagal. Ia berhasil ditangkap masyarakat.

Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Gunung Sindur. Petugas mengamankan barang bukti berupa, 1 golok, 1 sepeda motor merek Yamaha Jupiter MX warna hitam nopol B 6110 PPM dan uang tunai sebesar Rp 7.150.000. “Masih diperiksa,”tandas Kompol Asep.