Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU

Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU : Nemanja Vidic merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki lini pertahanan Manchester United (MU). Bergabung sejak 2006, dia lalu memutuskan hengkang dari Old Trafford, kandang MU, pada 2014 silam.

Vidic Rela Hidungnya Patah Demi MU

Lima gelar Liga Inggris, tiga Piala FA dan trofi Liga Champions mampu digondolnya ketika berkostum ‘Setan Merah’. Vidic juga sempat dipercaya menyandang bak kapten tim sebelum meninggalkan Old Trafford.

Bicara soal performa, Vidic pada era-nya sungguh luar biasa. Bersama Rio Ferdinand, dia menjadi pilar utama di pertahanan dan sangat sulit ditembus penyerang lawan.

Selain kemampuan serta pengalaman, ternyata ada faktor lain yang membuat Vidic sulit dilewati musuh, yaitu harga diri sebagai seorang pemain bertahan.

Vidic berpikir, bila gawang timnya bobol, maka itu sudah merusak harga diri penggawa lini belakang. Dan oleh sebab itu, sebisa mungkin dia berjuang menghindarkan gawang tim dikoyak, meski harus mengorbankan diri sendiri.

“Harga diri. Hidung patah bisa Anda obati, tapi ketika musuh membobol gawang tim saya (MU), maka tidak ada yang mampu memperbaikinya,” kata Vidic dikutip Daily Mail.

Setelah menuai banyak pujian, kinerja pertahanan Manchester United (MU) kini mulai dipertanyakan. Apalagi setelah Setan Merah menderita kekalahan 1-2 dari Huddersfield Town pada pekan kesembilan Liga Inggris 2017/2018, Sabtu (21/10/2017).

Pertahanan solid sebelumnya jadi kunci kesuksesan MU mengukir tren positif. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi, tim yang ditangani Jose Mourinho tersebut baru empat kali kebobolan. Dalam periode itu, Setan Merah juga mampu menciptakan 33 gol.

Tren positif ini membuat MU menekan Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris, melaju ke 16 besar Piala Liga Inggris, dan memuncaki klasemen Grup A Liga Champions. Kini, catatan positif itu harus ternoda di markas Huddersfield, The John Smith’s Stadium.

Saat melawan Huddersfield, terlihat betul betapa rapuhnya pertahanan Setan Merah. Dua gol yang tercipta akibat buruknya lini belakang MU, khususnya pada Victor Lindelof. Nemanja Vidic yang pernah memperkuat MU selama 8 tahun mencoba memberikan saran.

“Pertandingan sudah berubah. Pelatih ingin pemain belakang bisa melakukan segalanya. Bisa bermain, mengambil bola dari belakang, menjadi pemain tengah sekaligus pemain bertahan. Tak mudah melakukan semuanya karena Anda harus mengubah mentalitas Anda,” tegas Vidic, dikutip Manchester Evening News.

Hazard Tetap Tenang Walaupun Chelsea Jarang Menang

Hazard Tetap Tenang Walaupun Chelsea Jarang Menang : Pemain sayap Chelsea, Eden Hazard percaya timnya masih punya harapan mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim 2017/2018. Meski mengawali musim dengan kurang baik, Hazard menganggap Chelsea patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara.

Hazard Tetap Tenang Walaupun Chelsea Jarang Menang

Dalam dua laga terakhir di Liga Inggris, Chelsea selalu menelan kekalahan. Sementara di Liga Champions, tim besutan Antonio Conte hanya bermain imbang 3-3 lawan AS Roma.

Hazard menilai, kemampuan timnya sebenarnya tidak melorot. Yang terjadi, tahun ini, tim-tim rival seperti Manchester City dan Manchester United menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

“Kami siap, kami tahu liga masih panjang, jadi kami punya waktu untuk kembali,” ucap Hazard seperti dilansir dari ESPN.

Menurut Hazard, Chelsea juga mengikuti banyak kompetisi. Akibatnya, waktu latihan tergerus. Tidak seperti musim lalu, mereka punya waktu sepekan menyiapkan pertandingan.

“Musim lalu, lebih mudah bermain setiap pertandingan di setiap minggunya. Sekarang berbeda, tapi kami harus menyesuaikan diri dengan situasi. Kami akan memberikan segalanya, tapi saya pikir kami berada pada level yang sama seperti tahun lalu,” katanya.

Chelsea kini berada di posisi ke-5 klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 13 poin terpaut sembilan poin dari Manchester City yang memuncaki klasemen. Selanjutnya, The Blues akan menjamu akan menjamu Watford di Stamford Bridge, Sabtu (21/10/2017).

“Kami ingin melupakan laga melawan Roma, mencoba fokus di pertandingan selanjutnya melawan Watford. Kami akan berusaha memberikan segalanya di laga berikutnya.”

Ronaldo Menjadi Favorit Peraih Gelar Ballon d’Or 2017

Ronaldo Menjadi Favorit Peraih Gelar Ballon d’Or 2017 : Playmaker Real Madrid Isco menegaskan, rekan satu timnya Cristiano Ronaldo adalah satu-satunya pemain yang layak memenangkan Ballon d’Or.

Ronaldo Menjadi Favorit Peraih Gelar Ballon d'Or 2017

Seperti diketahui, bintang Portugal itu, termasuk di antara 30 nominasi untuk meraih penghargaan yang diberikan France Football. Ronaldo masuk nominasi bersama enam rekannya dari Real Madrid, termasuk Isco.

Mantan pemain Manchester United itu, memang salah satu favorit untuk memenangkan trofi tersebut setelah menginspirasi timnya pada La Liga dan Liga Champions musim lalu.

Meskipun, kini dia harus berjuang keras di musim ini, setelah hanya mampu mencetak satu gol di liga.

Isco, yang juga terpilih mengakui bahwa ini adalah “mimpi” menjadi nominasi teratas untuk hadiah individu terbaik sepak bola. Namun, menurut dia, hanya ada satu pemenang yang pantas.

“Cristiano [Ronaldo] harus menang, tidak ada pertanyaan tentang itu,” katanya, berbicara menjelang pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dengan Tottenham. “Sangat sulit untuk berada di atas sana, itu akan menjadi mimpi.

“Ada 30 calon dan banyak dari mereka dari Real Madrid. Jika tim ini melakukannya dengan baik, ada banyak peluang untuk memenangkan hadiah individual. Saya sangat senang dengan keadaan ini, dan berharap bisa terus seperti ini.”

Lionel Messi (Barcelona/kiri) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid/kanan) berjabat tangan sebelum partai El Clasico (2/4/2016). Keduanya bakal menjadi penentu musim ini bagi tim masing-masing kala berebut trofi jawara La Liga 2015-2016. (Reuters/Albert Gea

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo diprediksi akan kembali bersaing ketat dengan bintang Barcelona, Lionel Messi. Keduanya telah mendominasi penghargaan Ballon d’Or 10 musim terakhir.

Namun, ada sedikit keraguan bahwa Cristiano Ronaldo pantas untuk meraih Ballon d’Or kelima tahun ini. Awal musim baru mungkin bukan yang terbaik, terutama karena larangan empat pertandingan.

Akan tetapi, semua tahu bahwa pada musim yang tanpa Piala Dunia atau Piala Eropa, penghargaan tersebut selalu diserahkan ke pemain terbaik Liga Champions. Bintang Portugal itu pun membuktikannya musim lalu.

Kaka Resmi Pensiun

Kaka Resmi Pensiun : Legenda AC Milan Ricardo Kaka resmi mengumumkan rencana pensiunnya pada tahun ini. Gelandang serang Orlando City itu akan memainkan laga terakhirnya bersama klub pada Minggu (15/10/2017) atau Senin pagi WIB.

Kaka Resmi Pensiun

Orlando City bakal memainkan laga kandang terakhir di Orlando City Stadium, Florida, sebelum musim kompetisi MLS berakhir. Kaka menegaskan sudah tiba waktunya untuk mengakhiri karier gemilangnya di sepak bola dalam keadaan bahagia.

“Saatnya sekarang mengucapkan selamat tinggal. Namun, hati ini penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan, bangga dan merasa terhormat untuk mengakhiri siklus kemenangan lainnya. Minggu saya akan memainkan pertandingan resmi terakhir saya dengan seragam Orlando City di Orlando,” tulis Kaka dalam akun Instagram-nya, Kamis (12/10/2017).

Sebelumnya, pemain 35 tahun tersebut memang telah mengumumkan tidak akan memperpanjang lagi kontraknya dengan klub. Dia merasa tubuhnya tak lagi muda dan kerap merasa sakit di beberapa bagian tubuh ketika bertanding.

Peraih Ballon d’Or 2007 itu juga mengindikasikan bakal mengikuti jejak Zinedine Zidane sebagai pelatih. Eks pemain timnas Prancis itu jadi contoh untuk Kaka karena dia memilih rehat dari sepak bola pasca-pensiun.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Flávio (Flávio Augusto da Silva, pemilik klub), Alexandre (CEO) dan Diogo (Diogo Kotscho, wakil presiden bidang komunikasi) karena percaya saya bisa menjadi bagian penting dari teka-teki ini,” ucap Ricado Kaka.

“Terima kasih pada semua fans karena selalu mendukung tim ini, memadati stadion dan tidak ragu untuk mendukung kami setiap saat, bahkan di saat-saat tersulit sekalipun,” katanya.

Orlando City tinggal menyisakan dua laga terakhir di MLS pada musim ini. Setelah menggelar laga perpisahan di kandang bersama Kaka, The Lions dijadwalkan bertandang ke markas Philadelphia Union, Minggu (22/10/2017) atau Senin pagi WIB.

“Saya akan terus mendukung, bersorak dan percaya pada klub serta akan selamanya menjadi Sang Singa. Saya bersemangat untuk tantangan karier profesional yang akan datang. Terima kasih Orlando!” ujar Kaka.

Danny Rose, Siap Menolak Tawaran Chelsea Demi Gabung Ke MU

Danny Rose, Siap Menolak Tawaran Chelsea Demi Gabung Ke MU : Danny Rose bersiap menolak tawaran yang diajukan Chelsea. Pemain bertahan berusia 27 tahun itu ternyata lebih tertarik bergabung dengan Manchester United (MU).

Danny Rose, Siap Menolak Tawaran Chelsea Demi Gabung Ke MU

Masa depan Danny Rose bersama Tottenham Hotspur memang semakin tidak jelas. Sebab, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, belum memberikan tempat bagi pemain asal Inggris itu.

Sebelumnya, Danny Rose memang sempat absen karena cedera. Posisinya kemudian digantikan Ben Davies yang akhirnya berhasil memikat hati sang pelatih, Pochettino.

Situasi ini membuat Danny Rose semakin tidak betah. Dia juga mulai berulah dan sempat didenda dua pekan gaji gara-gara memprotes struktur gaji di Spurs. Danny Rose juga telah mengungkapkan keinginan meninggalkan Spurs dan mencoba mengadu nasib di tim lain.

Tidak sulit bagi Danny Rose mendapatkan pelabuhan baru bagi kariernya. Sebab, pelatih MU, Jose Mourinho, sangat mendambakan kehadiran pemain berpostur 174 cm itu. Rose dianggap sebagai solusi dalam memperbaiki pertahanan di sisi kiri timnya.

Namun, MU ternyata tidak sendiri. Seperti dilansir Metro.co.uk, Chelsea juga ternyata berminat kepada bek kiri itu. Meski demikian, Danny Rose lebih memilih bergabung dengan MU.

Kabarnya, MU telah menyiapkan 45 juta pound sterling demi Danny Rose. Jelas, dengan kehadiran Danny Rose, maka Luke Shaw yang kerap beroperasi di posisi tersebut terancam. Ada kemungkinan MU bakal menjual pemain yang masih menyisakan kontrak 12 bulan itu.

Rencana Besar Real Madrid Dengan Melakukan Perombakan Besar Pada Skuatnya

Rencana Besar Real Madrid Dengan Melakukan Perombakan Besar Pada Skuatnya : Presiden Real Madrid Florentino Perez tengah mempersiapkan rencana besar untuk musim panas nanti. Perez sedang mempersiapkan salah satu revolusi terbesar yang pernah dilakukan Madrid dalam beberapa tahun terakhir.

Rencana Besar Real Madrid Dengan Melakukan Perombakan Besar Pada Skuatnya

Mundo Deportivo melaporkan, untuk menjalankan rencana itu, Real Madrid akan merombak skuat. Bahkan, beberapa pemain bintang saat ini kemungkinan akan dijual.

Gareth Bale, misalnya. Pemain asal Wales ini sepertinya akan benar-benar meninggalkan Bernabeu di musim panas mendatang. Meski begitu, surat kabar Spanyol itu tidak menyebut Manchester United (MU) sebagai klub yang mungkin tertarik merekrutnya.

Sebelumnya, manajer MU Jose Mourinho berniat ingin membawa kembali Bale dari Madrid. Bale memang target lama MU dan The Red Devils telah lama mencari pemain sayap baru sejak musim panas lalu, ketika mereka gagal mengamankan Ivan Perisic dari Inter.

Media di Spanyol juga mengabarkan Perez juga merencanakan perubahan besar di lini depan Merengues. Cristiano Ronaldo juga akan diizinkan untuk meninggalkan Madrid jika situasinya tepat.

Real Madrid sendiri sudah mengincar tiga pemain sebagai penggantinya. Pierre-Emerick Aubameyang, Harry Kane dan Robert Lewandowski, sudah dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Bernabeu.

Selain Kane, Real Madrid juga berburu pemain Tottenham Hotspur lainnya. Dele Alli dilaporkan masuk daftar belanja Los Blancos.

Sebelumnya, Real Madrid pernah menggaet dua pemain dari The Lilywhites, Luka Modric dan Gareth Bale. Modric dan Bale menjadi sosok penting bagi Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir.

Usia Kane baru 24 tahun dan Alli menginjak umur 21 tahun. Kedua pemain ini dalam kondisi fit dan performanya terus menanjak.

Los Blancos terus memantau perkembangan kedua pemain ini. Tottenham dan Real Madrid tergabung di Grup H Liga Champions musim ini.

Ronaldo Berharap Agar El Real Merekrut Dyabala Ketimbang Harry Kane

Ronaldo Berharap Agar El Real Merekrut Dyabala Ketimbang Harry Kane : Cristiano Ronaldo dikabarkan ingin mengakhiri karirnya di Real Madrid. Bintang asal Portugal ini dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan manajemen Madrid, karena ia ingin menandatangani kontrak baru terakhir sebelum akhir kariernya.

Ronaldo Berharap Agar El Real Merekrut Dyabala Ketimbang Harry Kane

Pemain berusia 32 tahun itu, ingin memainkan posisi terakhirnya di sayap. Karena itulah ia akan menuntut Real Madrid untuk bermain dalam posisi lebih dekat ke area lawan.

Ronaldo ingin bermain sebagai center forward dan itulah mengapa dia memberi tahu Presiden Real Madrid Florentino Perez untuk tidak mendatangkan Robert Lewandowski maupun Harry Kane.

Pasalnya, jika kedua bintang itu, didatangkan ke Real Madrid, tentu akan mencegahnya bermain sebagai pemain sentral di lini depan. Menurut Don Balon, itulah alasan Ronaldo mendorong Perez untuk menandatangani striker baru yang tidak akan memberikan ancaman baginya.

Lantaran itu pula, Ronaldo ingin Paulo Dybala bergabung dengan Real Madrid. Dia berpikir pemain Juventus tersebut, akan menjadi pemain terbaik yang harus masuk dalam skuat Los Blancos begitu dia pindah dari sayap ke lini depan.

Sebelumnya, Ronaldo juga mengajukan permintaan khusus kepada petinggi Real Madrid untuk bursa transfer musim panas 2017. Ronaldo ingin Perez menambah pemain dari negaranya Portugal.

Pemain Portugal yang diinginkan Ronaldo untuk bergabung ke Santiago Bernabeu adalah gelandang bertenaga kuda Renato Sanches dari Bayern Munchen.

Ronaldo menginginkan Renato berada di dekatnya karena akan ditinggal teman-teman dekatnya seperti Pepe, Fabio Coentrao dan James Rodriguez. Pepe sudah dipastikan pergi karena kontraknya habis. Sedangkan dua nama lainnya akan dijual oleh Madrid.

Renato cukup dekat dengan Ronaldo. Keduanya berjuang bersama-sama membawa Portugal juara Piala Eropa 2016. Renato pun memiliki agen yang sama dengan Ronaldo, Jorge Mendes.

Atletico Madrid Tidak Menyiapkan Tiket Untuk Suporter Barca

Atletico Madrid Tidak Menyiapkan Tiket Untuk Suporter Barca : Setelah menggelar pertandingan tertutup melawan Las Palmas, pekan lalu, Barcelona kembali tanpa pendukung saat menjajal kekuatan Atletico Madrid, 15 Oktober mendatang. Pasalnya, pihak tuan rumah tidak menyediakan tiket bagi para pendukung Blaugrana.

Atletico Madrid Tidak Menyiapkan Tiket Untuk Suporter Barca

Seperti dilansir AS, pekan lalu, Barcelona terpaksa menggelar pertandingan tanpa penonton di Camp Nou. Langkah ini diambil menyusul suasana Catalonia yang tengah menggelar referendum untuk memisahkan diri dari Spanyol. Dalam duel ini, Barca menang telak 3-0.

Pertandingan melawan Atletico selanjutnya akan digelar di markas lawan, Wanda Metropolitano, Madrid. Namun, suporter Barcelona juga kembali ‘dipersulit’ karena pihak tuan rumah, dalam hal ini Atletico Madrid, tidak menyediakan kuota tiket bagi suporter tim tamu.

Seperti dilansir AS, Barcelona telah menerima kabar ini dari Atletico. Lewat situs resminya, Barcelona menjelaskan situasi tidak menguntungkan itu disebabkan oleh masalah logistik tuan rumah. Dengan demikian, maka bisa dipastikan tiket bagi suporter tamu tidak ada.

“Karena masalah logistik di stadion Wanda Metropolitano yang baru, Atletico de Madrid tidak dapat menyediakan tiket yang sebelumnya ditawarkan bagi pendukung Barcelona untuk pertandingan yang diadakan pada Sabtu tanggal 14 Oktober,” bunyi pernyataan tersebut.

Atletico lebih mengutamakan pendukungnya dan mengalokasikan tiket sebanyak 112 ribu. Masalah yang sama juga dialami Atletico saat bertemu Malaga dan Sevilla. Saat bertemu Malaga, Atletico Madrid bahkan hanya menyediakan 194 tiket bagi suporter lawan.

Atletico selanjutnya juga akan menjamu Qarabag dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions. Untuk laga ini, Qarabag telah meminta kuota tiket sebesar lima persen.

Rossi Dinilai Masih Memiliki Peluang Untuk Juara

Rossi Dinilai Masih Memiliki Peluang Untuk Juara : Banyak yang menilai Valentino Rossi hampir pasti tidak memiliki peluang menjadi juara dundia MotoGP 2017. Meski secara matematis masih terbuka, akan sulit bagi The Doctor mengangkangi empat pembalap teratas.

Rossi Dinilai Masih Memiliki Peluang Untuk Juara

Rossi sendiri baru saja membuat kejutan pada MotoGP Aragon 2017 di Sirkuit Motorland, 24 September. Meski sempat diragukan akibat kondisinya yang belum 100% pulih dari cedera, faktanya pembalap Movistar Yamaha itu tetap bisa tampil kompetitif.

Dia menyelesaikan balapan dengan finis di urutan kelima setelah terpaut 5,882 detik dari Marc Marquez. Meski banyak yang mengagumi performa Rossi, tetap saja hasil itu membuat dirinya berada dalam situasi yang kdian sulit.

Hasil itu membuat dirinya disalip Dani Pedrosa dalam klasemen MotoGP. Kini pembalap berusdia 38 tahun itu menempati urutan kelima dengan selisih dua poin dari Pedrosa dan 56 dari Marquez. Saat ditanya mengenai peluang Rossi soal gelar juara dundia, Pedrosa tidak ingin menghapus nama pembalap asal Italdia itu dalam daftar kandidat.

“Pada akhirnya, semua pembalap sangat penting (untuk diwaspadai). Anda bisa berada di podium dan pada balapan lainnya Anda bisa sangat menderita. Semua berjalan sangat ketat, termasuk dalam balapan,” ujar Pedrosa, menurut Tuttomotoriweb.

Jika melihat persaingan di klasemen MotoGP, hanya Marquez, Andrea Dovizioso, dan Maverick Vinales yang peluangnya masih terbuka. The Baby Alien di atas angin dengan keunggulan 16 poin atas Dovizioso. Sedangkan Vinales di urutan ketiga dengan selisih 28 poin dari pembalap Repsol Honda itu.

Momen Pembuktian De Bruyne

Momen Pembuktian De Bruyne : Manchester City memetik kemenangan penting di pekan ketujuh Liga Inggris. The Citizens mempermalukan juara bertahan Chelsea 1-0 di Stamford Bridge, Sabtu (1/10/2017). Gelandang serang Kevin de Bruyne jadi bintang kemenangan City.

Momen Pembuktian De Bruyne

De Bruyne mencetak gol semata wayang kemenangan City pada menit 67. Pria Belgia ini melepaskan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti usai bekerja sama dengan Gabriel Jesus.

Gol indah ke gawang Chelsea ini menjadi pembuktian dari De Bruyne. Dia pernah dibuang Chelsea di era Jose Mourinho karena dianggap pemain gagal.

Chelsea membeli De Bruyne dari Genk tahun 2012 lalu. The Blues kemudian meminjamkannya ke Werder Bremen selama semusim. Tampil apik di Bremen, De Bruyne kembali ke Stamford Bridge di musim 2013- 2014.

Sayangnya, ketika itu De Bruyne jarang dimainkan Mourinho. Dia hanya sempat tampil tiga kali saja sebelum akhirnya dibuang ke klub Jerman, VfL Wolfsburg.

Bersama Wolfsburg, De Bruyne bangkit. Dia jadi raja assists di Bundesliga. City pun tertarik merekrutnya tahun 2015 lalu. De Bruyne tak menyesal gagal di Chelsea. Kegagalan di Stamford Bridge dijadikannya pelajaran berharga.

“Chelsea adalah masa lalu. Apa yang terjadi, sudah terjadi. Aku tidak menyesal datang bergabung dengan Chelsea. Ini membuatku lebih kuat. Aku membuat keputusan pada saat itu, Chelsea memperoleh keuntungan dan aku melakukan yang terbaik untukku,” kata De Bruyne seperti dilansir Soccerway.

Keputusan Mourinho membuang De Bruyne disesali manajer Chelsea saat ini, Antonio Conte.

“Saya tidak tahu, jujur, apa yang terjadi di masa lalu. Tapi yang pasti kita bicarakan pemain top, pemain lengkap. Dia bagus baik – secara teknis, cepat, dan dia bekerja keras untuk timnya. Dia adalah pemain yang lengkap,” papar Conte.

Di musim 2017-2018, De Bruyne semakin matang. Sebelum menjadi pahlawan kemenangan lawan City, De Bruyne juga membuat gol indah di Liga Champions pekan lalu saat menang 2-0 atas Shakhtar Donetsk.

“Kevin merupakan pemain yang pintar, rendah hati, dan pemalu. Namun, kita bisa lihat kualitas yang dimilikinya,” puji pelatih City Pep Guardiola kepada BBC.

“Kami beruntung bisa memilikinya. Dia tampil luar biasa dan bisa melakukan apa saja. Dia punya kecepatan, determinasi, dan bisa menyerang dari berbagai sisi,” lanjut Guardiola.

Bersama De Bruyne, Guardiola menaruh harapan besar agar bisa meraih gelar juara Liga Inggris pertama. Jika sampai gagal juara musim ini, Guardiola bisa dilengserkan akhir musim nanti.

“Kami akan dinilai berdasarkan berapa banyak gelar yang kami menangkan. Tanpa itu, kami akan gagal. Kami tahu itu,” ujar Guardiola.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya begitu bahagia bisa berada di sini. Tapi itu semua tergantung pada kesuksesan yang Anda miliki. Di klub besar seperti City, jika Anda tidak menang, maka Anda tidak dapat bertahan,” tegas Guardiola.