Kenaikan Biaya Linsensi Chipset, Qualcomm Dituntut

Kenaikan Biaya Linsensi Chipset, Qualcomm Dituntut : Qualcomm baru-baru ini kembali dituntut oleh Taiwan Fair Trade Commission (FTC) atau Komisi Perdagangan Taiwan karena dianggap telah memonopoli kekuasannya sebagai pemain chipset smartphone terbesar.

Kenaikan Biaya Linsensi Chipset, Qualcomm Dituntut

Menurut laporan, seperti dikutip dari Phone Arena, Jumat (13/10/2017), Qualcomm menaikkan biaya lisensi teknologi chipset dan meminta sejumlah persyaratan kepada para manufaktur ponsel. Saat ini Qualcomm memiliki lisensi teknologi chipset di seluruh dunia, mulai dari CDMA, WCDMA (3G) hingga LTE.

Karena dinilai telah menyalahgunakan posisinya itu, Qualcomm dituntut untuk membayar denda sebesar US$ 774 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun kepada Taiwan. FTC juga meminta Qualcomm untuk memberikan laporan negosiasi dengan sejumlah perusahaan sebanyak dua kali dalam setahun.

Sebelum Taiwan, Qualcomm juga mengalami hal serupa di mana perusahaan asal San Diego ini dituntut oleh Apple dan Komisi Perdagangan AS. Apple mengklaim Qualcomm menolak untuk membayar potongan harga senilai US$ 1 miliar.

Selain itu, Apple juga mengklaim bahwa Qualcomm menolak untuk melisensikan hak paten standarnya dengan wajar, masuk akal, dan tidak diskriminatif.

Sementara Komisi Perdagangan AS menyebutkan kesepakatan eksklusif Qualcomm yang meminta Apple menyediakan iPhone sebagai imbal balik penurunan biaya royalti kepada Apple, adalah hal yang bertentangan dengan hukum di AS.

Tak hanya negara-negara di atas, Qualcomm juga dikenai denda sebesar US$ 854 di Korea Selatan dan US$ 975 di Tiongkok.

Nova Launcher Telah Diunduh Hingga 50 Juta Kali

Nova Launcher Telah Diunduh Hingga 50 Juta Kali : Salah satu keunikan sistem operasi Android adalah tampilan antarmuka (user interface) yang bisa digonta-ganti.

Nova Launcher Telah Diunduh Hingga 50 Juta Kali

Di Google Play Store, ada banyak pihak ketiga yang menyediakan beragam tampilan antarmuka dengan sebutan ‘launcher’ secara cuma-cuma.

Salah satu yang terpopuler adalah Nova Launcher. Saking banyak digunakan, launcher besutan TeslaCoil Software ini diklaim telah diunduh sebanyak 50 juta kali.

Seperti dilansir Phone Arena, Selasa (10/10/2017), Nova Launcher menganggap jumlah tersebut sangat besar.

Pasalnya, belum ada aplikasi besutan perusahaan ‘kecil’ yang mampu menembus angka 50 juta unduhan. Biasanya yang sudah-sudah, aplikasi yang diunduh puluhan juta kali berasal dari pemain besar seperti Facebook, Google, Snapchat, dan kawan-kawannya.

Nova Launcher sendiri adalah aplikasi penyedia launcher yang memungkinkan pengguna untuk mengkustomisasi tampilan antarmuka dengan sejumlah tema, mulai dari ikon, layout, gerakan animasi, hingga font.

Aplikasi tersedia dalam dua versi: berbayar dan tidak berbayar. Untuk versi berbayar, Nova Launcher menghadirkan tema launcher terbaik dan terlengkap.

Saat ini, Nova Launcher memang dinilai sebagai aplikasi launcher terbaik karena hadir dengan pembaruan berkala. Pengembang pun selalu mendengarkan masukan dan keinginan pengguna sehingga menghadirkan fitur-fitur baru seiring pembaruan.

Selain Nova Launcher, sebetulnya ada beberapa aplikasi launcher lain yang tak kalah menariknya, seperti Apex, Arrow, Go Launcher, dan Hola Launcher.

Kaspersky Tidak Terlibat Dengan Hacker Rusia Pembobol NSA

Kaspersky Tidak Terlibat Dengan Hacker Rusia Pembobol NSA : Hacker  asal Rusia dikabarkan telah mencuri data-data rahasia dari National Security Agency (NSA) melalui salah satu agen kontraktornya dengan bantuan software milik perusahaan keamanan Kaspersky Lab.

Kaspersky Tidak Terlibat Dengan Hacker Rusia Pembobol NSA

Namun, tudingan ini langsung ditepis oleh Kaspersky Lab melalui keterangan tertulisnya kepada media.

Kaspersky Lab menyebut, pihaknya belum menerima atau ditunjukkan bukti apapun yang menunjukkan keterlibatan perusahaan dalam dugaan insiden peretasan data rahasia itu.

Kaspersky Lab juga menegaskan, perusahaan tidak memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah mana pun termasuk Rusia.

“Tampaknya satu-satunya kesimpulan yang ada, Kaspersky Lab saat ini terjebak di tengah-tengah pertarungan geopolitik,” demikian pernyataan Kaspersky yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (8/10/2017).

Selain itu, perusahaan bersikeras tidak akan meminta maaf karena bersikap agresif dalam pertempuran melawan malware dan penjahat dunia maya.

Kaspersky pun menekankan, selama 20 tahun telah aktif mendeteksi dan mengurangi infeksi malware secara independen, terlepas dari mana sumbernya.

“Penting juga untuk dicatat bahwa produk Kaspersky Lab mematuhi standar ketat dari industri keamanan siber dan memiliki tingkat akses serta hak akses yang serupa terhadap sistem yang kami lindungi seperti vendor keamanan populer lainnya di AS dan di seluruh dunia,” kata Kaspersky Lab.

Sebelumnya, NSA disebut-sebut telah diretas oleh hacker Rusia yang berhasil masuk melalui software keamanan milik Kaspersky Lab.

Mengutip The Wall Street Journal, Minggu (8/10/2017), peretasan itu diduga terjadi setelah seorang agen kontraktor NSA memindahkan data rahasia milik NSA ke komputernya di rumah.

Disebutkan, pada komputer agen tersebut terinstal software antivirus milik Kaspersky Lab yang diduga memungkinkan hacker Rusia menembus keamanan dan memperoleh dokumen rahasia itu.

Kejadian ini dipercaya terjadi pada tahun 2015. Pada tahun itu pula, agen yang dimaksud telah dikeluarkan dari pekerjaannya.

Menurut informasi dari sumber anonim, data yang dipindahkan ke komputer pribadi tersebut mencakup alat hacking yang dikembangkan NSA untuk menggantikan alat seupa yang sebelumnya mampu dibobol oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden.

Menurut seorang sumber anonim, dengan pencurian data rahasia tersebut, pemerintah Rusia akan lebih mudah mendeteksi dan menghindari tindak spionase siber dari pemerintah AS. Dengan data curian itu pula, Rusia disebut-sebut mampu melacak aktivitas siber AS.

Gara-gara inilah, pemerintah AS menuding Kaspersky Lab beroperasi sebagai alat spionase Rusia. Akibatnya, pemerintah AS melarang penggunaan software milik Kaspersky Lab di kalangan pemerintah federal, negara bagian, dan publik Amerika.

Inilah Spesifikasi ThinkPad Retro 25

Inilah Spesifikasi ThinkPad Retro 25 : Lenovo baru saja merilis produk laptop ThinkPad edisi ulang tahun ke-25 bergaya retro. Dengan dukungan spesifikasi terkini, perusahaan Tiongkok itu melepas laptop bernama ThinkPad Retro 25 itu dengan harga yang cukup tinggi.

Inilah Spesifikasi ThinkPad Retro 25

“Kami dedikasikan ThinkPad 25 Anniversary Edition untuk 50 juta penggemar ThinkPad maupun pelanggan setia di seluruh dunia,” kata Vice President of Global Marketing User and Customer Experience Lenovo, Dilip Bhatia saat Perayaan Ultah ThinkPad ke-25 di Bayside Geihinkan Veranda, Yokohama, Jepang, Kamis (6/10/2017) malam waktu setempat.

Bhatia menambahkan, ThinkPad Retro 25 dibanderol US$ 1.599 atau sekitar Rp 21,4 jutaan per unit. Namun harga tersebut berlaku untuk pasar Amerika Serikat (AS). Ia belum memastikan harga ThinkPad 25 di Indonesia.

“Harganya sekitar US$ 1.600, tepatnya US$ 1.599 di AS. Saya belum mengetahui harga untuk pasar Indonesia secara pasti,” ujar Bhatia.

Dia pun tidak menyebut jumlah laptop ThinkPad Retro 25 yang akan di pasarkan di seluruh dunia. Pastinya, tersedia dalam jumlah terbatas di negara-negara tertentu.

“Kami jual di online dan store dalam beberapa minggu kemudian,” kata Bhatia menambahkan.

ThinkPad Retro 25 bisa dibilang saudara kembar pendahulunya yaitu seri 700C. Laptop tersebut merupakan produk ThinkPad pertama yang diluncurkan pada 1992.

ThinkPad Retro 25 edisi terbatas ini memiliki desain yang lebih modern dengan fitur retro, seperti keyboard ThinkPad Classic 7, tombol volume khusus, logo ragam warna, dan multiple status LED.

Produk teranyar ini jauh lebih canggih dibanding 700C. Berikut spesifikasi lengkap dari ThinkPad Retro 25:

Kinerja

Intel Core i7-7500u

Sistem operasi: up to Windows 10 Pro

Grafis: NVDIA GeForce 940MX-2GB GDDRS

Memori: 16GB DDR4

Audio: Dolby Audio Premium

Kamera: 720p HD

Kapasitas penyimpanan: 512GB PCle SSD

Baterai: 48 Wh up to 13.9 jam

Go-Jek Akan Diperluas Hingga Ke Asia Tenggara

Go-Jek Akan Diperluas Hingga Ke Asia Tenggara : Salah satu startup unicorn Indonesia Go-Jek dikabarkan tengah berupaya memperluas layanannya ke tiga atau empat negara di Asia Tenggara.

Go-Jek Akan Diperluas Hingga Ke Asia Tenggara

Dalam wawancara dengan Bloomberg yang dikutip Tekno Liputan6.com, Rabu (4/10/2017), co-Founder sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim tak spesifik menyebut negara mana atau layanan apa yang akan diusung Go-Jek ke luar negeri.

Namun, ia mengatakan Go-Jek akan masuk ke pasar dengan populasi besar yang sebagian transaksinya masih bersifat tunai. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa Go-Jek akan menghadirkan layanan pembayaran digital di pasar barunya.

Di kota-kota besar Indonesia, Go-Jek mendapat tekanan dari persaingannya dengan perusahaan Singapura, Grab.

“Kami selalu bersifat defensif (terhadap persaingan). Karenanya ini adalah saat yang tepat untuk menghadirkan persaingan ke depan pintu mereka,” tutur Nadiem.

Nadiem tidak menyebut kapan Go-Jek akan mulai masuk ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

Diketahui, selain Indonesia, negara Asia Tenggara yang memiliki populasi tinggi adalah Filipina, Vietnam, dan Thailand. Total populasinya diperkirakan mencapai 270 juta jiwa.

“Saya pikir kami telah memiliki model platform yang dapat digunakan di negara dengan ekonomi berkembang, namun infrastrukturnya tak begitu besar. Ada kemungkinan kami akan memanfaatkan senjata tersebut,” kata Nadiem.

Sekadar diketahui, rival utama Go-Jek, Grab, yang didanai oleh Softbank Group Corp dan Didi Chuxing sangat agresif mengembangkan layanannya di Indonesia. Layanan Grab sudah ada di 7 negara di Asia Tenggara.

iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X

iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X : Ada temuan menarik dari konsumen Indonesia usai peluncuran trio terbaru iPhone: iPhone 8, 8 Plus, dan iPhone X.

iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X

Menurut data yang disampaikan lembaga riset iPrice Group, konsumen di Indonesia ternyata masih terpikat dengan iPhone jadul (jaman dulu) ketimbang iPhone terbaru, khususnya iPhone X.

Lebih tepatnya, iPhone jadul yang dimaksud adalah iPhone 6. Wajar saja dibilang jadul, iPhone 6 sendiri dirilis kurang lebih tiga tahun lalu, tepatnya pada kuartal ketiga 2014.

Lantas, mengapa orang Indonesia lebih tertarik dengan iPhone jadul ketimbang iPhone X? iPrice mengjelas, banderol harga iPhone X yang terlampau tinggi menjadi pemicu mengapa orang Indonesia enggan membeli iPhone X. Di Amerika Serikat (AS), iPhone X dibanderol sebanderol harga US$ 999 atau setara dengan Rp 13 jutaan.

Sementara di Indonesia, meski belum dijual resmi, banderol harga iPhone X bisa membumbung tinggi hingga Rp 20 jutaan. Di Singapura–negara di mana iPhone X telah dijual resmi–dibanderol sebanderol harga 1.648 SGD atau Rp 16,2 juta.

Menariknya, enam dari sepuluh provinsi dengan UMP tertinggi di 2017 justru lebih tertarik mencari informasi iPhone 6 dibanding iPhone X.

Beberapa provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (Rp 3.355.750), Sulawesi Utara (Rp 2.598.000), Aceh (2.500.000), Sulawesi Selatan (2.500.000), Sumatera Selatan (Rp 2.388.000), dan Kepulauan Riau (Rp 2.358.454).

Lantas, banderol harga iPhone X ternyata tetap populer di beberapa provinsi dengan UMP yang lebih rendah. Di antaranya seperti Gorontalo (Rp 2.030.000) dan Kalimantan Timur (Rp 2.354.800).

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek laporan iPrice soal tren banderol harga iPhone dan minat konsumen Indonesia di tautan berikut.

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby : Banyak produsen smartphone menyimpan fitur premium hanya untuk lini bagdian smartphone mahal mereka. Artinya, konsumen dengan budget yang terbatas tidak akan bisa punya pengalaman untuk merasakan fitur-fitur inovatif yang dibenamkan pada smartphone premium.

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby

Namun, Vendor Samsung tampaknya akan menghadirkan asisten cerdasnya yakni Bixby, ke smartphone kelas menengah mereka yakni Galaxy A 2018.

Sebagaimana dikutip oleh Tekno Liputan6.com dari SamMobile pada Selasa (26/9/2017), sebuah rumor dari Tiongkok menyebut, Galaxy A akan memiliki sebuah tombol Bixby, seperti pada Galaxy S8 dan Galaxy Note 8.

Sebelumnya, Samsung menyebut di masa depan, perusahaan akan memboyong Bixby ke lebih banyak perangkatnya. Dengan demikdian, tidak menutup kemungkinan untuk perangkat kelas menengah Samsung juga akan memiliki tombol Bixby.

Sayangnya, rumor tersebut tidak menyebut apakah keseluruhan seri Galaxy A 2018 akan memiliki tombol Bixby atau hanya satu model saja. Selain itu belum ada kejelasan apakah asisten virtual Bixby ini juga akan hadir dalam bentuk Bixby Voice di perangkat mid-range atau hanya berupa tombol fisik.

Tidak hanya Bixby, sebelumnya rumor juga menyebut Galaxy A 2018 series kemungkinan hadir dengan desain Infinity Display dan salah satunya mungkin memiliki kamera ganda. Meski begitu, kabar ini belum dikonfirmasi langsung oleh Samsung. Samsung tidak pernah berhenti untuk berinovasi dalam memberikan fitur-fitur baru.

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium : HTC dan Google baru saja meneken kesepakatan bisnis senilai US$ 1,1 miliar (sekitar Rp 14,6 triliun). Dengan demikian, sebagian divisi desain smartphone dan tim engineering HTC akan bekerja untuk Google.

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium

Meskipun detail mengenai kesepakatan ini belum diumumkan ke publik, satu hal yang pasti, HTC meyakinkan bahwa sebagian divisi smartphone yang tidak dijual ke Google masih akan tetap dioperasikan perusahaan Taiwan itu. Bahkan, HTC menyebut masih akan merilis sebuah flagship smartphone dengan merek HTC.

“Kesepakatan ini mendukung strategi smartphone merek HTC terus berlanjut, memungkinkan portofolio produk yang lebih ramping, efisiensi operasional dan fleksibilitas finansial yang lebih baik. HTC akan terus memiliki talenta engineering terbaik di kelasnya yang kini sedang mengerjakan flagship smartphone selanjutnya, menyusul peluncuran HTC U11 yang sukses awal tahun ini,” demikian pernyataan HTC.

Mengutip The Verge, Kamis (21/9/2017), efisiensi operasional yang dimaksud kemungkinan HTC akan memangkas semua, kecuali jenis smartphone yang paling menguntungkan dan sukses, dalam hal ini perangkat andalan seperti HTC U11.

Kemudian, fleksibilitas keuangan yang dimaksud mengacu pada fakta saham HTC anjlok selama berbulan-bulan. Dengan demikian, suntikan dana dari Google akan cukup memberi keuntungan bagi perusahaan.

Salah satu alasan paling memungkinkan yang membuat HTC enggan menghentikan seluruh bisnis smartphone-nya adalah perusahaan masih memiliki aset, misalnya saja toko di seluruh dunia. Kemungkinan HTC mempertimbangkan, tak akan ada konsumen yang mau membeli smartphone dari perusahaan yang tumbang.

Dengan tidak menutup sisa divisi smartphone usai kesepakatan bersama Google, perusahaan masih punya waktu hingga perangkat flagship terbaru mereka dirilis.

Setelah melepas sebagian divisi mobile, HTC akan lebih fokus untuk membuat headset virtual reality Vive agar sukses secara global. Namun, tampaknya hingga beberapa bulan ke depan HTC masih tetap bertahan sebagai salah satu vendor smartphone.

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal : Peredaran smartphone ilegal yang kian marak ssat ini, justru tidak membuat Motorola ‘gerah’. Vendor smartphone legendaris yang kini berada di bawah naungan Lenovo tersebut, malah menanggapi dengan santai soal maraknya penjualan smartphone ilegal di Indonesia.

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal

Menurut Aymar de Lencquesaing selaku EVP Lenovo Group Co-President and Mobile Business Group Chairman & President Motorola, pihaknya menjamin tidak akan ada smartphone yang dijual dalam jalur ilegal. Jika memang ada pun, bakal dihentikan sesegera mungkin.

Pria yang akrab disapa Aymar ini juga mengungkapkan bahwa perusahaannya kini memiliki sistem tracking khusus yang bisa mencari jejak smartphone yang dijual ilegal. Sistem tersebut mengandalkan serial number dari smartphone yang hendak dijual melalui jalur pasar gelap.

“Jadi kami tahu itu dijual di mana, dan jika ketahuan dijual ilegal akan di-cut. Bukan berarti smartphone-nya dihentikan untuk dijual,” ujar Aymar kepada Tekno Liputan6.com dalam wawancara terbatas bersama Lenovo dan Motorola di Hotel Mulia pada Selasa (19/9/2017) kemarin.

Selain itu, lanjut Aymar, Motorola juga memiliki sistem kordinasi yang kuat di setiap wilayah. Jadi, untuk meminimalisir terjadinya peredaran smartphone ilegal, pihaknya akan terus mengontrol penjualan smartphone ini secara rutin. Aymar pun menjamin pihaknya akan terus mematuhi peraturan dan hukum yang berlangsung di setiap negara operasional Motorola.

“Motorola adalah perusahaan multinasional yang telah beroperasi pada lebih dari 200 negara, bagi kami tidaklah mungkin untuk bisa berbisnis tanpa harus mematuhi peraturan hukum negara. Itu adalah poin wajib,” tegas Aymar melanjutkan.

“Dalam hal ini kami juga mematuhi TKDN, dan telah membangun manufaktur dan kami senang telah memenuhinya. Ada juga beberapa negara di mana kami melakukan hal yang sama seperti Indonesia, adapun di antaranya India dan Brazil. Jadi, sekarang kami berharap semua di pasar bisa melakukan cara yang sama dan melakukan apa yang harus dilakukan,” tambah Aymar.