Suami-Istri Dibunuh Akibat Terlibat Affair

Suami-Istri Dibunuh Akibat Terlibat Affair : Persitiwa pembantaian yang mengakibatkan tewasnya Parlindungan Siregar,31 dan isterinya Helmi Damayanti Harahap,25, kritis di Tapanuli Selatan, Sumut, dijelas polisi.

Suami-Istri Dibunuh Akibat Terlibat Affair

Tersangka Rizki Harianto,25, penduduk Samora, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Sumut, ditembak polisi karena mencoba kabur. Tersangka dirawat di RSUD Padangsidimpuan.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP M Iqbal , Jumat (29/9), mengatidakan satu sang pelaku diamankan kemarin sore di kawasan bukit di Pulobauk, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. “Polisi masih mengembangkan kasus ini. Diduga ada sang pelaku lainnya,’ucap Kapolres.

Disebutkannya, awal terjelas setelah petugas melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi pasca kejadian itu.

Lalu, petugas mendatangi rumah pamannya bernama Arlin. Sang pelaku berhasil ditangkap. Namun, saat diinterogasi, sang pelaku mencoba melarikan diri. Polisi langsung mengambil tindakan dan menembak bagian paha sang pelaku sebanyak dua kali.

“Pembunuhan terjadi karena sang korban mengancam akan membunuh sang pelaku. Pasalnya, sang pelaku ini ada affair dengan istri sang korban,”jelas Kapolres.

Tidakut dibunuh sang pelaku pulang. Tidak lama kemudian sang pelaku kembali ke rumah sang korban dengan membawa parang. Parlindungan Siregar, ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bacok menganga dari kepala, leher, badan hingga perut di kediamannya Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Rabu (27/9) pagi.

Sedangkan istrinya Helmi Harahap kritis dan kini masih menjalani perawatan di Putri Hijau, Medan.

“Motif pembunuhan, sakit hati. Ketahuan selingkuh, diancam oleh sang korban (suami). Polisi menyita barang bukti dua bilah parang dan obeng,”tutup Kapolres.

Berniat Mengantar Undangan Sang Mempelai Wanita Tewas Tersambar Kereta

Berniat Mengantar Undangan Sang Mempelai Wanita Tewas Tersambar Kereta : Peristiwa tragis terjadi di perlintas kereta api Jalan Danau Singkarak, Medan, Sumatera Utara. Calon pengantin bernama Eva Yanti Lumbangaol,26, tewas setelah disambar kereta api di perlintasan tersebut, Senin (25/9).

Berniat Mengantar Undangan Sang Mempelai Wanita Tewas Tersambar Kereta

Rencananya, Eva dan calonnya Dihitung Manulang akan menerima pemberkatan perkawinan pada 7 Oktober 2017.

Saat kejaddian, sang korban yang diketahui tengah menyebar undangan pernikahannya itu mengalami remuk di bagdian kaki kirinya.

Sekitar pukul 16.00 Wib, sang korban asal Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini menumpang angkutan online Go-Jek untuk menyebar undangan pernikahan.

Ketika melewati perlintasan kereta api tersebut, pengemudi Go-Jek bernama Ahmad Sutopo,42, tidak melihat adanya kereta api yang datang.

“Kebetulan, saat mereka melintas, datang kereta api dari arah Binjai menuju Medan. Karena posisi motor Go-Jek ini di perlintasan, mereka pun disambar kereta api hingga terseret beberapa meter,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu kepada wartawan.

Setelah dihantam kereta api, motor Honda Supra X BK 3506 ACO milik pengemudi Go-Jek rusak.

Sang korban yang duduk di boncengan tewas di tempat karena bagdian tubuhnya sempat terhantam kereta api. Sedangkan pengemudi Go-Jek mengalami patah kaki kiri.

“Saat ini sang korban dan pengemudi Go-Jek berada di RS Royal Prima. Saat kejaddian undangan pernikahan yang dibawa sang korban berserak di bantaran rel kereta api,’ucap Victor.

Dua Pelaku Wanita Ditangkap Karena Melakukan Transaksi Narkoba

Dua Pelaku Wanita Ditangkap Karena Melakukan Transaksi Narkoba : Dua wanita beraldias NN (32) dan HN (34) harus berurusan dengan pihak polisi. Kedua perempuan asal warga Cikupa, Kabupaten Tangerang ini diciduk aparat saat tengah bertransaksi sabu.

Dua Pelaku Wanita Ditangkap Karena Melakukan Transaksi Narkoba

“Pelaku kami amankan di Bunderan 1 dekat danau Citra Raya pada Rabu malam kemarin. Keduanya diketahui sedang transaksi narkoba,” kata Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji, Sabtu (23/9/2017).

Kapolsek menjelaskan, kedua pelaku berhasil ddiamankan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa lokasi di belakang danau Citra Raya kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

“Setelah diselidiki ternyata benar. Ada dua wanita mencoba lari saat didekati oleh anggota, namun akhirnya berhasil disergap,” jelas Kapolsek.

Saat dilakukan penggeledagan, lanjut Trisno, pihaknya menemukan satu bungkus plastik kecil berisi sabu. Barang bukti itu dibungkus kertas tisu yang disembunyikan di saku jaket HN.

“Keduanya berikut barang bukti sudah ddiamankan di Polsek untuk proses hukum selanjutnya,” imbuhnya.

Kepada polisi, HN berdalih berdagang sabu demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Kita tengah menelusuri dari mana barang haram itu diperoleh pelaku,” ujar Kapolsek.

Akibat perbuatannya itu, HN bersama NN dijerat pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 atau Pasal 132 ayat 1 undang – undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Pelaku Utama Ajang Gladiator Ditangkap

Pelaku Utama Ajang Gladiator Ditangkap : Polisi menangkap satu lagi tersangka yang terlibat dalam kasus duel maut di ajang gladiator di Bogor. Total, sudah tiga orang yang tertangkap dalam kasus yang menewaskan pelajar pada 29 Januari 2016 itu.

Pelaku Utama Ajang Gladiator Ditangkap

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Choerudin, mengatakan kepada wartawan ketiganya ditangkap di tempat berbeda. “Mereka diduga terlibat dalam kasus gladiator,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/9/2017).

Hillarius Christian Event Raharjo tewas saat duel dengan pelajar lain di ajang gladiator pada 29 Januari 2016. Selama itu, tak ada tindakan hukum apapun kecuali pelajar yang menjadi lawannya dikeluarkan dari sekolah.

Ketiganya adalah yang diduga menjadi pelaku utama yang yang berduel dengan korban. Ia ditangkap di Yogyakarta dan dua lainnya ditangkap di Bogor dan Bandung.

Kasus ini kembali mengemuka setelah Maria Agnes, ibu korban, menyampaikan curhat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi melalui akunnya di Facebook. Polisi kembali membuka kasus ini, termasuk melakukan pembongkaran makam untuk otopsi ulang.

Dua tersangka diamankan polisi atas kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo (15) yang tewas usai berduel ala ‘gladiator’ di Taman Palupuh, Kota Bogor. Kedua tersangka ditangkap di Jawa Tengah. Para pelaku sudah tiba di Mapolresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah Kota Bogor.

“Untuk kasus gladiator yang menewaskan pelajar SMA Budi Mulia, sudah kami tangkap dua pelaku di Jawa Tengah,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Agus Maryoto, saat ditemui di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/9/2017) malam.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, kedua kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut diapolresta Bogor Kota. “Nanti kita kembangkan lagi,” tandasnya.

Pria Tak Beridentitas Meninggal Karena Tertabrak Kereta

Pria Tak Beridentitas Meninggal Karena Tertabrak Kereta : Seorang mayat pria tanpa identitas telah ditemukan dalam kondisi sudah tidak sempurna di lintasan kereta api (KA)  daerah Kampung Pasir, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Sabtu (16/9/2017).

Pria Tak Beridentitas Meninggal Karena Tertabrak Kereta

Dikarenakan kondisinya ini warga yang menduga, sang korban tewas akibat tertabrak kereta api. Untuk mempermudah proses penyelidikan, petugas akan membawa jasad korban ke RSUD dr Drajat Prawiranegara di Kota Serang.

Menurut keterangan yang diperoleh, mayat pria yang diperkirakan berusia 40 tahun ini ditemukan warga saat sedang melintas di lokasi kejadian. Saat ditemukan warga, kondisi tubuh korban dalam keadaan tidak sempurna karena diduga sempat terseret oleh kereta. Penemuan mayat itupun segera dilaporkan oleh warga ke Polsek Cikeusal.

“Diduga korban tertabrak kereta yang datangnya dari arah Merak,” ungkap Awaludin, 34, warga daerah setempat.

Awaludin juga menjelaskan jika pria tidak dikenal ini kerap memang berada di lokasi. “Korban kerap berada di lokasi dan tidak mempunyai tempat tinggal,” jelasnya menambahkan.

Kaur Satreskrim Polres Serang yakni Iptu Ilman Robiana membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan Ilman bahwa korban diduga tertabrak kereta penumpang yang datangnya dari arah Merak ke Rangkasbitung. Menurutnya, untuk sampai saat ini belum diketahui identitasnya dan korban diindikasikan sebagai orang gila atau memiliki keterbelakangan mental.

“Jasad korban sekarang berada di RSUD dr Drajat. Bagi warga yang merasa kehilangan salah seorang anggota keluarganya silahkan datang ke RSUD atau kantor polisi terdekat,” kata Ilman menambahkan kembali.

Bisnis Sabu Malaysia Yang Dimodali Napi Terkuak

Bisnis Sabu Malaysia Yang Dimodali Napi Terkuak : Bisnis narkoba yang telah dimodali dan diotaki oleh narapidana dari Lapas Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya berhasil dibongkar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Satuan Tugas TNI Pengamanan Perbatasan.

Bisnis Sabu Malaysia Yang Dimodali Napi Terkuak

Ditemukan sebanyak 10,39 kilogram sabu-sabu asal Malaysia disertai oleh uang tunai sebesar Rp1,2 miliar, 12 buku tabungan, tiga unit sepeda motor dan lainnya menjadi barang bukti milik sindikat narkoba jaringan internasional tersebut ini.

Saat konferensi pers pada Selasa, 12 September 2017, Kepala BNN yakni bapak Budi Waseso menyebutkan pengungkapan ini berawal dari tertangkapnya seorang kurir berinisial PH di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Dari penangkapan PH berhasil diperoleh sabu-sabu seberat 10,39 kilogram yang dibawanya dari perbatasan Malaysia-Indonesia di Entikong. Pengembangan pun dilakukan oleh tim, petugas kemudian mengamankan pelaku lainnya yakni inisial M lalu DZ yang bertugas sebagai penjaga gudang di kawasan Kota Pontianak.

Dari situ juga kemudian diamankan seorang perempuan berinisial F yang berperan sebagai bagian keuangan. “Pemodal dari jaringan ini yaitu I alias Dagot diciduk di Lapas Kelas II A Pontianak,” penjelasan Budi Waseso.

Menurut bapak Budi, pengungkapan sindikat sabu ini setidaknya bisa menyelamatkan 51 ribu calon pengguna narkoba di Indonesia.

Kini, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yaitu pidana mati.

Hendak Mengintip Istri Tentangga Mandi, Ajun Malah Meregang Nyawa

Hendak Mengintip Istri Tentangga Mandi, Ajun Malah Meregang Nyawa : Kisah tragis harus dialami oleh Ajun (46) warga asal Dewisartika, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Saat diduga hendak mengintip istri tetangga mandi pria malang ini malah tewas akibat terjatuh dari plafon rumah kontrakannya pada Jumat 8 September 2017.

Hendak Mengintip Istri Tentangga Mandi, Ajun Malah Meregang Nyawa

Menurut data yang diperoleh, Ajun dan orang yang diduga ingin diintipnya saat mandi, bernama Dahlia tinggal di dalam deretan rumah kontrakan yang sama. Namun Ajun berserta keluarganya menempati pintu kontrakan paling ujung.

Sementara itu kontrakan Dahlia terpisah satu pintu dengan kontrakan yang lain atau berada di urutan nomor tiga. Pada waktu siang, kejadian nahas harus menimpa Ajun yang diduga diam-diam menyelinap ke rumah kontrakan nomor tiga lewat plafon.

Dan seperti sudah memiliki rencana untuk aksinya kali ini, Ajun yang diketahui bekerja sebagai penjaga salah satu sekolah swasta ini, saat ingin menyelinap untuk mengintip tetangganya itu hanya memakai celana dalam saja.

Ajun memiliki rencana untuk menyelinap dan mengintip Dahlia mandi melalui celah plafon. Saat berusaha menuju ke lokasi, tiba-tiba plafon yang berbahan triplek tersebut jebol karena tak mampu menahan berat badan Ajun.

Hasilnya, tubuh Ajun pun langsung jatuh di bagian dapur rumah Dahlia. Pada saat itu pula, Ajun langsung meregang nyawa di lokasi tersebut. Jasad Ajun pun pertama kali ditemukan oleh anak Dahlia yang berinisial MR (11), karena baru saja pulang dari sekolah dan hendak masuk ke kamar mandi rumah.

Saat itu, MR kesulitan untuk membuka pintu dapur karena terganjal sebuah benda yang ada di balik dapur. MR lalu mendorong pintu dapur lebih kuat hingga terbuka lebih lebar. Seketika MR histeris ketakutan, karena mendapati tubuh pria tengah tertelungkup di ruang dapur. Mendengar teriakan MR, Dahlia pun keluar memastikan teriakan dari anaknya. Saat itu pula Dahlia pun menjadi terkejut melihat jasad Ajun. Kemudian tidak lama warga pun berkerumun ke rumah Dahlia dan selanjutnya, melaporkan hal tersebut ke Polsek Bekasi Timur untuk ditindaklanjuti.