iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X

iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X : Ada temuan menarik dari konsumen Indonesia usai peluncuran trio terbaru iPhone: iPhone 8, 8 Plus, dan iPhone X.

iPhone 6 Lebih Memikat Warga Indonesia Ketimbang iPhone X

Menurut data yang disampaikan lembaga riset iPrice Group, konsumen di Indonesia ternyata masih terpikat dengan iPhone jadul (jaman dulu) ketimbang iPhone terbaru, khususnya iPhone X.

Lebih tepatnya, iPhone jadul yang dimaksud adalah iPhone 6. Wajar saja dibilang jadul, iPhone 6 sendiri dirilis kurang lebih tiga tahun lalu, tepatnya pada kuartal ketiga 2014.

Lantas, mengapa orang Indonesia lebih tertarik dengan iPhone jadul ketimbang iPhone X? iPrice mengjelas, banderol harga iPhone X yang terlampau tinggi menjadi pemicu mengapa orang Indonesia enggan membeli iPhone X. Di Amerika Serikat (AS), iPhone X dibanderol sebanderol harga US$ 999 atau setara dengan Rp 13 jutaan.

Sementara di Indonesia, meski belum dijual resmi, banderol harga iPhone X bisa membumbung tinggi hingga Rp 20 jutaan. Di Singapura–negara di mana iPhone X telah dijual resmi–dibanderol sebanderol harga 1.648 SGD atau Rp 16,2 juta.

Menariknya, enam dari sepuluh provinsi dengan UMP tertinggi di 2017 justru lebih tertarik mencari informasi iPhone 6 dibanding iPhone X.

Beberapa provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (Rp 3.355.750), Sulawesi Utara (Rp 2.598.000), Aceh (2.500.000), Sulawesi Selatan (2.500.000), Sumatera Selatan (Rp 2.388.000), dan Kepulauan Riau (Rp 2.358.454).

Lantas, banderol harga iPhone X ternyata tetap populer di beberapa provinsi dengan UMP yang lebih rendah. Di antaranya seperti Gorontalo (Rp 2.030.000) dan Kalimantan Timur (Rp 2.354.800).

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek laporan iPrice soal tren banderol harga iPhone dan minat konsumen Indonesia di tautan berikut.

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby : Banyak produsen smartphone menyimpan fitur premium hanya untuk lini bagdian smartphone mahal mereka. Artinya, konsumen dengan budget yang terbatas tidak akan bisa punya pengalaman untuk merasakan fitur-fitur inovatif yang dibenamkan pada smartphone premium.

Samsung Galaxy A 2018 Disokong Dengan Asisten Virtual Bixby

Namun, Vendor Samsung tampaknya akan menghadirkan asisten cerdasnya yakni Bixby, ke smartphone kelas menengah mereka yakni Galaxy A 2018.

Sebagaimana dikutip oleh Tekno Liputan6.com dari SamMobile pada Selasa (26/9/2017), sebuah rumor dari Tiongkok menyebut, Galaxy A akan memiliki sebuah tombol Bixby, seperti pada Galaxy S8 dan Galaxy Note 8.

Sebelumnya, Samsung menyebut di masa depan, perusahaan akan memboyong Bixby ke lebih banyak perangkatnya. Dengan demikdian, tidak menutup kemungkinan untuk perangkat kelas menengah Samsung juga akan memiliki tombol Bixby.

Sayangnya, rumor tersebut tidak menyebut apakah keseluruhan seri Galaxy A 2018 akan memiliki tombol Bixby atau hanya satu model saja. Selain itu belum ada kejelasan apakah asisten virtual Bixby ini juga akan hadir dalam bentuk Bixby Voice di perangkat mid-range atau hanya berupa tombol fisik.

Tidak hanya Bixby, sebelumnya rumor juga menyebut Galaxy A 2018 series kemungkinan hadir dengan desain Infinity Display dan salah satunya mungkin memiliki kamera ganda. Meski begitu, kabar ini belum dikonfirmasi langsung oleh Samsung. Samsung tidak pernah berhenti untuk berinovasi dalam memberikan fitur-fitur baru.

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium : HTC dan Google baru saja meneken kesepakatan bisnis senilai US$ 1,1 miliar (sekitar Rp 14,6 triliun). Dengan demikian, sebagian divisi desain smartphone dan tim engineering HTC akan bekerja untuk Google.

Setelah Diakusisi Oleh Google, HTC Tetap Meluncurkan Smartphone Premium

Meskipun detail mengenai kesepakatan ini belum diumumkan ke publik, satu hal yang pasti, HTC meyakinkan bahwa sebagian divisi smartphone yang tidak dijual ke Google masih akan tetap dioperasikan perusahaan Taiwan itu. Bahkan, HTC menyebut masih akan merilis sebuah flagship smartphone dengan merek HTC.

“Kesepakatan ini mendukung strategi smartphone merek HTC terus berlanjut, memungkinkan portofolio produk yang lebih ramping, efisiensi operasional dan fleksibilitas finansial yang lebih baik. HTC akan terus memiliki talenta engineering terbaik di kelasnya yang kini sedang mengerjakan flagship smartphone selanjutnya, menyusul peluncuran HTC U11 yang sukses awal tahun ini,” demikian pernyataan HTC.

Mengutip The Verge, Kamis (21/9/2017), efisiensi operasional yang dimaksud kemungkinan HTC akan memangkas semua, kecuali jenis smartphone yang paling menguntungkan dan sukses, dalam hal ini perangkat andalan seperti HTC U11.

Kemudian, fleksibilitas keuangan yang dimaksud mengacu pada fakta saham HTC anjlok selama berbulan-bulan. Dengan demikian, suntikan dana dari Google akan cukup memberi keuntungan bagi perusahaan.

Salah satu alasan paling memungkinkan yang membuat HTC enggan menghentikan seluruh bisnis smartphone-nya adalah perusahaan masih memiliki aset, misalnya saja toko di seluruh dunia. Kemungkinan HTC mempertimbangkan, tak akan ada konsumen yang mau membeli smartphone dari perusahaan yang tumbang.

Dengan tidak menutup sisa divisi smartphone usai kesepakatan bersama Google, perusahaan masih punya waktu hingga perangkat flagship terbaru mereka dirilis.

Setelah melepas sebagian divisi mobile, HTC akan lebih fokus untuk membuat headset virtual reality Vive agar sukses secara global. Namun, tampaknya hingga beberapa bulan ke depan HTC masih tetap bertahan sebagai salah satu vendor smartphone.

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal : Peredaran smartphone ilegal yang kian marak ssat ini, justru tidak membuat Motorola ‘gerah’. Vendor smartphone legendaris yang kini berada di bawah naungan Lenovo tersebut, malah menanggapi dengan santai soal maraknya penjualan smartphone ilegal di Indonesia.

Langkah Motorola Memberantas Smartphone Ilegal

Menurut Aymar de Lencquesaing selaku EVP Lenovo Group Co-President and Mobile Business Group Chairman & President Motorola, pihaknya menjamin tidak akan ada smartphone yang dijual dalam jalur ilegal. Jika memang ada pun, bakal dihentikan sesegera mungkin.

Pria yang akrab disapa Aymar ini juga mengungkapkan bahwa perusahaannya kini memiliki sistem tracking khusus yang bisa mencari jejak smartphone yang dijual ilegal. Sistem tersebut mengandalkan serial number dari smartphone yang hendak dijual melalui jalur pasar gelap.

“Jadi kami tahu itu dijual di mana, dan jika ketahuan dijual ilegal akan di-cut. Bukan berarti smartphone-nya dihentikan untuk dijual,” ujar Aymar kepada Tekno Liputan6.com dalam wawancara terbatas bersama Lenovo dan Motorola di Hotel Mulia pada Selasa (19/9/2017) kemarin.

Selain itu, lanjut Aymar, Motorola juga memiliki sistem kordinasi yang kuat di setiap wilayah. Jadi, untuk meminimalisir terjadinya peredaran smartphone ilegal, pihaknya akan terus mengontrol penjualan smartphone ini secara rutin. Aymar pun menjamin pihaknya akan terus mematuhi peraturan dan hukum yang berlangsung di setiap negara operasional Motorola.

“Motorola adalah perusahaan multinasional yang telah beroperasi pada lebih dari 200 negara, bagi kami tidaklah mungkin untuk bisa berbisnis tanpa harus mematuhi peraturan hukum negara. Itu adalah poin wajib,” tegas Aymar melanjutkan.

“Dalam hal ini kami juga mematuhi TKDN, dan telah membangun manufaktur dan kami senang telah memenuhinya. Ada juga beberapa negara di mana kami melakukan hal yang sama seperti Indonesia, adapun di antaranya India dan Brazil. Jadi, sekarang kami berharap semua di pasar bisa melakukan cara yang sama dan melakukan apa yang harus dilakukan,” tambah Aymar.

Smartphone Murah Mampu Menjadi Pendongkrak 4G

Smartphone Murah Mampu Menjadi Pendongkrak 4G : Peneterasi untuk layanan 4G di Indonesia belum sebesar di negara-negara lain yang ada. Menurut para pengamat Telekomunikasi dari Mastel Institute yakni Nonot Harsono, masyarakat harus memiliki pemahaman tentang masalah soal 4G. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan 4G juga dinilai belum begitu tumbuh.

Smartphone Murah Mampu Menjadi Pendongkrak 4G

Dalam diskusi Obrolan tentang Telko yang akan dihelat di Jakarta pada Kamis (14/9/2017), Nonot pun mencoba menyarankan pemerintah dalam mengembangkan perangkat 4G yang sesuai dengan kebutuhan pada masyarakat, yakni adalah smartphone dengan harga terjangkau atau murah.

“Kalau memang perlu, pemerintah dan pelaku upaya bisa menciptakan perangkat sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga mereka bisa menggunakan teknologi 4G,” jelas Nonot kepada Tekno Liputan6.com.

Solusi tentang smartphone 4G dengan harga miring diyakini dapat mendongkrak tentang migrasi. Saat ini, rata-rata kisaran harga smartphone 4G menengah ke bawah adalah US$ 250 atau setara Rp 3 jutaan. Sementara, daya beli rata-rata para pengguna ponsel 2G berkisar diharga US$ 125 atau sekitar Rp 1,6 jutaan, itu pun harga yang paling mahal.

Diketahui, berdasarkan data yang telah diperoleh Nonot, ada sekitar 60 sampai 70 persen pengguna yang belum bermigrasi ke jaringan 4G. Dirinya mengungkap dua hal penyebab. Pertama, penetrasi 4G yang masih kecil, baik itu berupa jaringan maupun kepemilikan perangkat 4G. Kedua, kebutuhan masyarakat soal layanan jaringan 4G belum tumbuh terlalu pesat.

“Bisa saja, orang Indonesia kebanyakan belum terlalu butuh 4G. Mungkin saja, mereka malah lebih tertarik berkomunikasi verbal. Kita nggak tahu berapa banyak yang masih merasa gaptek (gagap teknologi) dan enggan mencoba hal-hal baru,” jelasnya menambahkan.

Hal ini juga diakui oleh bagian Head of Device Sourcing and Management Smartfren Telecom yakni Hartadi Novianto. Perangkat Smartphone dinilai menjadi alasan utama konsumen Indonesia enggan untuk berpindah ke layanan jaringan 4G.

“Orang Indonesia paling enggan ganti smartphone dari 3G ke 4G. Mereka saat ini masih merasa puas dengan penggunaan 3G,” menurutnya.

Masyarakat dinilai harus mendapatkan sebuah edukasi terkait kelebihan jaringan 4G di fitur ponsel. Contoh tentang, soal ketahanan terhadap baterai jika dibandingkan dengansmartphone, serta juga bisa menggunakan aplikasi yang ringan seperti WhatsApp Call dan chatting untuk menggantikan peran telepon serta SMS. Pemerintah juga harus bisa lebih tegas untuk membuat peraturan yang membatasi serta juga untuk menghentikan pemakaian frekuensi 2G. Jika itu terlaksana, tentu proses migrasi dari 2G ke 4G diyakini bisa menjadi lebih cepat.

Bos Apple Menepis Anggapan Bahwa Produknya Hanya Dikhususkan Untuk Kalangan Orang Kaya

Bos Apple Menepis Anggapan Bahwa Produknya Hanya Dikhususkan Untuk Kalangan Orang Kaya : Produk smartphone dari Apple kerap disebut-sebut hanya ditujukan untuk para orang kaya. Pernyataan itu tidak lepas dari banderol harga dari perusahaan asal Cupertino itu yang memang dalam kategori mahal.

Bos Apple Menepis Anggapan Bahwa Produknya Hanya Dikhususkan Untuk Kalangan Orang Kaya

Namun pernyataan semacam itu langsung dibantah oleh CEO Apple yakni Tim Cook. Saat dalam sebuah wawancara, dirinya menjelaskan bahwa masih ada beberapa produk Apple yang dapat dibeli dengan harga terjangkau. Dirinya lalu mencontohkan, di pasaran saat ini masih ada iPad yang dapat dibeli dengan harga kurang dari US$ 300 atau sekitar Rp 3,9 juta, begitu pula dengan iPhone tergantung modelnya. Cook juga menolak pernyataan yang mengatakan bahwa Apple mengambil margin keuntungan yang terlalu tinggi dari produknya.

“Bukan margin yang tinggi. Masih lebih banyak perusahaan yang mengambil margin lebih tinggi. Kami menghargai nilai dari produk yang kami kembangkan dan selalu berupaya untuk membuat produk terbaik,” jelas Cook seperti dikutip dari Fortune pada Rabu (13/9/2017).

Penerus dari Steve Jobs itu juga menjelaskan bahwa tidak mungkin Apple dapat memiliki lebih dari miliaran produk yang aktif apabila membuat produknya hanya untuk kalangan orang kaya. Dengan kata lain, bahwa orang kaya di dunia jelas tidak sebanyak itu. Kendati membantah telah merilis produk yang mahal, laporan terkini menyebutkan bahwa harga iPhone keluaran terbaru nyatanya lebih mahal ketimbang pendahulunya. Menurut berita terbaru, iPhone 8 akan tersedia dalam tiga pilihan yakni memori internal dengan banderol US$ 999 atau sekitar Rp 13 juta, US$ 1.099 setara 14 juta, lalu US$ 1.199 sekitar Rp 15,7 juta.