Berita Yang Lagi Trending Istri Warkop Yang Lagi Hamil 8 Bulan Ditampar Satpol PP Hingga Pingsan

Disebut Tak Hamil, Istri Pemilik Warkop yang Dipukul Satpol PP di Gowa Beri  Klarifikasi | Indozone.id

Dilihat dari video tersebut, tampak awalnya seorang oknum Satpol PP Gowa cekcok dengan istri dari Ivan yang tampak tengah duduk di kursi warkop. Ia mengaku, warkop miliknya sudah tutup dan tidak menerima tamu atau pengunjung. Tempat usahanya juga mengikuti anjuran pemerintah untuk tutup pada pukul 19.00 WITA.
Karena tidak menemukan pengunjung di warkop, petugas pun terus mencari-cari kesalahan pemilik warkop. Bahkan, petugas mempermasalahkan pakaian istri Nurhalim yang sedikit terbuka.

Tak berselang lama, oknum tersebut memukul Ivan yang saat kejadian tengah merekam peristiwa itu.

“Kurang ajar kau yah,” teriak oknum Satpol PP itu.

Tidak terima suaminya dipukul, istri Ivan pun lantas menghampiri oknum Satpol PP Gowa tersebut dan melempari oknum itu dengan sebuah kursi.

Ivan Nurhalim mengatakan saat razia PPKM, warkop miliknya sebenarnya sudah tutup. Hanya saja, saat itu dirinya bersama istrinya sedang live endorse dengan memakai musik dan langsung didatangi tim PPKM.

“Awal kejadiannya saya sama istri lagi live musik. Karena dengar ada suara musik, mereka (tim PPKM) masuk. Cuma saat itu kami sudah tutup dan tidak ada pengunjung,” ujarnya

Saat itu, tim PPKM datang menegur dan menasehati agar mematuhi aturan untuk tutup pada pukul 19.00 Wita. Setelah teguran tersebut, satu anggota Satpol PP masuk dan langsung menunjukki istri saya.

“Ada satu anggota Satpol masuk dan tunjuki istri ku. Sudah itu dia tampar saya, berdiri ku lawan dan langsung ditampar istri ku padahal lagi hamil,” bebernya.

Saat itu, dirinya tidak melawan dan memilih untuk merekam kejadian pemukulan tersebut. Ia mengaku sudah melakukan visum di rumah sakit untuk menjadi bukti saat melapor ke polisi.

“Dia tampar keras pipi ku dan istri ku. Ada bukti visum dari rumah sakit,” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, dirinya ingin anggota Satpol PP Gowa yang melakukan kekerasan terhadapnya dan istrinya dipidanakan.

“Pokoknya anggota Satpol PP itu harus dipidanakan. Saya tidak terima, makanya saya tempuh jalur hukum,” kata dia

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *