Conte Tidak Terlalu Menghiraukan Keluhan Hazard

Conte Tidak Terlalu Menghiraukan Keluhan Hazard : Manajer Chelsea, Antonio Conte, tidak terlalu menghiraukan jika ada pemain penting dalam timnya, seperti Eden Hazard yang mulai tidak betah di The Blues. Conte mengaku hanya fokus membenahi performa tim secara keseluruhan agar meraih hasil positif.

Conte Tidak Terlalu Menghiraukan Keluhan Hazard

Hazard hanya dua kali tampil penuh dalam delapan penampilan terakhirnya di Premier League musim 2017-2018. Dalam laga terakhir kontra Leicester City (13/1/2018), sang pemain ditarik keluar pada menit ke-58.

Media-media Eropa mengklaim Hazard mulai tidak kerasan karena kurangnya menit bermain bersama Chelsea pada musim ini. Meski gelandang Belgia itu diisukan tengah merajuk, Conte mengaku tidak ambil pusing karena tujuannya melatih hanyalah meraih kemenangan.

“Tidak penting membahagiakan pemain. Saya adalah pelatih. Saya yang memutuskan. Tidak penting jika ada seorang pemain yang bahagia atau tidak. Hanya di Chelsea situsi itu bisa terjadi. Anda sangat khawatir apakah seorang pemain bahagia atau tidak. Namun, saya tegaskan itu tidak penting,” kata Conte.

“Tugas pertama saya adalah melakukan yang terbaik untuk skuat dan klub. Tidak untuk membuat setiap pemain bahagia. Jika tidak, kami akan berisiko menempati peringkat ke-20 di klasemen. Saya tidak khawatir dengan kebahagian pemain. Saya hanya menghawatirkan bagaimana cara untuk menang,” tegas Conte.

Situasi negatif yang dialami Eden Hazard bisa menjadi bumerang bagi Chelsea. The Blues terancam kehilangan sosok berusia 27 tahun itu karena kabarnya yang bersangkutan tengah menjadi bidikan Real Madrid.

Ambisi City Memutuskan Rekor Buruk Di Anfield

Ambisi City Memutuskan Rekor Buruk Di Anfield : Manchester City kokoh di puncak klasemen Liga Inggris hingga pekan ke-22 dengan 62 poin, tanpa menelan kekalahan. Namun, The Citizens, sebutan Manchester City, menemui lawan sulit pada akhir pekan ini.

Ambisi City Memutuskan Rekor Buruk Di Anfield

Minggu (14/1/2017), Manchester City akan menghadapi Liverpool di Anfield. Punya catatan buruk di kandang Liverpool, bukan tidak mungkin Manchester City bakal menelan kekalahan pertamanya musim ini.

Seperti dilansir Sky Sports, Kamis (11/1/2018), Manchester City belum pernah mengalahkan Liverpool di Anfield sejak 2003. Total, dari 20 pertemuan, Manchester City kalah 14 kali, sedangkan sisanya berakhir imbang.

Terakhir kali The Citizen menang terjadi setelah mengalahkan Liverpool, 2-1, di Anfield, pada Mei 2003. Itu kurang lebih saat bintang Manchester City, Leroy Sane, masih berusia tujuh tahun.

Termotivasi Demi Gelar

Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengaku termotivasi memutus rekor buruk di Liverpool. Guardiola ingin meraih kemenangan di Anfield demi gelar Liga Inggris.

“Tentu jika Anda ingin mencapai sesuatu dan menjuarai gelar, Anda harus memenangkan laga seperti ini. Saya yakin kami mampu melakukannya (memutus rekor buruk) musim ini,” ujar Guardiola, dikuti dari situs resmi klub.

“Pertandingan kontra Liverpool adalah pertandingan yang penting, untuk kembali menyadari bahwa kami mampu melakukan hal besar pada musim ini, dalam fase penting,” ucapnya menambahkan.

Tekanan untuk Sterling

Dalam duel nanti, fans Liverpool akan memberikan tekanan kepada winger The Citizens, Raheem Sterling. Pemain dicap Timnas Inggris dicap fans Liverpool sebagai pengkhianat karena pindah ke Manchester City dengan alasan uang.

“Normalnya situasi ini terjadi karenad ia penting bagi fans Liverpool. Saya sangat mengerti, ini bukan pertama kalinya dia kembali. Sterling sudah jauh lebih dewasa, dan tentu harus tenang dalam menjalankan tugasnya,” ujar eks pelatih Barcelona itu.

Kedatangan Coutinho Tidak Akan Membuat Barca Merubah Tradisinya

Kedatangan Coutinho Tidak Akan Membuat Barca Merubah Tradisinya : Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mengatakan, pihak klub tidak akan mengubah tradisi mengorbitkan pemain dari akademi, La Masia. Namun menurut Valverde, Blaugrana juga perlu membeli pemain dari klub lain demi menjaga konsistensi bersaing di papan atas.

Kedatangan Coutinho Tidak Akan Membuat Barca Merubah Tradisinya

Kedatangan Philippe Coutinho ke Barcelona menuai beragam reaksi. Sejumlah pihak mendukung kebijakan manajemen klub menggaet gelandang Brasil itu, tetapi ada juga yang bersikap sebaliknya.

Beberapa kalangan mengkritik manajemen klub yang tidak mengikuti tradisi karena enggan memaksimalkan talenta dari La Masia. Padahal, sebelumnya Barcelona adalah tim yang kerap melahirkan para pemain terbaik dari akademi. Sebut saja, misalnya, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, hingga Lionel Messi.

“Barcelona selalu menggunakan kebijakan yang sama. Klub ini selalu pergi ke bursa transfer untuk merekrut pemain terbaik di dunia. Banyak pemain terbaik pernah bermain di Barcelona. Pada saat yang sama, kami selalu berusaha melihat ke akademi,” kata Valverde.

“Generasi emas seperti Xavi dan Iniesta sulit terulang. Terkadang, lebih banyak pemain akan datang dari akademi dan begitu pula sebaliknya. Namun, kami juga perlu merekrut pemain untuk mempertahankan tim tetap ada di posisi atas,” ujar Valverde.

Kehadiran sejumlah pemain-pemain berbakat La Masia seperti Messi, Xavi, hingga Iniesta, memberikan kontribusi besar terhadap prestasi Barcelona, antara lain empat trofi Liga Champions, delapan La Liga, hingga lima Copa Del Rey.

Target Lingard Bersama MU

Target Lingard Bersama MU : Jesse Lingard tampil istimewa bersama Manchester United (MU) pada musim ini. Dia sudah mencetak tujuh gol dan menyumbang empat assist untuk MU di Liga Inggris.

Target Lingard Bersama MU

Teranyar, dia mencetak satu gol saat Setan Merah, julukan MU, menang 2-0 atas Everton di Goodison Park, Senin (1/1/2018) atau Selasa dini hari WIB, dalam lanjutan Liga Inggris.

Namun demikian, winger asal Inggris itu masih belum puas. Lingard ingin lebih banyak berkontribusi untuk Setan Merah.

“Saya masih punya target gol dalam otak saya dan saya tengah mengupayakannya. Saya ini hanya ingin memberi assist dan mencetak gol demi membantu tim, itu bagus untuk saya,” kata Lingard kepada MUTV.

Lingard menambahkan, dia ingin membawa MU mengejar pemuncak klasemen Liga Inggris, Manchester City. “Saya berusaha keras dan mencoba mencetak sebanyak mungkin gol musim ini guna membantu tim memenangkan pertandingan.”

Ketika ditanya mengenai target golnya bersama Setan Merah, Lingard masih merahasiakannya. Namun, dia berusaha mewujudkan targetnya itu.

“Saya takkan bilang, itu rahasia! Namun saya mengupayakannya dan saya akan terus bekerja keras untuk membantu tim,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.

“Sebagai pemain depan, selalu bagus bagi kami untuk mencetak gol dan membantu tim mendapatkan tiga poin,” ucap Lingard menegaskan.

Performa ciamik Lingard mendapat pujian dari manajer MU, Jose Mourinho. Menurut manajer asal Portugal tersebut, Lingard merupakan pemain yang semakin konsisten dalam permainannya.

“Jesse Lingard, satu hal dari dia adalah bakat muda sepak bola, dan hal lain adalah seorang pemain sepak bola yang sangat baik. Banyak pemain tidak mampu melakukan lompatan besar seperti yang dilakukannya,” ujar Mourinho.

Van Dijk Diharap Cepat Beradaptasi Di Liverpool

Van Dijk Diharap Cepat Beradaptasi Di Liverpool : Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menuntut bek anyar timnya, Virgil van Dijk, untuk cepat beradaptasi dengan gaya permainan The Reds. Ia percaya, pemain asal Belanda itu bisa melakukannya.

Van Dijk Diharap Cepat Beradaptasi Di Liverpool

Liverpool telah menjadikan Van Dijk sebagai bek termahal di dunia setelah sepakat menebusnya dengan banderol 75 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,3 triliun dari Southampton. Menurut Klopp, harga Van Dijk tidaklah mahal pada era saat ini.

“Transfer 75 juta pound sterling saat ini sangat bagus untuk Southampton. Mereka juga ingin memperbaiki skuat mereka,” kata Klopp, seperti dilansir Soccerway.

“Apakah Anda pikir saat Southampton pergi ke klub lain, jika pemain itu tidak bebas transfer, klub tersebut akan menerima pembelian 5 juta pound sterling? Begitulah bursa transfer sekarang. Kita harus beradaptasi.”

Klopp menjelaskan, harga Van Dijk mahal, karena sang pemain terikat kontrak cukup panjang dengan Southampton hingga 2022. Meski demikian, hal ini tidak membuat Liverpool mundur.

“Jika Anda tidak ingin membelinya, jangan lakukan. Kami memiliki kesempatan untuk melakukannya dan itulah mengapa dia akan menjadi pemain Liverpool. Apakah saya menyukai nilai transfernya? Tidak, karena ini memberi tekanan lebih pada segalanya.”

“Itulah mengapa saya mengatakan sebagai komunitas Liverpool untuk mengabaikan harga itu. Van Dijk adalah pemain kita, dia bisa berkembang dan dia harus cepat beradaptasi. Masih banyak hal yang masih perlu diperbaikinya. Dia banyak berkembang dalam beberapa tahun terakhir, membuat langkah besar, jadi ini bagus,” Klopp menambahkan.

Solusi Pertahanan Rapuh

Van Dijk sendiri diharapkan dapat menjadi jawaban untuk rapuhnya lini pertahanan Liverpool. Saat ini, The Reds sudah kebobolan 23 gol dari 20 pertandingan di Premier League.

Wenger Memberikan Pujian Bagi Sanchez

Wenger Memberikan Pujian Bagi Sanchez : Manajer Arsenal, Arsene Wenger untuk pertama kalinya memberikan pujian kepada Alexis Sanchez pada musim 2017/18. Wenger sudah laman menanti performa terbaik eks Barcelona tersebut.

Wenger Memberikan Pujian Bagi Sanchez

Sanchez menjadi pahlawan kemenangan Meriam London, sebutan Arsenal, dengan skor 3-2 atas Crystal Palace di Selhurst Park, London, Kamis (28/12/2017) atau Jumat dini hari WIB, dalam lanjutan Liga Inggris.

Dalam laga tersebut, Sanchez mencetak dua gol. Dia melepaskan empat sepakan, tiga di antaranya on target.

Pemain Timnas Chile itu juga menciptakan dua peluang mematikan di kotak penalti lawan. Total, Sanchez melepaskan 61 umpan, 50 di antaranya berhasil diterima dengan baik oleh pemain Arsenal.

“Saya merasa dia sangat bagus malam ini. Sejak menit pertama dia sudah fokus, dan kembali lugas,” kata Wenger, dikutip dari ESPN.

“Sanchez yang seperti ini adalah pemain sepak bola yang hebat, seperti yang kita tahu. Dan penampilan seperti itulah yang Anda inginkan dari dia,” ujar manajer Arsenal asal Prancis itu.

Masa Depan Sanchez

Namun demikian, masa depan Sanchez bersama Arsenal belum jelas. Kontrak pria berusia 29 tahun itu bersama Meriam London bakal berakhir pada 30 Juni 2018.

Karena hal tersebut, Sanchez dikabarkan bakal segera meninggalkan Emirates Stadium. Manchester City selalu dirumorkan menjadi klub terdepan yang berminat kepadanya.

“Saya tidak takut. Topik ini muncul hanya karena situasi kontraknya. Hingga saat ini, saya hanya akan mengulangi perkataan apa yang sebelumnya pernah saya ucapkan mengenai hal ini,” ucap Wenger.

Marcelo Akui Bahwa Real Madrid Pantas Kalah Dari Barcelona Di El Clasico

Marcelo Akui Bahwa Real Madrid Pantas Kalah Dari Barcelona Di El Clasico : Bek Real Madrid, Marcelo mengakui kekalahan timnya dari Barcelona. Los Blancos, sebutan Real Madrid, kalah 0-3 di Santiago Bernabeu Stadium, Sabtu (23/12/2017), dalam lanjutan Liga Spanyol.

Marcelo Akui Bahwa Real Madrid Pantas Kalah Dari Barcelona Di El Clasico

Tiga gol kemenangan Los Blaugrana, julukan Barcelona, dicetak Luis Suarez, Lionel Messi, dan Aleix Vidal. Dalam laga itu, Real Madrid bermain dengan 10 pemain setelah Dani Carvajal diganjar kartu merah pada menit ke-63.

“Kami mengakui gol pertama mereka, kemudian ada penalti dan kartu merah tidak lama berselang. Tentu saja sangat sulit melawan 11 pemain Barcelona dengan 10 pemain kami,” kata Marcelo, dikutip dari Marca.

Dalam laga El Clasico, Marcelo tampil di bawah performa terbaiknya. Dia hanya melakukan dua tekel, satu intersep, dan satu clearance untuk membantu pertahanan Real Madrid.

Tak Percaya Keajaiban

Kekalahan di El Clasico membuat peluang Real Madrid mempertahankan gelar Liga Spanyol semakin menipis. Los Blancos tertinggal 14 poin dari Barcelona yang semakin kokoh di puncak klasemen dengan 45 poin.

“Selisih poin ini terjadi karena Barcelona memenangkan lebih banyak pertandingan, hanya itu saja,” ujar bek Timnas Brasil tersebut.

Melihat tipisnya peluang mempertahankan gelar Liga Spanyol, Marcelo menolak percaya pada keajaban. “Tapi peluang (juara La Liga) belum hilang. Namun, saya tidak percaya dengan kajaiban. Kita hanya perlu bekerja keras,” ucapnya.

Puaskan Penonton

Meski kalah, Marcelo mengaku puas. Pria berusia 29 tahun itu senang sudah memberikan tontonan yang menarik kepada suporter yang menyaksikan El Clasico di seluruh dunia.

“Kami sudah memanjakan Anda. La Liga merupakan kompetisi terbaik di dunia dan sulit mencatatkan kemenangan di sini, meski Anda selalu berharap kami menang,” kata Marcelo.

MU Kalah Dari Tim Gurem Di Piala Liga

MU Kalah Dari Tim Gurem Di Piala Liga : Manchester United (MU) harus rela tersingkir di Piala Liga Inggris. Mereka secara mengejutkan tumbang di tangan Bristol City dengan skor tipis 1-2.

MU Kalah Dari Tim Gurem Di Piala Liga

Pada laga di Ashton Gate, Kamis (21/12/2017) dini hari WIB, MU turun dengan mayoritas pemain pelapis. Satu-satunya gol ‘Setan Merah’ dihasilkan penyerang gaek, Zlatan Ibrahimovic.

Usai pertandingan, manajer MU Jose Mourinho, mengatakan keberuntungan tidak berada di pihaknya pada laga tersebut. Ucapan Mourinho sepertinya benarnya juga.

Dari awal keberangkatan ke Bristol, mereka sudah lebih dulu dirundung masalah. Perjalanan MU ke Bristol sejak mula sudah mengalami hambatan.

Mereka tidak bisa mendarat tepat waktu karena masalah penerbangan. Jet pribadi yang digunakan MU harus mendarat di Cardiff. Penyebabnya adalah kabut tebal, seperti diberitakan The Sun.

Masalah Perjalanan

Setibanya di Cardiff, MU kemudian harus melanjutkan perjalanan ke Bristol dengan menggunakan bus. Mereka menempuh jarak sekitar 89 kilo meter dan baru tiba jelang tengah malam pada Selasa kemarin.

Buat MU, ini bukan kali pertama mereka menghadapi masalah dalam perjalanan. Pada April 2016 lalu, klub tetangga Manchester City itu terlambat datang ke White Hart Lane dalam laga melawan Tottenham Hotspur.

Terjebak Macet

Mereka terjebak kemacetan di London, sehingga pertandingan pun harus ditunda selama 30 menit.

Lalu sebulan berselang, MU juga harus mengalami penundaaan jadwal pertandingan karena bus mereka diadang fans West Ham United ketika akan menuju ke Boleyn Ground.

Zaha Kini Diincar Oleh Manchester City

Zaha Kini Diincar Oleh Manchester City : Manchester City dikabarkan ikut memburu tanda tangan Wilfried Zaha. Untuk mendapatkan tanda tangan Crystal Palace, City tampaknya harus bersaing dengan Chelsea dan Arsenal.

Zaha Kini Diincar Oleh Manchester City

The Citizen dikabarkan menyiapkan skenario pertukaran pemain demi mendapatkan tanda tangan pesepak bola asal Pantai Gading tersebut.

Seperti dilansir Daily Star, Selasa (19/12/2017), manajer City, Pep Guardiola, menjadi opsi alternatif jika timnya gagal memboyong bintang Arsenal, Alexis Sanchez.

Sanchez hampir bergabung ke Citizen pada musim panas 2017. Namun, kepindahan itu batal terwujud karena Arsenal tak mampu merampungkan deal untuk menggaet winger Monaco, Thomas Lemar.

Manchester City dikabarkan berencana kembali mendekati Sanchez ketika kontraknya habis pada Juni 2018. Akan tetapi, bukan tak mungkin City melangkah lebih cepat dengan mencoba menggaet pemain asal Chile tersebut pada bulan depan ketika bursa transfer dibuka.

Ambisi City memboyong Sanchez diprediksi tak berjalan mudah. Paris Saint-Germain (PSG) juga tertarik memboyong Sanchez. Guardiola disebut-sebut tak yakin bisa bersaing dengan PSG sehingga melirik Zaha sebagai rencana B.

Menurut Daily Mirror, Manchester City menyiapkan dana senilai 40 juta pound sterling supaya bisa mememangi persaingan dengan Arsenal dan Chelsea yang juga berminat menggaet Zaha.

Namun, Zaha baru meneken kontrak baru dengan Palace berdurasi lima tahun pada Mei 2017. Jadi, kecil kemungkinan mereka rela melepas Zaha pada bursa transfer Januari 2018. Itu artinya Manchester City, Chelsea, dan Arsenal, kemungkinan harus berjuang keras untuk membujuk  Crystal Palace melepas Zaha.

Moyes Tertarik Untuk Memboyong Wilshere Ke West Ham

Moyes Tertarik Untuk Memboyong Wilshere Ke West Ham : David Moyes tak memungkiri ingin merekrut gelandang Arsenal, Jack Wilshere. Manajer West Ham itu menilai Wilshere layak mendapat tempat di tim utama.

Moyes Tertarik Untuk Memboyong Wilshere Ke West Ham

Wilshere musim lalu sempat dipinjamkan ke Bournemouth. Wenger merasa pemain asal Inggris kalah bersaing dengan gelandang lainnya seperti Mesut Ozil dan Aaron Ramsey.

Namun musim ini Wilshere dipulangkan kembali ke Arsenal. Ia mampu menjadi bintang di Liga Europa dan Piala Liga.

“Tentu saja kami akan merekrutnya jika dia tersedia di pasaran. Bahkan kami ingin dia bertahan untuk waktu yang lama bukan sekadar dipinjamkan,” kata Moyes seperti dilansir Evening Standard.

“Wilshere pesepak bola yang luar biasa. Kariernya terhambat karena cedera saja saya pikir,” ucap Moyes.

Performa Wilshere

Musim ini Wilshere telah bermain dalam 12 laga di semua kompetisi. Tetapi dia baru menyumbang satu gol saat melawan BATE di Liga Europa tengah pekan ini.

Pindah ke West Ham bakal membuat Wilshere lebih sering tampil reguler. Apalagi ia butuh banyak bermain agar dilirik ke timnas Inggris lagi.

“Saya percaya Januari akan menjadi momen penting apakah kami akan ke papan atas atau malah terperosok. Itu sebabnya kami harus mencari pemain yang tepat,” ujar Moyes.

Upaya Sulit

Namun upaya Moyes untuk mendapat Wilshere bakal sulit. Pasalnya Arsenal kemungkinan akan mempertahankannya.

“Jujur saya melihat Wilshere semakin dewasa. Bahkan ia semakin matang di dalam dan luar lapangan,” ujar manajer Arsenal, Arsene Wenger.