Perbedaan Skuad MU Dengan Musim Lalu

Perbedaan Skuad MU Dengan Musim Lalu : Ander Herrera memberikan ungkapan tentang perbedaan dari skuat Manchester United musim ini dibandingkan dengan tahun lalu. The Red Devils dinilai kini mempunyai dua pemain di setiap posisi.

Perbedaan Skuad MU Dengan Musim Lalu

Di ajang Liga Inggris musim ini, MU masih memimpin di posisi pertama klasemen dengan mengumpulkan 10 poin, sama dengan raihan angka Manchester City namun mereka unggul selisih gol. MU sudah berhasil mencetak sebanyak 12 gol, dan baru hanya kebobolan dua kali. Romelu Lukaku menjadi top skorer sementara tim, dengan empat gol yang dibuatnya.

Di transfer musim panas ini, MU cuma mendatangkan tiga pemain saja. Selain Lukaku, ada juga Nemanja Matic dan Victor Lindelof. Tambahan tiga pemain ini dinilai membuat MU kini mempunyai dua pemain pada setiap posisi, Ander Herrera yang mengungkapkan hal tersebut.

“Saya pikir kini kami bisa bilang bahwa kami mempunyai pemain pada setiap posisi. Anda mempunyai pemain seperti Marcus Rashford, seorang pelari yang selalu mencari ruang, dan Anda mempunyai (Romelu) Lukaku yang bisa menahan bola pada momen sulit,” kata Herrera kepada Manchester Evening News.

“Selama pertandingan, dia bisa ada di sana menahan bola untuk semua pemain. Lalu, Anda mempunyai pemain seperti Juan (Mata), yang bisa masuk untuk bermain sepakbola. Lalu Anda mempunyai Anthony Martial, yang sangat brilian saat situasi satu lawan satu. Kami mempunyai Chris Smalling yang brilian saat bertahan dan Daley (Blind) yang bisa bermain memainkan bola dengan sangat fantastis dari belakang,” jelas pemain asal Spanyol itu menegaskan.

Howard Bakal Jadi Stater Center Bagi Tim Charlotte Hornets

Howard Bakal Jadi Stater Center Bagi Tim Charlotte Hornets : Center pengalaman Charlotte Hornets yakni Dwight Howard dipastikan akan menjadi starter di NBA 2017-2018. Howard berhasil menggusur Cody Zeller yang musim lalu merupakan langganan starter tim.

Howard Bakal Jadi Stater Center Bagi Tim Charlotte Hornets

Howard yang baru saja didatangkan Hornets pada musim panas ini dari Atlanta Hawks. Hornets melakukan trade dengan memberikan Marco Belinelli, Miles Plumlee dan NBA Draft 2017 urutan 41 kepada Hawks sebagai gantinya. Pengalaman segudang yang dimiliki Howard membuat pelatih Hornets saat ini yaitu Steve Clifford lebih memilih pemain berjuluk Superman itu sebagai starter ketimbang Zeller.

“Dwight masih merupakan salah satu pemain bertahan elite. Dia salah satu pemain paling cerdas yang pernah salah latih,” ungkap Clifford seperti dilansir oleh NBC.

Selain Howard, komposisi starter Hornets pada musim NBA 2017-2018 tidak akan berubah. “Untuk lineup lainnya sama seperti musim lalu dengan Kemba Walker, Nicolas Batum, Michael Kidd-Gilchrist dan Marvin Williams bergabung dengan Dwight,” tambah Clifford.

Howard yang sebetulnya sudah berusia 32 tahun sudah pernah membela beberapa klub top sepanjang kariernya di NBA. Selain Hawks, Howard pun pernah memperkuat Los Angeles Lakers, Houston Rockets, hingga Orlando Magics. Kedatangan Howard dinilai untuk memperkuat sisi defense dari tim Hornets yang musim lalu dinali belum cukup baik. Howard yang juga pernah meraih Defensive Player Of The Year dinilai menjadi faktor penting untuk menopang Hornets dalam bersaing di NBA 2017-2018. Kini Hornets memiliki dua pemain berkaliber all-star dalam diri Kemba Walker dan Dwight Howard.

Lorenzo Lebih Menjagokan Marquez Dan Dovizioso

Lorenzo Lebih Menjagokan Marquez Dan Dovizioso : Hasil dari balapan MotoGP San Marino 2017 di Sirkuit Misano pada Minggu (11/9/2017), membuat persaingan di klasemen menjadi mengerucut. Kini, duel sengit diperlihatkan pembalap Repsol Honda yaitu Marc Marquez dan rider Ducati yakni Andrea Dovizioso.

Lorenzo Lebih Menjagokan Marquez Dan Dovizioso

Berbicara mengenai soal kandidat juara dunia MotoGP 2017, hanya Marquez dan Dovizioso yang berhasil meraih hasil positif di Sirkuit Misano. The Baby Alien, yang merupakan julukan bagi Marquez, berhasil meraih kemenangan dramatis usai mampu untuk menyalip pembalap Pramac Racing, Danilo Petrucci pada dua lap terakhir.

Sedangkan Dovizioso harus puas finis di podium ketiga. Itu sudah cukup untuk membuat dirinya tetap bersaing ketat dengan Marquez di klasemen. Kedua pembalap tersebut kini sama-sama mengoleksi 199 poin dari 14 balapan, namun Marquez memiliki keunggulan dalam hal jumlah podium.

Berbeda dengan Marquez dan Dovizioso, pembalap Movistar Yamaha yakni Maverick Vinales gagal untuk memangkas jarak. Finis di tempat keempat membuat dirinya menjadi semakin tertinggal. Dengan raihan 183 poin, Vinales kini harus tertinggal 16 poin dari dua pemuncak klasemen sementara.

Begitu juga dengan Valentino Rossi yang kini tertinggal 42 poin dari Marquez dan Dovizioso di urutan keempat klasemen MotoGP. Kondisi ini membuat pembalap Ducati yakni Jorge Lorenzo yakin persaingan menuju takhta juara dunia kini hanya milik Marquez dan Dovizioso.

“Saat ini pertarungan tampaknya hanya akan melibatkan Andrea dan Marc. Maverick telah tertinggal. Ia dalam masalah, tapi masih di dalam permainan. Jauh lebih sulit untuk Dani (Pedrosa) dan Rossi. Di MotoGP semuanya bisa terjadi. Tapi Marc dan Andrea yang paling konsisten,” jelas Lorenzo kepada Speedweek.

Renato Sanches Bisa Sukses Di EPL

Renato Sanches Bisa Sukses Di EPL : Renato Sanches mencoba bangkit dari situasi sulit yang ia alami selama di Bayern Munich dengan bergabung ke Swansea City. Performanya sudah ditunggu-tunggu oleh Ryan Giggs.

Renato Sanches Bisa Sukses Di EPL

Sanches sempat menjadi pemain bersinar ketika mampu untuk tampil impresif bersama tim nasional Portugal di Piala Eropa 2016. Pemain yang berusia 20 tahun itu menjadi pemain muda terbaik di turnamen itu di mana negaranya Portugal menjadi juara.

Bayern saat itu langsung tertarik padanya dan memboyongnya dirinya ke Allianz Arena dengan nilai 35 juta euro, yang berpotensi bertambah hingga menjadi 45 juta euro. Tapi musim perdananya di Bayern tidak berjalan sesuai rencana, dengan Sanches kesulitan untuk mendapatkan tempat bermain dan menunjukkan kemampuan sebenarnya.

Di musim panas kemarin, Swansea secara mengejutkan berhasil mendapatkan Sanches dengan status pinjaman dari Bayern. Langkah ini dinilai tepat oleh pemain legendaris Manchester United yaitu Ryan Giggs.

Sanches akan diuntungkan dengan kesempatan bermain dan gaya permainan yang dinilai lebih cocok untuknya. Sementara Bayern setidaknya bisa membiarkan Sanches mendapatkan jam terbang agar tumbuh dan mendapatkan kematangan.

“Tidak cukup berhasil untuknya musim lalu di Bayern. Itu bisa saja terjadi bagi seorang pemain muda yang pindah negara, bahasa yang berbeda, sebuah klub besar, dan banyak ekspektasi,” ungkap Giggs dikutip oleh Sky Sports.

“Tapi dia adalah seorang pemain bertalenta dan Premier League akan cocok untuknya karena dia adalah seorang pemain yang memiliki agresifitas. Dia bisa melakukan tekel, dia bisa menyerang, dan dia pergi ke klub yang memainkan sepakbola dengan cara yang sesuai, jadi saya rasa dia akan sukses,” tambah Giggs.

Giggs cukup tahu akan kualitas seorang Sanches karena sempat mengamatinya selama menjadi asisten manajer untuk Louis van Gaal di MU. Dia pun tidak ragu bahwa karakter eks pemain Benfica itu bisa pas dengan Premier League.

“Saya ingat menyaksikannya tiga tahun lalu di musim pertama Louis dan langsung menyukainya. Saya berpikir saat itu bahwa dia akan cocok dengan sepakbola Premier League,” lanjutnya.

“Hubungan Paul Clement (manajer Swansea) dengan Bayern dan pertemanannya dengan Carlo Ancelotti jelas punya banyak kaitan dengan kedatangannya ke Swansea. Tapi Anda harus memanfaatkan hal-hal semacam itu. Dia adalah pemain yang fantastis dan saya rasa dia akan jadi salah satu pemain paling menarik di liga.”

Sanches berpeluang untuk menjalani debutnya ketika Swansea akan menghadapi Newcastle United, pada Minggu (10/9/2017) malam WIB.